
Jakarta, 13 Juli 2026 – Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Ditjen Badilag) Mahkamah Agung RI secara resmi membuka kegiatan Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper Test) Calon Pimpinan Pengadilan di Lingkungan Peradilan Agama Tahun 2026. Pembukaan berlangsung secara daring melalui Badilag Comment Center dan diikuti oleh ratusan peserta serta pimpinan peradilan agama dari seluruh Indonesia.
Acara pembukaan dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H. Kegiatan ini merupakan momentum strategis untuk menjaring pemimpin-pemimpin berkualitas yang akan membawa kemajuan bagi institusi peradilan agama ke depan.
Tema: Kepemimpinan Berkelanjutan untuk Peradilan Agama Modern
Mengusung tema “Melalui Seleksi Calon Pimpinan Pengadilan di Lingkungan Peradilan Agama, Kita Tingkatkan Kualitas Kepemimpinan Badan Peradilan Menuju Peradilan Agama Modern yang Berkelanjutan,” kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan cerminan komitmen kolektif untuk membangun kepemimpinan yang berkesinambungan.
Dirjen Muchlis menegaskan bahwa kepemimpinan yang dicari tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek, melainkan mampu menciptakan budaya kerja, sistem, dan inovasi yang dapat diwariskan serta terus dikembangkan oleh generasi pimpinan selanjutnya.
Pesan Ketua MA: Pemimpin sebagai Problem Solver, Bukan Trouble Maker
Sejalan dengan amanat Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung, seorang pemimpin harus hadir sebagai problem solver, bukan trouble maker, serta hadir untuk melayani, bukan minta dilayani. Pesan ini menjadi pegangan utama bagi setiap calon pemimpin, karena pada hakikatnya jabatan adalah amanat dan sarana pengabdian kepada masyarakat, bukan sekadar simbol kekuasaan.
Hal ini selaras dengan kebijakan Mahkamah Agung yang menekankan pentingnya kepemimpinan berbasis layanan, integritas, dan profesionalisme. Sebagaimana disampaikan dalam Rapat Koordinasi Badilag 2026, pemimpin yang baik adalah pribadi yang mampu menginspirasi, membimbing, dan memberdayakan tim untuk mencapai tujuan bersama melalui empati dan komunikasi efektif.

211 Peserta Ikuti Seleksi Calon Wakil Ketua Pengadilan Agama
Pelaksanaan Fit and Proper Test tahun 2026 ini diikuti oleh sekitar 211 orang peserta dengan rincian:
- Calon Wakil Ketua Pengadilan Agama Kelas IA: terdaftar 48 peserta, lolos administrasi dan konfirmasi kesediaan sebanyak 46 peserta;
- Calon Wakil Ketua Pengadilan Agama Kelas IB: terdaftar 136 peserta, lolos administrasi sebanyak 132 peserta; dan
- Calon Wakil Ketua Pengadilan Agama Kelas II: terdaftar 27 peserta, dinyatakan lolos 1 (satu) orang peserta.
Seleksi Ketat: Tidak Hanya Angka, Tapi Kontribusi Nyata
Dirjen Muchlis menegaskan bahwa penentuan peserta dalam uji kepatutan ini tidak semata-mata bertumpu pada angka prestasi numerik atau posisi struktural semata. Pihaknya menggali lebih dalam, khususnya mengenai peran personal calon terhadap kemajuan satuan kerja—apakah calon benar-benar terlibat aktif dalam mendorong peningkatan kinerja, ataukah sekadar menikmati hasil tanpa memberikan kontribusi yang berarti.
Dalam proses penentuan ini, Ditjen Badan Peradilan Agama sangat mempertimbangkan rekomendasi dari Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI, serta mengacu pada standar dan kriteria yang telah ditetapkan.
Pesan kepada Peserta dan Panitia Penyelenggara
Kepada para peserta, Dirjen Muchlis berpesan agar memanfaatkan setiap tahapan ujian sebagai ruang untuk menampilkan kompetensi, integritas, dan visi kepemimpinan yang konkret serta aplikatif. “Tunjukkan bahwa Anda bukan hanya memiliki kapasitas dan kapabilitas, tetapi juga keteladanan dan keberanian untuk membawa perubahan positif bagi institusi,” ujarnya.
Kepada seluruh pelaksana, khususnya jajaran Direktorat Pembinaan Tenaga Teknis, Dirjen berharap proses seleksi ini berjalan dengan menjunjung tinggi prinsip transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas. Setiap penilaian harus dilakukan berdasarkan standar yang jelas dan konsisten, sehingga benar-benar melahirkan pemimpin terbaik demi masa depan Peradilan Agama yang lebih gemilang.

Tujuan Akhir: Peradilan Agama yang Akuntabel, Profesional, Inovatif, dan Berkelas Dunia
Dirjen Muchlis menegaskan bahwa tujuan akhir dari seluruh rangkaian ini adalah melahirkan pimpinan yang mampu mewujudkan Pengadilan Agama yang akuntabel, profesional, inovatif, dan berkelas dunia. Kepemimpinan berkelanjutan yang dicari haruslah tangguh menghadapi tantangan kekinian, sekaligus visioner menyiapkan lembaga ini menyongsong dinamika masa depan yang penuh dengan peluang dan tantangan.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari komitmen Ditjen Badilag dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, sebagaimana tertuang dalam Program Prioritas 2026 yang menitikberatkan pada lima pilar utama: penguatan integritas dan akuntabilitas, peningkatan kualitas layanan pengadilan, penguatan kelembagaan, penguatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan teknologi informasi.