20260102 111244 11zon

Palembang – Mengawali tahun baru 2026 dengan semangat perubahan, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama MA-RI, (Drs. H. Muchlis, S.H., M.H.,) melakukan kunjungan kerja sekaligus memberikan pembinaan intensif kepada seluruh aparatur Pengadilan Agama Palembang pada Jumat, 2 Januari 2026. Dalam kegiatan tersebut, Dirjen Badilag turut didampingi oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang (Drs. Abdullah, S.H., M.H.). Kehadiran Dirjen Badilag di wilayah Sumatera Selatan ini menambah khidmat suasana pembinaan yang dihadiri oleh seluruh pimpinan, hakim, serta jajaran struktural dan fungsional PA Palembang dengan tema sentral "Jangkar Nurani di Samudra Keadilan".

20260102 095611 11zon

Dalam arahannya, Dirjen Badilag menekankan bahwa jabatan adalah amanah yang berbatas waktu, namun integritas adalah jangkar yang menjaga marwah institusi. Ia mengingatkan bahwa keadilan sejati tidak hanya lahir dari pasal-pasal hukum, tetapi dari hati yang konsisten dalam kejujuran. "Evaluasi institusi bukan sekadar angka dalam laporan, melainkan refleksi kejujuran setiap hati di dalamnya," tegas beliau. Poin krusial lain yang disampaikan adalah mengenai ancaman judi online yang disebut sebagai "benalu" peradilan. Dirjen Badilag menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi aparatur yang menggadaikan kehormatan di meja judi digital. Secara khusus, disampaikan bahwa BAWAS akan menindak bagi aparatur yang terlibat dengan sanksi yang paling berat bagi setiap jejak digital keterlibatan mereka.

Apresiasi Capaian Kinerja: E-Court Raih 100% Dirjen Badilag memberikan apresiasi tinggi atas capaian kinerja PA Palembang sepanjang tahun 2025, khususnya pada aspek digitalisasi:

  • Pemanfaatan E-Court: Mencapai angka sempurna 100,00% pada tahun 2025.
  • Nilai SIPP: Meraih nilai akhir 93,44.
  • E-ACE (Akta Cerai Elektronik): Persentase TTE (Tanda Tangan Elektronik) mencapai 99,32%.
  • Prestasi Nasional: Capaian Output IKPA DIPA 01 berdasarkan E-Bima berhasil mencapai 100%

20260102 095558 11zon

Dirjen Badilag, didukung oleh Ketua PTA Palembang, mendorong para hakim dan mediator untuk melakukan mediasi dengan empati dan memahami kearifan lokal. Beliau juga menekankan pentingnya layanan yang ramah dan tidak transaksional. "Pengunjung datang dengan beban masalah. Tunjukkan empati dan berikan solusi, bukan hambatan," tambahnya. Menutup pembinaannya, Dirjen Badilag mengajak seluruh aparatur PA Palembang untuk menjadikan tahun 2026 sebagai tahun inspirasi. "Jadilah aparatur yang tangkas (agile), responsif, dan penuh empati. Kita hadir untuk menjadi pemberi solusi yang tuntas dan berkeadilan," pungkasnya. (RW)