Oleh: Dr. H. Aman, S.Ag., S.E., S.H., M.H., M.M. (Ketua Pengadilan Agama Baturaja Kelas IA)
Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Pendahuluan

Nama Luqmanul Hakim diabadikan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an bahkan menjadi nama sebuah surah bukan lantaran garis keturunan bangsawan, mahkota kekuasaan, atau tumpukan harta yang melimpah. Kemuliaan abadi yang disandangnya bersumber dari satu anugerah yang begitu karismatik dan mendalam ḥikmah. Sebuah kearifan spiritual yang melahirkan kejernihan pikiran, ketajaman mata hati, serta keteguhan batin untuk senantiasa membongkar tabir kepalsuan dan melihat hakikat kebenaran secara jernih tanpa bias. Melalui jejak ketaatan ibadahnya yang konsisten, Luqman menghantam narasi arus utama duniawi. Ia menyajikan keteladanan yang tidak terbantahkan bahwa derajat kehormatan sejati manusia tidak pernah diukur dari menterengnya panggung jabatan atau megahnya aset material, melainkan berakar kuat pada kejujuran nurani dan integritas yang tidak bertepi. Dalam realitas hari ini, pesan tersebut berhembus makin kencang menyeruak ke ruang-ruang publik. Di tengah pusaran dinamika peradaban yang kian bising, sarat benturan kepentingan, serta sarat godaan pragmatisme, keteladanan Luqman hadir bagaikan kompas moral yang presisi. Tugas paling krusial bagi setiap jiwa terutama para penegak keadilan bukan sekadar bertahan di tengah riak ombak zaman, melainkan menjaga niat tetap murni dan merawat kesucian hati dari kontaminasi syahwat kekuasaan. Integritas sejati tidak dibentuk oleh pengakuan semu, melainkan ditempa oleh keteguhan hati yang konsisten menjaga kejujuran di kala sunyi maupun ramai.

Selengkapnya