Oleh: Muntasir

Di tengah kompleksitas persoalan penegakan hukum dewasa ini, pertanyaan publik sesungguhnya tidak semata-mata berkaitan dengan apakah hukum telah diterapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ada pertanyaan yang jauh lebih fundamental: apakah hukum tersebut ditegakkan oleh orang-orang yang memiliki integritas? Pertanyaan tersebut menjadi sangat penting karena hakim menempati posisi sentral dalam menentukan wajah hukum dan keadilan. Melalui kewenangan yang dimilikinya, norma hukum yang semula bersifat abstrak diterjemahkan menjadi putusan konkret yang dapat menentukan kebebasan seseorang, kepemilikan harta, status perkawinan dan keluarga, kehormatan, bahkan masa depan manusia. Oleh sebab itu, ketika integritas hakim mengalami persoalan, dampaknya tidak hanya menyangkut pribadi hakim yang bersangkutan. Krisis integritas pada diri hakim pada akhirnya dapat berkembang menjadi krisis kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum dan keadilan.

Selengkapnya