1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Kapan Akhir Dunia?

Oleh: Abdul Manaf

Panjang angan-angan adalah sumber segala masalah. Panjang angan-angan dapat melupakan kita akan akhir dari kehidupan kita. Lupa mati dan lupa akhirat.

Ketika kita berpanjang angan-angan akan harta, tahta dan wanita/pria disitulah awal kejatuhan kita. Kita berusaha sekuat tenaga, menggunakan segala cara untuk menumpuk harta dunia, lupa Allah SWT dan tuntunan Rasul-Nya, hanya akan melumpuhkan akal sehat kita. Kita mereka daya, berupaya semau kita untuk menduduki tahta dunia, lupa Allah SWT dan tuntunan Rasul-Nya, hanya akan menumpulkan nurani kita. Kita mencurahkan segala rasa, memperturutkan nafsu kita untuk mendapatkan cinta wanita/pria, lupa Allah SWT dan tuntunan Rasul-Nya, hanya akan mengoyak jati diri kita.

Syukuri apa yang ada. Harta dunia kita raih untuk belanja pahala dan kebaikan, sebagai bekal hidup dunia menuju akhirat yang abadi. Tahta jabatan kita rebut, sebagai jembatan agar lebih banyak kemanfaatan tersalurkan menuju ridha ilahi rabbi. Suami/isteri kita nikahi untuk saling berbagi kebaikan dan menutupi  kekurangan masing-masing, demi  membangun surga duniawi sebelum surga akhirat yang hakiki.

Betapa mulia kedua orang tua kita. Mereka sukses mengantarkan kita memasuki gerbang kehidupan masa kini berbekal ilmu, keterampilan dan iman yang tertanam di jiwa. Betapa mulia ibu dan bapak kita. Mereka mengikhlaskan anak perempuannya diambil oleh pria yang menikahinya, tanpa dia menuntut imbal balik atas segala jerih payah pengorbanan mengasuh dan membesarkannya. Betapa mulia ayah dan ibu kita. Mereka telah menyiapkan anak lelakinya menjadi pemikul beban wanita yang dinikahinya, dengan menafkahinya, menjaganya dan merawatnya sepenuh cinta kasih dan tanggung jawabnya.

Kemuliaan kedua orang tua kita adalah potret nyata keteladan dalam hidup kita. Mereka telah mengantarkan kita memasuki gerbang kehidupan di masa kini. Kita juga akan sukses kelak mengantarkan anak-anak kesayangan kita, untuk siap memasuki gerbang kehidupan mereka di masa depan. Sebagai bahan renungan kita, simaklah sebuah percakapan guru dan murid. “Kapan akhir dunia wahai Tuan?”  Tanya sesorang kepada sang bijak. “Akhir dunia itu saat kita meninggal dunia,” jawabnya singkat.

[bm/iar] 

