Zanzibar4

Jakarta, 7-13 Juni 2026 Ada satu kalimat tua yang menggema di sepanjang koridor sejarah: keadilan tidak mengenal batas geografi. Dan pada pekan pertama Juni 2026, kalimat itu menjelma menjadi serangkaian langkah nyata. Zanzibar, gugusan pulau di lepas pantai Afrika Timur yang terkenal dengan aroma rempah dan denyut peradaban Islamnya, mengirimkan utusan keadilannya ke Nusantara. Bukan sekadar kunjungan diplomatik, melainkan ziarah pengetahuan. Bukan hanya pertemuan formal, melainkan perjumpaan jiwa antara dua peradaban bahari yang sama-sama menjadikan hukum sebagai kompas moral.

Tema yang diusung bukanlah sekedar slogan: "Menghubungkan Dua Tepian Keadilan: Dari Zanzibar ke Nusantara". Ia adalah pengakuan bahwa meskipun samudera memisahkan, keadilan tetaplah jembatan yang paling sejati..

Kunjungan ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua belah pihak untuk saling belajar, khususnya dalam pengelolaan peradilan, mediasi, transformasi digital, serta penguatan kapasitas aparatur peradilan. Zanzibar, yang memiliki dualisme sistem hukum (common law dan hukum Islam), memandang Indonesia sebagai mitra ideal karena pengalaman panjangnya dalam membangun peradilan agama yang modern, tersebar di 34 pengadilan tinggi agama dan 412 pengadilan agama tingkat pertama di seluruh tanah air.

Rombongan Zanzibar Judiciary Office tiba di Jakarta pada Minggu, 7 Juni 2026. Setelah beristirahat, mereka memulai rangkaian kegiatan resmi pada Senin pagi, 8 Juni 2026, dengan penuh semangat kelembagaan. Suasana kekeluargaan dan profesionalisme langsung terasa sejak langkah pertama para delegasi menginjakkan kaki di lingkungan Mahkamah Agung RI.

Mengenal Sejarah Peradaban Hukum: Museum Mahkamah Agung

zanzibar5

Pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, delegasi diajak mengunjungi Museum Mahkamah Agung Republik Indonesia. Museum yang terletak di kompleks Gedung Mahkamah Agung, Jakarta Pusat ini menyimpan dokumentasi perjalanan panjang sistem peradilan di Indonesia, sejak era kerajaan, kolonial, pasca kemerdekaan, hingga saat ini

Dengan dipandu oleh Yudi Hermawan, Hakim Yustisial pada Ditjen Badilag, para delegasi Zanzibar tampak kagum menyaksikan museum yang modern dan berbasis digital, replika ruang sidang tempo dulu sampai sekarang, hingga peninggalan tokoh-tokoh Ketua Mahkamah Agung. “Memahami sejarah peradilan suatu bangsa adalah cara terbaik untuk menghormati tradisi hukumnya dan membangun masa depan bersama,” ujar salah satu perwakilan delegasi sambil mencatat penjelasan pemandu.

Courtesy Call dengan Ketua Mahkamah Agung RI

zanzibar6

Setelah rehat sejenak pada pukul 11.00-13.00 WIB, acara puncak hari pertama dimulai. Pada pukul 13.00 WIB, delegasi Zanzibar melakukan courtesy call atau kunjungan kehormatan kepada Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia. Dalam pertemuan yang berlangsung khidmat di ruang kerja pimpinan MA, kedua belah pihak membahas sistem hukum di dua negara, potensi kerja sama bilateral di bidang yudisial, termasuk pertukaran hakim dan digitalisasi pelayanan publik peradilan.

Ketua MA RI menyampaikan apresiasi atas inisiatif Zanzibar menjadikan Indonesia sebagai rujukan. “Kami percaya bahwa keadilan tidak mengenal batas wilayah”. Semangat pertukaran pengetahuan ini mencerminkan hasrat bersama untuk menghadirkan putusan-putusan yang berkeadilan bagi masyarakat, terutama di wilayah dengan populasi Muslim yang signifikan.

Bertukar Gagasan dengan Para Hakim Agung Kamar Agama

Sesi berikutnya pada pukul 14.00-16.00 WIB merupakan knowledge exchange dengan Yang Mulia para Hakim Agung dari Kamar Agama Mahkamah Agung RI. Diskusi berlangsung hangat dan substantif, membahas berbagai tantangan dalam menyelesaikan perkara perdata Islam seperti pernikahan, waris, wakaf, dan ekonomi syariah.

zanzibar7

zanzibar 8

YM para hakim agung kamar agama memaparkan bagaimana kamar agama telah berhasil mengurangi penumpukan perkara. Sementara itu, delegasi Zanzibar berbagi pengalaman tentang pengadilan Kadhi (pengadilan Islam) di Zanzibar yang memiliki kewenangan yang hamper serupa peradilan agama di Indonesia dan keinginan mereka untuk memperluas peran pengadilan Islam dalam sistem hukum nasional.

