Pangkajene, 8 Juli 2026 – Semangat perubahan dan komitmen pelayanan prima bergelora di Pengadilan Agama (PA) Pangkajene pada hari Rabu (8/7/2026). Dalam rangka mewujudkan peradilan yang bersih dan melayani, PA Pangkajene menjadi tuan rumah acara Pembinaan dan Pendampingan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Istimewanya, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh aparatur tuan rumah, tetapi juga turut dihadiri secara langsung oleh Ketua dan pejabat dari Pengadilan Agama Watansoppeng.

Kegiatan dibuka dengan penuh khidmat oleh Ketua PA Pangkajene, yang menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas terpilihnya PA Pangkajene sebagai pusat episentrum pendampingan WBK kali ini. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan hangat sekaligus arahan dari Wakil Ketua PTA Makassar. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa sinergi antara PTA, PA Pangkajene, dan PA Watansoppeng adalah kunci penting untuk memastikan standar pelayanan publik terus meningkat dan terbebas dari praktik korupsi.

Bukan Sekadar Predikat, Integritas adalah Budaya
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Sekretaris Ditjen Badilag, Arief Hidayat.Dalam pemaparannya, Sesditjen Badilag menekankan pesan fundamental mengenai hakikat predikat yang sedang diperjuangkan. "WBK bukan sekadar predikat, tetapi cerminan budaya kerja yang menjadikan integritas sebagai kebiasaan, pelayanan sebagai panggilan, dan kepercayaan publik sebagai tujuan," tegas beliau
Sesditjen juga membagikan kiat-kiat khusus untuk menghadapi sesi wawancara desk evaluasi agar berjalan tanpa cela. Peserta juga diberikan gambaran mengenai daftar "Pertanyaan yang Hampir Selalu Muncul Saat Penilaian" agar tidak terjebak, terutama pertanyaan kritis mengenai mitigasi risiko dan inovasi unggulan satuan kerja.
Sesi pendampingan ini tidak hanya diisi dengan teori birokrasi, tetapi juga sentuhan motivasi spiritual. Di akhir materinya, Founder komunitas "Berani Keluar Dari Zona Nyaman (BKDZN)" ini mengajak seluruh aparatur peradilan untuk meraih "Bahagia Tanpa Batas".

Setelah penyampaian materi yang komprehensif, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para peserta dari PA Pangkajene dan PA Watansoppeng berdiskusi secara interaktif untuk mematangkan persiapan mereka. Kegiatan ini ditutup dengan semangat tinggi yang selaras dengan pesan penutup dari presentasi Sesditjen Badilag:
"Pergi ke taman memetik melati, harumnya semerbak hingga ke halaman. Integritas menjadi budaya sejati, WBK diraih dengan kerja nyata dan keteladanan."
Penulis: OT