logo web

Dipublikasikan oleh Iwan Kartiwan pada on . Dilihat: 304

POLIGAMI: DARI MUHAMMAD ABDUH SAMPAI TAFSIR FEMINIS

Oleh: Fahadil Amin Al Hasan, S.Sy., M.Si

(Calon Hakim Magang Pengadilan Agama Bandung Kelas IA) &

Gumilar Irfanullah, Lc., M.Si

(Dosen IAIN Cirebon)

A. Pendahuluan

Hadirnya praktik poligami dalam kehidupan Muslim nampaknya masih menarik perdebatan yang sengit terkait cara pandang terhadap wanita. Dalam diskursus kewanintaan moderen, ada cara pandang yang mengatakan bahwa poligami merupakan aksi yang merampas hak-hak wanita dan mencengkeram kebebasannya. Sebagai warisan dari fenomena feminisme yang menyeruak sejak abad 19 M, emansipasi wanita menjadi salah satu hak yang disuarakan secara keras dalam masyarakat modern. Beberapa negara Barat bahkan membuat peraturan sipil khusus untuk melarang praktik poligami, semisal Prancis, Italia, Yunani dan negara-negara Eropa lainnya. Emansipasi wanita yang memandang poligami sebagai bentuk “pencengkeraman” terhadap hak asasi wanita mulai menjangkit budaya-budaya Timur yang sudah sejak lama terbiasa dengan poligami. Konsep emansipasi wanita “radikal” mulai menggerogoti cara pandang budaya setempat terhadap wanita, sehingga beberapa negara Islam memberlakukan peraturan-peraturan khusus untuk praktik poligami. Tunisia, berbeda dengan negara berpenduduk Muslim lainnya, melarang secara legal praktik poligami dan akan mengganjar pelakunya dengan hukuman penjara atau denda.[1]


[1] https://dunia.tempo.co/read/1169708/jadi-kontroversi-warga-tunisia-minta-poligami-diatur-hukum diakses pada tanggal 10 Agustus 2019



Selengkapnya KLIK DISINI


 

 

Comments  
# abdurrahman_PA_Kras 2019-08-19 10:57
Assalamualaikum
Tulisan yang kuat literasinya,
untuk admin sebaiknya tulisan ini masuk dalam ranah artikel bukan hikmah
Reply | Reply with quote | Quote
Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

Fanpage