Oleh Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I. (Ketua Pengadilan Agama Gunung Sugih Kelas IA)
e-mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Prolog

Dalam perjalanan hidup, manusia tidak pernah lepas dari tiga keadaan yaitu diuji dengan kesulitan, dihadapkan pada ketidakadilan, dan diberi kenikmatan. Ada hari ketika tubuh terasa lemah karena sakit yang derita, ada waktu ketika hati terluka karena perlakuan orang lain terhadap kita, dan ada saat ketika kehidupan terasa begitu indah karena berbagai nikmat yang Allah Swt. anugerahkan. Ketiganya merupakan bagian dari perjalanan seorang hamba untuk mengenal Tuhannya, memahami hakikat kehidupan, dan menyadari tidak semua yang terjadi harus dinilai dari apa yang tampak di hadapan kelopak mata. Sering kali, manusia mengukur kebahagiaan dari banyaknya harta, tingginya jabatan dan kedudukan, sehatnya tubuh, dan mudahnya segala urusan. Sebaliknya, kesedihan dianggap sebagai tanda kehidupan sedang tidak berpihak kepadanya. Padahal, sesungguhnya dalam pandangan iman, kehidupan tidak sesederhana itu. Ada kesulitan yang justru mendekatkan manusia kepada Allah, ada kehilangan yang mengajarkan arti keikhlasan, dan ada kenikmatan yang sesungguhnya merupakan ujian untuk mengetahui apakah manusia tetap bersyukur atau justru melupakan Sang Pemberi nikmat.

Selengkapnya