logo web

Dipublikasikan oleh Iwan Kartiwan pada on . Dilihat: 438

Tentang Kehidupan dan Kematian

Oleh: M. Khusnul Khuluq, S.Sy, M.H.

Hakim PA Sungai Penuh, Jambi

Manusia dilahirkan dalam keadaan sama. Sebagai bayi mungil yang tak berdaya. Kemudian, mereka tumbuh. Dan setelah mencapai usia tertentu, akan mati. Berakhir dengan jasad tanpa detak jantung. Darah membeku tanpa nyawa. Dan setelah beberapa lama, jasad itu pada akhirnya membusuk.

Jika semua akan menemui ajal. Mengapa sebagian kita merasa jemawa? Merasa lebih hebat dari sebagian lain. Merasa lebih pintar dari sebagian yang lain. Merasa lebih kuat dan berkuasa dari yang lain. Merasa lebih terdidik dan seterusnya.

Apa yang mau kita banggakan dengan setumpuk harta atau tahta? Sementara kita tidak dapat mencegah detak jantung untuk berhenti, setelah usia kita terlampau renta. Dan ketika otot-otot sudah terlampau kendur. Itu menjengkelkan.


Selengkapnya KLIK DISINI


 

 

Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

Fanpage