Oleh Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I.
(Ketua Pengadilan Agama Gunung Sugih Kelas IA)
e-Mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Pendahuluan

Penegakan hukum bukan sekadar menerapkan peraturan perundang undangan, menjatuhkan putusan, atau menjalankan kewenangan yang diberikan oleh negara. Lebih dari itu, penegakan hukum merupakan ikhtiar untuk menjaga keseimbangan antara kekuasaan, hak asasi manusia, kepastian hukum, dan rasa keadilan masyarakat. Hukum kehilangan maknanya apabila hanya menjadi alat untuk membenarkan kehendak pihak yang berkuasa. Sebaliknya, hukum memperoleh kehormatannya ketika ditegakkan secara lurus, objektif, dan tidak memihak. Dalam khazanah cerita populer Islam, terdapat kisah tentang sepotong tulang yang diberi garis lurus oleh Khalifah Umar bin Khattab r.a. dan dikirimkan kepada Gubernur Mesir, Amr bin Ash r.a. Kisah ini sering dijadikan simbol ketegasan seorang pemimpin dalam mengawasi kekuasaan dan menjaga keadilan. Walaupun keautentikan serta rincian historis kisah ini perlu diteliti lebih lanjut, pesan moral yang terkandung di dalamnya layak menjadi bahan refleksi bagi penyelenggara negara dan aparat penegak hukum.

Selengkapnya