Revolusi Digital: Pertukaran Pengalaman dengan Kepaniteraan MA

zanzibar 9

Sesi terakhir hari Senin yang tidak kalah penting adalah knowledge exchange dengan Panitera Mahkamah Agung RI pada pukul 16.00-17.00 WIB. Fokus utama adalah digital transformation and case management system, yakni transformasi digital dan sistem manajemen perkara.

zanzibar 10

Panitera MA memperkenalkan aplikasi e-Court, e-Litigation, dan sistem pelacakan perkara online yang telah diterapkan di pengadilan tingkat pertama hingga kasasi. Delegasi Zanzibar sangat antusias karena kantor kehakiman mereka saat ini tengah merintis sistem administrasi perkara digital. “Indonesia telah melompat jauh. Kami ingin belajar dari kesuksesan dan juga tantangan yang dihadapi, sehingga ketika kami membangun sistem serupa,” ungkap ketua Delegasi Zanzibar sekaligus ketua kadhi Zanzibar.

Hari Kedua: Menjangkau 446 Pengadilan Agama se-Indonesia Dalam Satu Helaan Nafas

zanzibar11

Selasa, 9 Juni 2026, menjadi hari yang monumental. Mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, delegasi mengikuti knowledge exchange dengan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Ditjen Badilag) Mahkamah Agung RI. Acara ini berlangsung secara hybrid (online dan offline), menghubungkan para peserta di Jakarta dengan pimpinan, hakim, panitera dan sekretaris dari 34 Pengadilan Tinggi Agama dan 412 Pengadilan Agama di seluruh Indonesia.

zanzibar12

Ini adalah pertama kalinya para hakim dan pegawai pengadilan agama dari Aceh hingga Papua berinteraksi langsung dengan rekan-rekan dari Zanzibar. Mereka berbagi praktik baik tentang pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), penetapan batas usia nikah, serta penanganan perkara di lingkungan peradilan agama. Delegasi Zanzibar juga menyampaikan materi tentang sistem peradilan Zanzibar yang unik, dengan pengadilan Islam dan pengadilan umum yang berjalan paralel.

Sesi yang berlangsung tiga jam ini ditutup dengan komitmen untuk membangun nota kesepahaman (MoU) di bidang pengembangan kompetensi hakim dan aparatur peradilan di dua negara.

Kunjungan ke Pengadilan Tinggi Agama Jakarta

zanzibar14

Setelah jeda siang pukul 12.00-13.30 WIB, kegiatan kembali bergulir pada pukul 14.00-16.00 WIB. Delegasi berkunjung ke Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Jakarta. Mereka disambut oleh Ketua PTA beserta para hakim tinggi dan aparatur PTA Jakarta serta ketua pengadilan agama di wilayah jakarta. Acara difokuskan pada pembahasan mekanisme banding perkara perdata agama. Para delegasi berkesempatan berdiskusi langsung dengan segenap hakim tinggi dan pimpinan pengadilan agama di wilayah PTA Jakarta

zanzibar13

“Kami sangat terkesan dengan efisiensi dan transparansi yang ditunjukkan PTA Jakarta. Aplikasi SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara) sangat membantu para pihak memantau perkembangan banding mereka,” komentar seorang anggota delegasi.

Hari Ketiga: Belajar Dari Kawah Candradimuka Hakim dan Aparatur Peradilan Seluruh Indonesia

zanzibar15

Rabu, 10 Juni 2026, delegasi mengawali kegiatan dengan knowledge exchange bersama Badan Strategi Kebijakan, Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI (disingkat BSDK MA) pada pukul 09.00-12.00 WIB. Lembaga ini bertanggung jawab merumuskan dan melaksanakan kebijakan pendidikan bagi hakim, dan aparatur peradilan seluruh indonesia.

zanzibar16

zanzibar17

Diskusi menyoroti kurikulum pelatihan hakim yang berkelanjutan, standardisasi kompetensi, dan sertifikasi mediator. Delegasi Zanzibar sangat tertarik dengan program sertifikasi mediator dan training of trainer mediator yang dialkukan BSDK MA RI. lebih jauh lagi, Zanzibar judiciary office bahkan meminta secara langsung kepada Kepala BSDK agar dapat mengirimkan pengajar ke Zanzibar untuk melatih mediator di Zanzibar. Setelah berdiskusi, rombongan delegasi diajak berkeliling melihat fasilitas yang ada di BSDK MA RI, sekaligus mempelajari kegiatan apa saja yang dapat dilakukan peserta Pendidikan dan pelatihan selain dari proses pembelajaran di kelas.

