Oleh Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I. (Ketua Pengadilan Agama Gunung Sugih Kelas IA)
e-Mail:
Pendahuluan
Kisah-kisah yang diceritakan dalam Al-Qur’an bukan hanya sekadar catatan sejarah tentang manusia yang hidup pada masa lampau. Tokohnya boleh telah tiada, zamannya telah berlalu, tetapi pelajarannya tetap hidup sepanjang zaman. Iblis, Fir’aun, Qarun, Haman, dan Abu Lahab merupakan sosok nama nama yang telah menjadi bagian dari sejarah. Namun, sifat yang mereka tampilkan; kesombongan, merasa lebih tinggi, penyalahgunaan kekuasaan, kebanggaan terhadap harta, serta ketergantungan kepada kedudukan dan dunia, masih dapat menjadi ujian manusia pada zaman sekarang ini. Oleh karena itu, ketika membaca kisah-kisah mereka, kita tidak cukup hanya bertanya tentang: “Apa yang terjadi kepada mereka?” Tetapi juga perlu bertanya: “Apa yang harus kita pelajari agar tidak mengulangi kesalahan mereka?”