Comments  

 
# #W.Setiawan PA Cms 2017-02-20 09:03
Robbigfirli waliwadayya warhamhumaa kamaa robbayanii shoghiroo
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# aslam pulungan 2017-02-21 09:02
Dunia memang perlu krn dunia mazroatul akhiroh akan tetapi dunia bukan tujuan utama dan sangat keliru kalau ada diantara kita yg terlalu mengejar dunia dia pasti menyesal krn dunia makin dikejar dia makin menjauh ibarat minum air laut makin banyak diminum makin terada haus, untuk itu kejar hidup akhirat dunia pasti menyertaimu kl dunia yg dikejar akhirat blm pasti menyertai kita mar kita ingat kisah seorang sahabat rasululloh yg bernama Saklabah.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibu Siti PTA Jkt 2017-02-21 13:01
Betul sekali....kiama t sughro akan menyebabkan harta, tahta dan wanita/pria sudah tidak berarti apa-apa lagi tanpa sebelumnya kita bisa memnafaatkannya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tuntunan Allah dan RasulNya
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Umi PAJU 2017-02-22 10:08
Terima kasih untuk pencerahannya pak Dirjen.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Asrofi, Ponorogo 2017-02-22 11:09
Terimakasih Pak Dirjen pencerahannya. Sebagai tanda bakti terhadap orang tua, semoga kita dapat mengantarkan anak lebih berhasil dari pada kita fi ad diini wa ad-dun-ya wa al-akhirah.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Suhadak PA Surabaya 2017-02-22 11:14
Kita niatkan setiap langkah untuk mencari keridhoan Alloh, agar kita selalu dekat dan berjumpa, kita aplikasikan dalam kinerja sehari-hari agar tetap giat gairah dan mendapatkan hasil yang maksimal. sebab prilaku kita selalu diawasi oleh Alloh swt. Kematian adalah awal dari kehidupan, oleh karena itu dunia menjadi ladang menuju akherat. mari kita menanamlakn kebaikan di dunia untuk nantinya di petik di akherat. smg amin.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ikhsanuddin, s.h. 2017-02-23 08:24
ALLAHUMMA KHTIM LANAA BIL IIMAAN, ALLAHUMMA KHTIM LANAA BIL ISLAAM, ALLAHUMMA KHTIM LANAA BIHUSNIL KHOOTIMAH.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# maidah pta.Medan 2017-02-27 10:05
Terimakasih atas pencerahannya pak Dirjen Setuju sekali pak, Kehidupan di dunia ini hanya sesaat dan kita bekali dengan perbuatan yang baik mencari keridhoan Allah Swt.menuju akhirat.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# jumardi 2017-02-28 07:32
bakti pada orangtua sebagai tanda mengaku keturunan adam dan hawa ,mengingat mati adalah ilmu yang paling tinggi
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# MURTADLO PA Bjarmsn 2017-02-28 14:27
Al hamdulillah.Ter imakasih atas pencerahannya Pak Dirjen.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ujang J PA Jepara 2017-02-28 14:31
ALLAHUMMAGHFIRL ANA DZUNUBANA WALI WALIDAINA WARHAMHUMA KAMAA ROBBAYANA SHIGHOORO, AAMIIN
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Pa 2017-02-28 14:45
dunia akhirat memang sudah dekat maka dari itu banyak lah beramal dan bersedekah karna kekayaan yang dimiliki seseorang hanyalah titipan allah. karena insan allah tidak selamah nya tinggal di dunia pasti pulang ke alam barzah, jangan lah kalian sekali kali meninggal kan perintah allah, karna allah tidak akan memberih petunjuk kepada orang yang zalim
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Yusra 2017-02-28 20:10
Dunia tempat mencari, jika mencari kebaikan maka kebaikanlah yg kan didapat dan sebaliknya
Dunia kita akan berakhir dg kematian, namun akan datang lagi dunia lain, atau alam lain setelah kematian
Terimakadih tagnya yg mulia
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Zulkifli S/Batang 2017-03-03 14:52
Mudah-mudahan waktu yang sisa kedepan ini dapat kita isi dengan amal sholeh yang seoptimal dan maksimal kesungguhan kita, amin. Semoga tidak ada lagi waktu yang terbung sia-sia apalagi untuk yang merugikan/tidak bermanfaat. Syukran pak!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# niajimi 2017-03-06 10:31
syukron. jazaakallaahu kahayron
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# sudono pa blitar 2017-03-09 07:57
saya sangat salut tulisan-tulisan bapak dirjen, semoga sagat bermanfaat.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Rahman tmg 2017-03-09 15:32
alhakum attakatsur hatta zurtum al maqabir
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Darul Husni Sliat 2017-03-10 09:46
Syukran ya Ustaaaz atas pencerahan antum, semoga menjadi bekal hidup kami dalam pengabdian di mayapada ini, syukran.....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Darul Husni Sliat 2017-03-10 09:47
syukran ala wasiyyatikum ya ustaaaz
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# m. taufik 2017-03-10 16:43
good idea, thanks you verry much
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# a rahmat - pta matar 2017-03-11 16:43
Diberi jabatan diterima sebagai amanah yang harus dijalankan untuk memperoleh surga dunia menuju rido Allah kelak...
Sebaiknya apa tak perlu minta2 diberikan jabatan...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Rohyan - PAStabat 2017-03-20 07:55
Semoga waktu yang tersisa dapat diisi dengan sesuatu yang bermanfaat karena sebaik-baik manusia adalah yg bisa bermanfaat untuk org lain.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Misbah Bengkulu 2017-03-20 20:36
Trm ksh yai, smg kita bisa membuat jasa selagi kita berkuasa krn nama kita akan dikenang sepanjang masa smg kita tdk membuat derita ktk sdg menjabat krn nama kita akan dihujat smp akhir hayat . . .aamiin
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# MUHAMMAD TAKDIR 2017-03-22 15:53
terimakasih atas pencerahan pak Dirjen dan semoga tidak ada lagi pejabat yang pisah jauh dari keluarganya hanya karena mengejar jabatan. Aamiin
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# M.Iqbal PTA.B.Lmpung 2017-03-23 16:49
jazaakumullaah
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Pa. Yadi. PTA.AMBON 2017-03-29 06:34
Renungan singkat dari Pa. Dirjen ini mengisaratkan kpd kita utk terus tumbuh dan berkarya mewujudkan cita2 sbg titipan org tua kpd anaknya serta juga harapan dari cinta kt kpd isteri/suami yg kt miliki.Wujudkan semua impian krn cinta kt kpd sang pencipta.Moga yg terwujud dpt berbekas dihati kt menjadi amal yg tak terhingga hingga suatu saat nanti kt akan berpisah bersama org yg kt cintai dan menjadi amal utk kehidupan akhirat.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Akma QL. PA Stabat 2017-03-29 08:23
Wabtaghi Fiima Atakallahuddaro l Akhirat Walaa Tansa Nasibaka Minaddunya. semoga Hikmah yg disampaikan pak Dirjen bermanfaat Aamiin.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Rijal Mahdi PTA Babe 2017-03-30 10:28
Mantaap sekali, terima kasih Bapak Dirjen Badilag Bpk Abdul Manaf
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Cece RukmanaPAJAKSEL 2017-03-31 11:29
Alhamdulillahi Rabbil Alamin, dengan pencerahan dari Bapak Dirjen, dapat membuka hati kita untuk semakin Taqorrub/mendek atkan diri kepada Allah Swt, iman semakin kuat dan dapat memperbaiki ibadah kita kepada Allah Swt.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# idris latif pta jamb 2017-05-24 13:59
Alhamdulillah tulisan ini telah memberikan kami sebuah pengajaran berharga dan menjadikan hati teduh dan menjalankan amanah adalah suatu yang harus dilaksanakan Aamiin
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment

Pembaruan MA

Layanan Info

BANNER SUBDIT HAKIM

hasil-tpm

Elearning

Banner majalah

tnde01

BANER WEB

simtalak