iain pontianak 1

Jakarta – Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Ditjen Badilag) Mahkamah Agung RI menerima audiensi dari Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak dalam rangka memperkuat sinergi antara dunia akademik dan lembaga peradilan. Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk membahas pengembangan sumber daya manusia peradilan agama yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, masyarakat, maupun aparatur peradilan agama.

Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah dibangun melalui Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum dengan Ditjen Badilag. Fokus utama pembahasan diarahkan pada peningkatan kualitas lulusan Fakultas Syariah agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan peradilan agama sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan peradilan yang semakin profesional.

Dalam kesempatan tersebut, pihak IAIN Pontianak menyampaikan bahwa institusinya masih berstatus Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Saat ini Fakultas Syariah belum memiliki program studi magister maupun doktor, sehingga penguatan jejaring dan kolaborasi dengan Ditjen Badilag menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan kompetensi mahasiswa.

Dekan Fakultas Syariah IAIN Pontianak menjelaskan sejumlah program yang diharapkan dapat diwujudkan bersama Ditjen Badilag. Salah satunya adalah penyelenggaraan simulasi Computer Assisted Test (CAT) bagi mahasiswa sebagai bekal menghadapi seleksi calon aparatur peradilan agama. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan lulusan untuk bersaing dalam proses rekrutmen nasional.

Selain itu, Fakultas Syariah juga mengusulkan adanya program mentoring bagi mahasiswa yang melaksanakan magang di pengadilan agama. Melalui pendampingan yang lebih terstruktur oleh hakim maupun aparatur peradilan, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktik, tetapi juga memahami budaya kerja, etika profesi, administrasi perkara, hingga proses penyelesaian perkara secara komprehensif.

Fakultas Syariah IAIN Pontianak juga berharap semakin banyak alumninya yang dapat berkarier di lingkungan peradilan agama, baik sebagai hakim maupun aparatur peradilan lainnya. Selama ini, sinergi dengan Pengadilan Tinggi Agama Pontianak telah berjalan dengan baik melalui dukungan Ketua PTA Pontianak yang secara rutin memberikan materi kepada mahasiswa dalam kegiatan magang dan Praktik Kerja Kemahiran Hukum dan Peradilan.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Ditjen Badilag, Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M., menjelaskan bahwa salah satu tugas utama Ditjen Badilag adalah menyusun berbagai standar dan kebijakan teknis yang berkaitan dengan tenaga teknis peradilan, administrasi perkara, serta peningkatan kapasitas aparatur peradilan agama. Oleh karena itu, kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten sejak masih berada di bangku kuliah.

IAIN pontianak 2

Dalam paparannya, Sesditjen Badilag juga mengungkapkan bahwa kebutuhan hakim peradilan agama saat ini sangat mendesak. Dengan beban perkara yang mencapai sekitar 600.000 perkara setiap tahun, jumlah hakim yang tersedia, sekitar 2.800 orang, masih belum sebanding dengan tingginya kebutuhan pelayanan kepada masyarakat. Kondisi tersebut menuntut adanya upaya sistematis dalam mempersiapkan calon-calon hakim yang berkualitas melalui kolaborasi antara lembaga pendidikan dan Mahkamah Agung.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Ditjen Badilag menyatakan kesiapan untuk menyelenggarakan bimbingan persiapan Seleksi Kemampuan Bidang (SKB) bagi mahasiswa yang berminat mengikuti seleksi calon hakim peradilan agama maupun formasi aparatur peradilan lainnya. Selain itu, mahasiswa juga akan didorong memanfaatkan aplikasi e-Learning Badilag sebagai media pembelajaran dan simulasi tes sehingga mereka dapat berlatih secara mandiri dengan materi yang relevan dengan kebutuhan seleksi.

Kolaborasi ini diharapkan memberikan manfaat yang luas. Bagi mahasiswa, kerja sama tersebut menjadi sarana meningkatkan kompetensi akademik dan profesional sekaligus memperbesar peluang berkarier di lingkungan peradilan agama. Bagi aparatur peradilan agama, sinergi dengan perguruan tinggi akan mendukung tersedianya calon-calon SDM yang memiliki kesiapan teknis, integritas, dan pemahaman terhadap dinamika praktik peradilan. Sementara bagi masyarakat, hadirnya aparatur peradilan yang semakin kompeten diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan hukum, mempercepat penyelesaian perkara, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan agama.

Melalui audiensi ini, Ditjen Badilag dan Fakultas Syariah IAIN Pontianak menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kemitraan dalam pengembangan pendidikan, peningkatan kompetensi, dan penyiapan sumber daya manusia yang unggul demi mewujudkan peradilan agama yang modern, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.