logo web

Dipublikasikan oleh Iwan Kartiwan pada on . Dilihat: 1566

Ihwal “Kol Buntet” dan Lailatul Qadar

Oleh: H. Asmu’i Syarkowi
(Hakim Tinggi PTA Jayapura)

Bagi umat Islam, ramadhan selalu menyisakan kenangan tersendiri. Torehan kenangan ini ternyata tidak hanya dialami oleh orang yang secara khusus berpuasa dan beramaliyah ramadhan melainkan oleh siapa saja. Tidak saja oleh orang tua, tetapi juga anak-anak. tidak saja laki-laki tetapi juga perempuan, dan tidak saja orang berada tetapi juga orang miskin. Tentu, baik kenangan negatif (buruk) maupun positif (baik). Yang negatif misalnya, ‘beteriak-teriak’ memakai toa masjid untuk membangunkan orang saur. Di hari biasa teriak-teriak dengan mikrofon dini hari, pasti akan dimarahi banyak orang. Tetapi, di bulan ramadhan, meskipun ‘mengganggu’ seperti bukan sebuah pelanggaran. Ada pula yang ‘karena ramadhan’ harus kehilangan keluarganya atau menderita cacat permanen akibat menjadi korban ledakan petasan atau mendapat musibah lain. Yang positif, misalnya bisa berbuka bersama, bertarawih, dan bertadarus. Pada bulan-bulan ramadhan, variasi makanan pun juga semakin marak, kegiatan ekonomi sekaligus perputaran uang juga meningkat akibat variasi kebutuhan yang juga meningkat. Semua aktivitas positif tersebut seolah menjadi saksi bisu tentang kebenaran ‘fatwa’ para pendakwah, bahwa ramadhan memang merupakan bulan penuh berkah.


Selengkapnya KLIK DISINI


 

 

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

 Instagram  Twitter  Facebook

 

Responsive Voice