logo web

Dipublikasikan oleh Ridwan Anwar pada on .

DI PTA Pekanbaru Gelar Peringatan Maulid Nabi

Waka PTA Pekanbaru Drs. H. Armia Ibrahim sedang memberikan Ceramah seputar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1434 H

Pekanbaru | www.pta-pekanbaru.go.id

Maulid Nabi Muhammad SAW atau biasa disebut Maulid Nabi atau Maulud saja (bahasa Arab: mawlidun-nabī), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir.

Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.

Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru melalui pengurus mushalla Al-Mahkamah PTA Pekanbaru menyelenggarakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW tersebut, Selasa pagi (29/01). Acara tersebut dihadiri oleh seluruh Hakim Tinggi PTA Pekanbaru, pejabat struktural dan fungsional, karyawan/ti serta seluruh tenaga kontrak.

Sebagai penceramah pada peringatan tersebut adalah Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Drs. H. Armia Ibrahim, SH. Pertama sekali beliau memaparkan tentang sejarah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Beliau mengatakan bahwa berdasarkan hasil penelusuran beberapa sumber dapat dipaparkan peringatan maulid nabi untuk pertama kalinya dilaksanakan atas prakarsa Sultan Salahuddin Yusuf al-Ayyubi (memerintah tahun 1174-1193 Masehi atau 570-590 Hijriah) dari Dinasti Bani Ayyub, yang dalam literatur sejarah Eropa dikenal dengan nama “Saladin”.

Meskipun Salahuddin bukan orang Arab melainkan berasal dari suku Kurdi, pusat kesultanannya berada di Qahirah (Kairo), Mesir, dan daerah kekuasaannya membentang dari Mesir sampai Suriah dan Semenanjung Arabia.

Pada masa itu dunia Islam sedang mendapat serangan-serangan gelombang demi gelombang dari berbagai bangsa Eropa (Prancis, Jerman, Inggris). Inilah yang dikenal dengan Perang Salib atau The Crusade.

Menurut Salahuddin, semangat juang umat Islam harus dihidupkan kembali dengan cara mempertebal kecintaan umat kepada nabi mereka. Dia mengimbau umat Islam di seluruh dunia agar hari lahir Nabi Muhammad saw., 12 Rabiul Awal, yang setiap tahun berlalu begitu saja tanpa diperingati, kini dirayakan secara massal.

Drs. H. Armia Ibrahim, SH memaparkan juga sejarah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia. Berdasarkan beberapa sumber yang akurat beliau menyebutkan bahwa di daerah Jawa perayaan maulid nabi dimanfaatkan oleh para Wali Songo untuk sarana dakwah dengan berbagai kegiatan yang menarik masyarakat agar mengucapkan syahadatain (dua kalimat syahadat) sebagai pertanda memeluk Islam. Itulah sebabnya perayaan maulid nabi disebut Perayaan Syahadatain, yang oleh lidah Jawa diucapkan Sekaten.

Dua kalimat syahadat itu dilambangkan dengan dua buah gamelan ciptaan Sunan Kalijaga, Kiai Nogowilogo dan Kiai Gunturmadu, yang ditabuh di halaman Masjid Demak pada waktu perayaan maulid nabi.

Sebelum menabuh dua gamelan tersebut, orang-orang yang baru masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat terlebih dulu memasuki pintu gerbang “pengampunan” yang disebut gapura (dari bahasa Arab ghafura, “Dia mengampuni”).

Hakim Tinggi, Pejabat Struktural dan fungsional serta karyawan/ti Serta tenaga kontrak sedang mendengarkan ceramah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Pada zaman kesultanan Mataram, perayaan maulid nabi disebut Gerebeg Mulud. Kata gerebeg artinya “mengikuti”, yaitu mengikuti sultan dan para pembesar keluar dari keraton menuju masjid untuk mengikuti perayaan maulid nabi, lengkap dengan sarana upacara, seperti nasi gunungan dan sebagainya.

Point yang kedua yang disampaikan oleh Drs. H. Armia Ibrahim, SH pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut adalah tujuan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu sendiri. Dalam sebuah hadits disebutkan yang artinya bahwa “Sesungguhnya Aku (Muhammad) diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia.” Aisyah menyebutkan bahwa akhlak Rasulullah SAW adalah Al-Qur’an.

Kemudian dalam surah Al-Ahzab ayat 21 Allah SWT berfirman bahwa “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu”. Untuk itu perlu kita harus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah SAW berdo’a yang artinya “Ya Allah Jauhilah aku dari akhlak yang mungkar”.

Diakhir pembahasan Drs. H. Armia Ibrahim, SH menyampaikan tentang semakin banyaknya aliran-aliran yang mengarah kepada ingkar sunnah untuk itu kita harus kembali kepada Al-qur’an sunnah Rasulullah SAW.

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru Drs. H. Mahyiddin Usman, SH., MA dalam sambutannya menyampaikan tentang permasalahan ummat Islam sekarang ini yang banyak sekali tidak lagi mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW, sehingga ummat Islam tidak bersatu, berpecah belah antara satu dengan yang lainnya dan berakibat musuh-musuh Islam menyusup untuk menghacurkan ummat Islam.

Dengan adanya momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini kiranya dapat kita meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan kita sehari-hari. Kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ditutup dengan pembacaan do’a oleh Drs. Sanul Airi, semoga kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini diberkahi oleh Allah SWT. Amin Ya Rabbal ‘alamin. (Khaidir, S.HI/ Tim IT PTA Pekanbaru)

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

 Instagram  Twitter  Facebook

 

Responsive Voice