
Makkah, Saudi Arabia – Dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Riyadh-Madinah,Makkah, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., bersama para peserta Diklat Ekonomi Syariah mendapatkan kehormatan untuk mengunjungi The International Fair and Museum of the Prophet’s Biography and Islamic Civilization. Kunjungan ini menjadi agenda istimewa di sela-sela program pelatihan yang berlangsung di Higher Judicial Institute (Ma'had al-'Ali lil-Qada), Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud .
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh pihak pengelola museum yang berada di bawah pengawasan Muslim World League. Sebagai bentuk penghormatan dan kenang-kenangan, masing-masing delegasi diberikan hadiah berupa paket buku lengkap tentang Sirah Nabawiyah. Buku-buku tersebut memuat penjelasan mendalam mengenai kehidupan, akhlak mulia, serta ajaran universal Nabi Muhammad SAW, yang menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan peradaban dan hukum Islam di dunia.

Menyusuri Jejak Sejarah dengan Teknologi Modern
Selama berada di museum, Dirjen Muchlis dan rombongan berkesempatan menyaksikan langsung berbagai koleksi interaktif yang menggambarkan kehidupan Nabi Muhammad SAW secara detail dan mendalam. Museum yang terletak di kawasan Clock Towers ini memang dikenal sebagai institusi terbesar di dunia yang menyajikan sirah Nabi dengan pendekatan holistik dan berteknologi mutakhir .
Para peserta diklat terlihat antusias mengikuti tur berpemandu yang membawa mereka menjelajahi waktu. Mereka menyaksikan rekonstruksi visual Mekkah dan Madinah di masa kenabian menggunakan teknologi projection mapping dan layar panorama raksasa. Penggunaan layar interaktif dan touch screen canggih memungkinkan pengunjung untuk mendapatkan informasi mendalam tentang berbagai peristiwa bersejarah .
Salah satu bagian yang paling memukau adalah paviliun bertajuk "The Prophet as if You Were with Him" (Nabi Seolah-olah Anda Bersamanya). Paviliun ini menggambarkan pemandangan Mekkah, Madinah, serta rute hijrah dengan begitu hidup . Selain itu, rombongan juga melihat panorama makam Nabi, simulasi pembangunan Masjid Nabawi, serta tenda pengobatan kenabian yang menampilkan aspek kesehatan dan kehidupan sehari-hari Rasulullah .

Tak hanya itu, pameran juga menampilkan koleksi hologram dari perabotan dan perlengkapan yang berkaitan dengan kehidupan Nabi, serta diorama miniatur yang menunjukkan detail arsitektur dan kehidupan masyarakat Arab di masa lampau . Di bagian lain, delegasi berkesempatan melihat pameran permanen yang menampilkan upaya Kerajaan Arab Saudi dalam melayani Dua Tanah Suci, Al-Qur'an, dan Sunnah, yang semakin memperkaya wawasan tentang perkembangan peradaban Islam .
Pengalaman Berharga Sepanjang Perjalanan Dinas
Kunjungan ke museum ini tidak hanya menjadi wisata sejarah, tetapi juga memperkuat pemahaman para hakim dan peserta diklat tentang konteks budaya dan peradaban yang melatarbelakangi perkembangan hukum Islam. Di akhir tur para Dirjen dan para peserta lainnya menerima hadiah buku Sirah Nabawiyah yang dibagikan langsung oleh pihak museum.
Pemberian cinderamata ini menjadi simbol eratnya hubungan kelembagaan antara peradilan agama Indonesia dengan institusi ilmiah terkemuka di Saudi Arabia. Diharapkan pengalaman ini dapat memperkaya khazanah keilmuan para peserta diklat dan menginspirasi pengembangan peradilan agama yang lebih baik di tanah air.
