logo web

Dipublikasikan oleh Ridwan Anwar pada on . Dilihat: 84

Dahsyatnya Kekuatan Berpasrah Diri Kepada Allah Setelah Berusaha

Gerak langkah orang yang beriman kepada Allah selalu menghadirkan dalam dirinya Allah SWT dengan segala hal terkhusus tatkala sedang menghadapi cobaan hidup.

Banyak orang yang berfikir bahwa untuk bisa keluar dari masalah kehidupan bertumpu pada materi yang dimiliki seseorang, bukan karena faktor yang lain.

Pernyataan sepertinya perlu diluruskan dan direnungkan bersama sabgai insan yang beriman.

“Allah selalu melihat dan mendengar prasangka hamba-hamba-Nya baik siang maupun malam, baik terang maupun gelap”.

Kisah seorang yang tidak memiliki harta sepeserpun toh telah bekerja dan berusaha semaksimal mungkin sepanjang hidupnya, suatu ketika orang tersebut harus membayar biaya sewa apartemen dimana keluarganya tinggal bersama anak dan istrinya ,biaya kuliah serta pengobatan operasi istri tercintanya yang sedang mengalami sakit dan dirawat pada salah satu Rumah Sakit karena sakitnya yang sudah menaun.

Suatu hari, ada seorang muslim datang dari perjalanan jauh yaitu tepatnya yang sedang melakukan perjalanan ke Jakarta. Saat tiba di Jakarta sekitar jam 2 dinihari. Selepas subuh ia harus meneruskan perjalanan ke kota lain . Sehingga memutuskan untuk beristirahat sejenak di sebuah masjid karena menjadi kebiasaan jika berpergian jauh selalu mencari tempat persinggahan atau transit ke suatu masjid.

Ketika memasuki masjid pada malam hari tentu setelah mendapat izin dari marbod atau pengurus masjid, lelaki tersebut melihat kearah dalam masjid ada seorang lelaki yang tengah bersujud. Sembari menangis tersedu-sedu dalam berdoa dengan menadahkan tangan keatas, awalnya lelaki tersebut mengiranya bahwa orang yang sedang bersujud dan berdoa tersebut sedang muhasabah diri kepada Allah dan memohon petunjukNya.

Tangisannya lelaki yang sedang berdoa dan sujud membuat orang tersebut tadi ikut mengaminkan, meskipun belum tahu doa apa yang dipanjatkan si lelaki berusia 50 (lima puluh) tahun bersujud itu.

Setelah beberapa saat, lelaki itu pun melihat kehadiran sang lelaki paruh baya ditengah malam tersebut. Ia pun datang menemuinya. Lelaki paru baya pun langsung bertanya kepada lelaki yang berdoa sambil menangis sebab ia menangis begitu lama disepertiga malam ini sambil bersujud dan berdoa, sebenarnya apa yang dimintakan kepada Allah SWT.

Sang Lelaki itu pun menjawab, “ bahwa saya banyak ujian diakhir-akhir ini sedangkan Istri saya sedang sakit, sewa rumahpun belum bayar bersamaan biaya kuliah belum bayar. Hari ini isteri saya harus segera dioperasi. Biaya operasinya sebesar 60 juta rupiah . Tapi, saya tidak memiliki benda berharga ataupun uang serupiah. Jika tidak bisa melunasi biaya pengobatan, maka istri saya tidak bisa dioperasi. Sedangkan penyakit istri saya sudah sangat parah,” jawabnya dengan suara lirih.

Lelaki paru baya pun menjawab, “ Itu sebabnya kamu bersujud dan menangis hingga seperti ini. jika begitu, kembalilah bersujud. Gantungkan semuanya yang menjadi keluh kesah dan uneg-uneg pada Allah semata. Mintalah kepada Allah. Lanjutkan menangis kepada Allah. Allah tidak akan menyia-nyiakan orang yang ikhlas minta pada-Nya. Hayati dan nikmati sujudmu. Pasti Allah mendengar dan akan berikan jalan keluar,” ungkap sang lelaki paru baya tersebut.

Lelaki itu pun kembali bersujud, berdoa dengan penuh permohonan atas segala hajatnya dan sembari menangis serta berharap Allah SWT mengijabahi semua permohonannya segera mungkin dengan kuasaNya. Memohon kepada Allah untuk segala masalah yang sedang ia hadapi dan segera terpecahkan dijalan Allah .

