logo web

Dipublikasikan oleh Iwan Kartiwan pada on . Dilihat: 1178

KETIKA KENAIKAN PANGKAT DIANGGAP SEBAGAI  “ANCAMAN”

Oleh : Drs. H.  Ahmad Rasidi, SH. MH.

(Hakim Pengadilan Agama Pacitan)

Tulisan singkat ini dibuat sama sekali tidak bermaksud menggurui dan sifatnya tidak pula tendensius, kalau ada yang menafsirkan lain, sebesar-besarnya saya mohon maaf. Karena hanya memberikan secercah renungan yang mungkin patut dicermati.

            Pada saat Abu Bakar As-Siddiq terpilih secara aklamasi sebagai khalifah Khulafaur Rasyidin pada tahun 632 M  pasca wafatnya Nabi Muhammad SAW. Kata-kata yang pertama terucap dari lisannya Abu Bakar adalah “ Innalillahi Wainna ilaihi roji’un”, suatu ungkapan yang biasanya digunakan ketika seseorang mendapat musibah khususnya musibah kematian.


Selengkapnya KLIK DISINI


 

 

Comments  

 
# ka anwaruddin bjm 2018-02-20 13:44
dalam kondisi masih banyak kekurangan hakim pada PA kelas II atau kelas I B, sementara pimpinannya harus dimutasi karena harus naik pangkat dan di PA kelas yang lebih tinggi hakimnya menumpuk para mantan ketua kelas di bawahnya, mungkin perlu dicarikan jalan keluarnya, misalnya yang masih milih jadi pimpinan tapi dengan syarat pangkatnya tidak naik, atau mungkin karena kondisi seperti itu ada jalan lain yang dianggap lebih baik, والله اعلم
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# sugeng p.a.kab.madiu 2018-02-27 14:17
kalau menurut saya jangan mematikan karier hakim, kita kembalikan kepada undang undang yang mengatur jabatan hakim trutama hakim karier , jika seorang hakim dimatikan kariernya tentu tidak mempunyai gairah lagi . contohnya hakim yang berada diklas 1/a sejak diangkat tetapi tidak pernah diberi kesempaan jadi pimpinan kas 1/b dengan alasan belum pernah jadi pimpinan di 1/b demikian juga hakim sejak diangkat berada diklas 1/b tidak bisa diangkat jadi pimpinan kelas 1/b, alasan tida pernah menjadi pimpinan d klas II.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# marwan bima 2018-04-09 07:26
ada lagi batasan umur untuk jadi pimpinan...
pangkat IV/b umur 53,,, wah dari mana dasar hukumnya...
banyak hakim yang potensial terutama dari cakim pegawai yg terMUTILASI karirnya akibat kebijakan yang tidak populair ini.....
biarkan mereka bersaing,, soal umur tidak menjadi halangan seseorang untuk berkarir. orang sudah pensiun aja masih dipakai tenaga pikirannya...
maaf hax sharing aja....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# hamsin PA Luwuk 2018-04-16 15:15
seharusnya manajemen hakim itu harus jelas, diangkat pertama d kelas II sekian tahun sdh hrs kelas IB lalu kekelas IA, sepertinya mudah ttp implementasinya sangat susah.
sejak diangkat sbg hakim ditempatkn yang jauh dri propinsi lalu semakin lama semakin mendekat dgn ibukota propinsi, demikian juga sebaliknya dari yang dekat dgn ibukota diarahkan utk jauh dri ibukota propinsi, sepertinya mudah ttp implementasinya sangat sulit.
bagaimana solusinya ???
hilangkan budaya keluarga, tumbuhkan budaya senasib sepenaggungan. trims
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Lokasi Kantor