👤
Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I.
(Ketua Pengadilan Agama Gunung Sugih Kelas IA)
Korespondensi
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Menangis karena Jalan Berlubang: Refleksi Amanah dan Tanggung Jawab Kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab r.a

Pendahuluan

Kepemimpinan bukanlah hanya sekadar tentang kekuasaan, jabatan, atau kewenangan untuk mengambil sebuah keputusan. Lebih dari itu, kepemimpinan merupakan amanah yang kelak harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya di hadapan manusia, bahkan juga di hadapan Allah Swt. Seorang pemimpin yang memahami hakikat amanah tentu tidak akan merasa cukup hanya dengan menjalankan tugas-tugas administrative semata. Ia juga akan memikirkan keselamatan, kesejahteraan, dan kemaslahatan setiap orang yang berada dalam lingkup tanggung jawabnya. Dalam sejarah kepemimpinan Islam, Umar bin Khattab r.a. dikenal sebagai sosok khalifah yang tegas, sederhana, adil, dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar. Salah satu ungkapan yang populer dinisbatkan kepada beliau menggambarkan betapa dalamnya kesadaran seorang pemimpin terhadap amanahnya. Ungkapan itu menyebutkan seandainya seekor keledai tergelincir di Irak karena jalan yang rusak, maka Umar khawatir Allah akan meminta pertanggungjawabannya karena tidak memperbaiki jalan tersebut.