Jangan Bermental Qarun: Ketika Harta dan Kekuasaan Menjadi Jalan Kehancuran
Oleh Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I. (Ketua Pengadilan Agama Gunung Sugih Kelas IA)
e-Mail:
Pendahuluan
Harta merupakan salah satu nikmat terbesar yang Allah Swt. anugerahkan kepada manusia. Dengan harta, seseorang dapat memenuhi kebutuhan hidup, menafkahi keluarga, membantu sesama, membangun peradaban, bahkan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah. Oleh karena itu, Islam tidak pernah melarang umatnya menjadi kaya. Banyak sahabat Rasulullah Saw., seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a, Utsman bin Affan r.a., dan Abdurrahman bin Auf r.a., merupakan saudagar kaya yang menjadikan hartanya sebagai sarana dakwah dan kemaslahatan umat. Di sisi lain, harta juga merupakan ujian yang berat, tidak sedikit manusia yang berubah ketika memperoleh kekayaan dan kekuasaan. Rasa syukur berganti dengan kesombongan, amanah berubah menjadi sarana memperkaya diri, dan jabatan dijadikan alat memenuhi hawa nafsu. Al-Qur'an menghadirkan kisah Qarun sebagai pelajaran agar manusia tidak terjerumus ke dalam sikap tersebut.