logo web

Dipublikasikan oleh Iwan Kartiwan pada on . Dilihat: 306

Belajar Dari Kasus “Yati dan Mat Rawi”

Oleh: H. Asmu’i Syarkowi

(Hakim Pengadilan Agama Semarang Kelas I A)

Pemeriksaan perkara perceraian di ruang sidang, selalu menyisakan banyak cerita. Sebagai pengadil yang telah menangani ribuan kasus, penulis tentu memiliki banyak cerita pula mengenai problematika rumah tangga. Ternyata benar kata M. Yahya Harahap ( Mantan Hakim Agung ), bahwa setiap perkara, meskipun terlihat sama, pasti tetap memiliki perbedaan karakteristik. Oleh karena itu, meskipun sama-sama perkara perceraian, antara satu dengan yang lain pasti juga punya perbedaan cerita. Sehingga, jumlah cerita mengenai kasus perceraian juga sebanding dengan jumlah perkara yang ada. Akan tetapi memang hanya beberapa kasus saja yang memiliki keunikan dan salah satunya adalah seperti yang penulis ungkapkan berikut.

Yati (bukan nama sebenarnya), si perempuan muda itu mungkin tidak membayangkan jika suatu saat harus duduk menghadapi 3 orang bertoga di Pengadilan Agama. Pernikahan yang telah membuahkan 3 orang anak itu, sekilas tentu boleh dibilang menjadi indikator kebahagiaan berumah tangga. Tetapi ternyata usia pernikahan yang sudah berlangsung hampir satu dasa warsa itu, harus mengalami ‘gangguan’. Dalam bahasa penceramah acara resepsi perkawinan, gangguan itu sering didramatisasi sebagai “badai rumah tangga”. Mat Rawi (bukan nama sebenarnya) suaminya yang diidamkan sebagai arjuna sekaligus sebagai imamnya, meskipun sudah beranak tiga, ternyata perangainya sulit berubah. Watak temperamen dan sok jago itu, seiring dengan perjalanan waktu dirasakan tidak sedap lagi. Dahulu, ketika awal perkenalan, watak ini bagi Yati, justru menjadi kebanggannya.Dia bangga karena Mat Rawi pacarnya ternyata maco.


Selengkapnya KLIK DISINI


 

 

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

 Instagram  Twitter  Facebook