Mempelajari Layanan Pengadilan Agama Internasional di Pusat Kota Jakarta

zanzibar18

Sesi dilanjutkan setelah rehat siang dengan kunjungan ke Pengadilan Agama Jakarta Pusat pada pukul 14.30-16.30 WIB. Pengadilan ini merupakan satu-satunya pengadilan agama di Indonesia yang menangani perkara di luar negeri. Para delegasi melihat secara langsung antrean para pencari keadilan, proses pendaftaran perkara melalui elektronik dan manual, hingga melihat langsung suasana ruang sidang dan layanan PA Jakarta Pusat. Setelah berkeliling dan mendapatkan penjelasan dari ketua PA Jakarta Pusat, delegasi melanjutkan dengan sesi diskusi bersama dengan para Hakim dan aparatur pengadilan agama Jakarta pusat.

zanzibar 21

Ketua Pengadilan Agama Jakarta Pusat, Muhammad Aliyuddin, S.Ag., M.H., mengatakan bahwa transformasi digital yang dilakukan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperluas akses keadilan bagi masyarakat Indonesia yang berada di berbagai negara.

Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah sidang keliling internasional untuk perkara itsbat nikah. Melalui program tersebut, WNI yang tinggal atau bekerja di luar negeri dapat memperoleh kepastian hukum atas status perkawinannya tanpa harus kembali ke Indonesia untuk mengikuti proses persidangan.

Hari Keempat: Menyaksikan Langsung Layanan di Pengadilan Agama Jakarta Selatan

zanzibar19

Kamis, 11 Juni 2026, delegasi dijadwalkan melakukan knowledge exchange dengan Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada pukul 09.00-12.00 WIB. Mereka disambut oleh ketua pengadilan dan jajaran hakim serta aparatur. Dalam sesi ini, delegasi diizinkan mengamati jalannya layanan di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Mereka juga berdialog dengan para hakim tentang teknik memeriksa perkara.

zanzibar20

“Pengadilan Agama Jakarta Selatan memberikan contoh bagaimana pengadilan tingkat pertama dengan beban perkara yang sangat tinggi bisa tetap gesit, ramah, namun tetap berwibawa. Kami membawa pulang banyak pelajaran tentang manajemen ruang sidang, tehnik penyelesaian perkara dan mediasi,” ujar Ketua Delegasi.

Kesan Mendalam dan Keberangkatan Kembali ke Zanzibar

Sabtu, 13 Juni 2026, menjadi hari perpisahan. Rombongan Zanzibar Judiciary Office bersiap meninggalkan Jakarta menuju Zanzibar. Dalam pesan perpisahan yang disampaikan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Ketua Kadhi Zanzibar selaku ketua delegasi menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga.

zanzibar22

“Seminggu di Indonesia semakin meyakinkan kami bahwa keadilan bukanlah konsep yang abstrak, melainkan kerja nyata yang membutuhkan kolaborasi, teknologi, dan ketulusan hati. Kunjungan ini dipastikan akan ditindaklanjuti dengan berbagai bentuk kerja sama teknis, termasuk pelatihan mediator Zanzibar dan pengiriman tim dari Indonesia ke Zanzibar. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan, Zanzibar dan Indonesia kini berdiri sebagai dua tepian yang saling menatap, mengulurkan tangan, dan bersama-sama membangun dunia yang lebih adil dan manusiawi.

Epilog: Dua Tepian, Satu Samudra

Kunjungan Zanzibar ke Indonesia bukanlah sekadar pertukaran teknis. Ia adalah pengakuan bahwa keadilan bersifat universal, ia harus tumbuh dari tanah dan airnya masing-masing. Zanzibar belajar tidak hanya tentang digitalisasi dan proses mediasi, tetapi juga belajar tentang komitmen transformasi dari seluruh hakim dan aparatur. Indonesia belajar tentang kerendahan hati seorang hakim dan juga keteguhan tradisi peradilan Islam di Zanzibar yang berusia berabad-abad.

Tema "Menghubungkan Dua Tepian Keadilan" terasa lengkap kini. Tepian pertama adalah Zanzibar dengan budaya islam yang kental dan pengadilan Kadhi-nya. Tepian kedua adalah Nusantara dengan musyawarah mufakat dan adaptasi teknologinya. Antara keduanya mengalir samudra yang sama, yaitu samudra keadilan.

Dan di setiap gelombangnya, terukir pesan: keadilan tidak pernah berpisah, ia hanya menunggu untuk dihubungkan.