WhatsApp Image 2026 01 09 at 17.16.51

MUARA ENIM – Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., memberikan pembinaan krusial bagi seluruh aparatur Pengadilan Agama Muara Enim pada Jumat, 9 Januari 2026. Dalam kunjungannya, Dirjen Badilag menegaskan bahwa di tahun 2026, digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan teknologi, melainkan sebuah "Mandat Integritas" untuk menutup celah transaksi ilegal di luar prosedur.

Dalam sesi evaluasi, Dirjen Badilag membedah data kinerja PA Muara Enim periode 2023 sampai dengan tanggal 28 Desember 2025. Terdapat catatan prestasi sekaligus tantangan yang signifikan:

  • Akselerasi E-Court: PA Muara Enim menunjukkan lompatan luar biasa dalam pemanfaatan e-court, dari hanya 15,43% di tahun 2023 menjadi 99,94% di penghujung 2025.
  • E-ACE (Akta Cerai Elektronik): Implementasi tanda tangan elektronik (TTE) pada akta cerai telah mencapai 99,59%, dengan 484 akta yang berhasil diproses secara digital dari total 486.
  • Kepatuhan Salinan: Tingkat kepatuhan upload salinan putusan berada di angka 84,45%, yang menunjukkan tren positif dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Dirjen menaruh perhatian serius pada angka keberhasilan mediasi yang baru mencapai 22,17% (peringkat 11 dari 12 PA di wilayah PTA Palembang). Ia meminta mediator PA Muara Enim lebih proaktif agar perkara tidak hanya berakhir di putusan, tapi juga perdamaian

WhatsApp Image 2026 01 09 at 17.16.50

Di hadapan para hakim dan aparatur PA Muara Enim, Dirjen Badilag memberikan peringatan keras terkait penyalahgunaan keuangan perkara atau fenomena "Kasir". Ia menyoroti temuan adanya pengembalian sisa panjar yang tidak tepat waktu hingga berbulan-bulan, serta ketidakwajaran biaya proses seperti pembelian ATK yang mencapai Rp30 juta per hari tanpa stok barang yang nyata.

"Penyalahgunaan keuangan perkara adalah bentuk penyelewengan integritas yang merusak kepercayaan publik," tegasnya. Selain itu, ia mengingatkan bahaya judi online yang kini dipantau ketat oleh PPATK, di mana deposit sekecil Rp50.000,00 pun dapat terdeteksi dan berujung pada sanksi disiplin bagi aparatur.

Menutup pembinaan, Dirjen Badilag berpesan agar PA Muara Enim tidak hanya mengejar angka-angka dalam aplikasi, tetapi menghadirkan pelayanan yang memiliki nilai ibadah. Ia berharap pengadilan ini mampu menjadi "mercusuar keadilan" yang menyinari masyarakat dengan ketulusan dan integritas tanpa kompromi. "Kerja keras tak pernah berhenti, integritas dijaga sepanjang hari," pungkas Dirjen Badilag, mengajak seluruh jajaran PA Muara Enim untuk tetap konsisten di jalur perubahan. (RW)