Disisi lain, sang lelaki paru baya pun melanjutkan istirahatnya. Dan 1 jam menjelang adzan subuh, seorang marbot masjid datang dan membangunkan lelaki paru baya tersebut.

Ia pun segera melakukan sholat qobliyah dan sholat sunnah fajar. Menjelang iqomah, pengurus masjid yang mengetahui kehadiran sang lelaki paruh baya pun memintanya untuk menjadi imam masjid sholat subuh.

Namun, lelaki paru baya tersebut menolak karena ia baru saja beristirahat dan meminta yang lain menjadi imam karena merasa dirinya orang yang musafir. Namun tak disangka, suara lelaki itu  terdengar melalui mikrophon masjid yang belum dimatikan.

Suara yang tak asing tersebut, membuat salah satu pengusaha kaya dan dermawan tersebut di dekat masjid pun datang untuk sholat berjamaah di masjid. Karena si pengusaha sering mendengarkan ceramah sang lelaki paru baya di media sosial yang saat ini terkenal melalui youtube.

Setelah selesai melaksanakan sholat subuh berjamaah , si pengusaha dan sang dermawan pun datang menghampiri lelaki paru bayah.

“ Assalamu’alaikum Bapak Ustaz. Ijinkan saya memperkenalkan diri bahwa saya adalah salah seorang penggemar anda di setiap kegiatan Bapak melalui media sosial terkhusus sering muncul di youtube. Saya sebenarnya tadi ingin sholat di masjid lain, namun mendengar suara Bapak ustaz, akhirnya saya putuskan untuk sholat berjamaah ke masjid ini untuk sholat,” ucap dengan nada rendah dan tawadhu’ sang pengusaha.

“ Sang pengusaha tersebut memohon izin untuk meminta tolong suatu hal, kata sang pengusaha apabila pak Ustaz berkenan dan mengizinkan.

“ Minta tolong apa atau konsultasi apa?” tanya pak Ustaz.

“ Saya sudah menghitung harta kekayaan yang saya miliki dan saya hitung zakat uang perusahaan saya. Dan harus mengalokasikan zakat saya sebesar 60 juta rupiah,” jawab sang jamaah sholat subuh .

Mendengar jawabannya, sang ustaz paru baya tersebut langsung menangis. Sembari mencari lelaki yang sedari tadi bersujud memohon pertolongan Allah.

Tak lama, ustaz paru baya yang akhirnya melihat lelaki itu pun memanggilnya.

“ Wahai saudaraku, kemarilah.” Datanglah lelaki tersebut.

“ Ceritakan masalah sedang anda hadapi dan rasakan saat ini wahai saudaraku,” lanjut sang ustaz.

Akhirnya lelaki itu menceritakan tentang masalahnya di hadapan Ustaz paru baya yang saat sholat subuh menjadi imam dan sang pengusaha.

Mendengar cerita lelaki itu, tiba-tiba sang dermawan sekaligus pengusaha langsung ikut empati dan menangis. Lelaki itu pun keheranan.

Akhirnya sang pengusaha itu pun menjelaskan, “ Demi Allah, saya sudah menyimpan uang ini selama seminggu. Istri saya pun terus menyuruh saya untuk menyerahkan zakat perusahaan saya ini. namun saya masih bersikukuh ingin menyerahkan langsung uang ini kepada satu orang yang benar-benar membutuhkan. Dan bisa membantu menyelesaikan masalahnya. Agar kelak ini menjadi amalan yang dapat menyelamatkan saya serta keluarga saya di akhirat.”

Mendengar hal tersebut, lelaki yang sedang membutuhkan uang itu pun menangis. Dan sang pengusaha pun langsung memberikan uang 60 juta rupiah. Mendapatkan uang tersebut lelaki itu pun langsung kembali ke tempatnya bersujud. Dan begitu bersyukur atas rezeki yang diterimanya atas doa yang tulus dan hanya memohon sebagai tempat berharap satu satunya adalah Allah SWT.

Kisah tersebut sangat memberikan ibroh kepada kita semua, agar ketika kita mendapat cobaan hidup dengan aneka cobaan, kita harus mampu menghadapinya dengan tegar, berusaha dan tidak boleh suudzon terhadap Allah SWT. Setiap langkah harus menghadirkan Allah dalam setiap langkah kita, karena Allahlah yang maha penentu dan maha mengetahui segala kondisi hambanya, dan Allah tidak melihat hasil yang dihasilkan hambanya akan tetapi Allah melihat atas usaha dan jerih payahnya sebagai orang beriman.

Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

Fanpage