logo web

Dipublikasikan oleh Hermansyah pada on . Dilihat: 4639

 

Membludak. Suasana ruang pendaftaran perkara di sebuah PA. (Foto: pa-sumber.go.id)

Jumlah tersebut meningkat cukup signifikan dibanding tahun 2011. Pada tahun 2011, MS/PA seluruh Indonesia menangani 425.937 perkara. Rinciannya, sisa tahun 2010 berjumlah 62.896 perkara dan perkara masuk tahun 2011 berjumlah 363.041 perkara.

Dari 476.961 perkara yang ditangani 359 MS/PA pada tahun 2012 itu, yang berhasil diputus berjumlah 371.343 perkara, dicabut 21.711 perkara dan sisanya 83.907 perkara.

Yang paling banyak menangani perkara adalah PA-PA di wilayah Jawa Timur. Selama tahun 2012, 37 PA di wilayah ini menangani 125.396 perkara. Rinciannya, sisa tahun sebelumnya 20.196 perkara dan perkara masuk 105.200 perkara.

Sedangkan wilayah yang perkaranya paling sedikit adalah Nusa Tenggara Timur. Selama tahun 2012, PA-PA di wilayah ini hanya menangani 485 perkara. Rinciannya, sisa tahun sebelumnya 59 perkara dan perkara masuk masuk 426 perkara.

Tingkat banding

Jumlah perkara tingkat banding di lingkungan peradilan agama juga terus meningkat. Selama 2012, 29 Mahkamah Syar’iyah Aceh/Pengadilan Tinggi Agama seluruh Indonesia menangani 2.533 perkara. Rinciannya, sisa tahun sebelumnya 200 perkara dan perkara masuk 2.333 perkara.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2011, 29 MS Aceh/PTA menangani 2.382 perkara. Rinciannya, sisa tahun sebelumnya 192 perkara dan perkara masuk 2.190 perkara.

Dari jumlah 2.533 perkara yang ditangani 29 MS Aceh/PTA selama 2012 itu, 252 perkara berhasil diputus dan 20 perkara dicabut, sehingga sisanya 261 perkara.

Perkara tingkat banding paling banyak ditangani oleh PTA Surabaya. Selama 2012, PTA Surabaya menangani 426 perkara, dengan rincian sisa tahun sebelumnya 41 perkara dan perkara masuk 385 perkara.

Sementara itu, yang paling sedikit menangani perkara tingkat banding adalah PTA Manado, PTA Kupang, PTA Ambon, dan PTA Maluku Utara. Sepanjang 2012, PTA-PTA tersebut hanya menangani lima perkara. Kecuali PTA Ambon yang punya sisa satu perkara tahun sebelumnya, tiga PTA lainnya menangani perkara yang baru masuk tahun 2012.

Tingkat Kasasi dan PK

Jumlah perkara di tingkat kasasi juga meningkat. Selama 2012, ada 873 perkara kasasi dari lingkungan peradilan agama yang ditangani  MA. Rinciannya, 147 perkara merupakan sisa tahun sebelumnya dan 726 perkara merupakan perkara yang baru masuk.

Pada tahun 2011, perkara tingkat kasasi dari lingkungan peradilan agama berjumlah 699 perkara. Rinciannya, sisa tahun sebelumnya 29 perkara dan perkara masuk tahun 2011 berjumlah 670 perkara.

Dari 873 perkara kasasi tahun 2012 itu, yang telah diputus 584 perkara dan yang belum diputus 289 perkara.

Perkara kasasi paling banyak berasal dari PTA Surabaya. Sepanjang 2012, ada 110 putusan tingkat banding dari PTA ini yang diajukan ke tingkat kasasi.

Sebaliknya, tidak ada pengajuan perkara kasasi dari PTA Bangka Belitung, PTA Palangkaraya, PTA Manado, PTA Kupang dan PTA Maluku Utara.

Yang menarik, jumlah perkara yang diajukan Peninjauan Kembali (PK) justru menurun. Selama 2012, ada 58 perkara PK dari lingkungan peradilan agama yang ditangani MA. Rinciannya, 17 perkara merupakan sisa tahun sebelumnya dan 41 perkara merupakan perkara yang baru masuk.

Tahun 2011, MA menangani 85 perkara PK dari lingkungan peradilan agama. Rinciannya, 8 perkara merupakan sisa tahun sebelumnya dan 77 perkara merupakan perkara yang baru masuk tahun 2011.

Dari 58 perkara PK yang ditangani MA pada tahun 2012 itu, yang telah diputus berjumlah 39 perkara dan yang belum diputus berjumlah 19 perkara.

Perkara PK paling banyak berasal dari wilayah PTA Jakarta. Sepanjang 2012, ada 8 perkara PK dari wilayah ini.

(hermansyah)

Comments  
# ELGHANI PTA AMBON 2013-04-03 08:58
SATU BUKTI LG. KEPERCAYAAN PUBLIK ATAS MENIGKATNYA LAYANAN PUBLIK DI LINGKUNGAN PA. SMOGA PARADILAN AGAMA YG AGUNG YANG DIPERCAYA RAKYAT SEGERA MENJADI KENYATAAn. amien.
Reply | Reply with quote | Quote
# h. masruri, ptk 2013-04-03 13:30
Kita semua patut bersyukur... bahwa fakta menunjukkan Lembaga kita masih mendapat kepercayaan publik yang sangat tinggi dan masyarakat makin sadar hukum dan kita harus merespon dengan memberikan yang terbaik, pelayanan yang prima kepada para pencari keadilan.
Reply | Reply with quote | Quote
# Al Fitri - PA Manna 2013-04-03 09:16
476.961 Perkara, merupakan angka pantastis dan pada tahun 2013 akan meningkat lagi...
Reply | Reply with quote | Quote
# Masrinedi-PA Painan 2013-04-03 09:23
Alhamdulillahirabbil'alamin.
Jazakallah atas infonya mas Her.
Semoga berita ini dapat menambah dan menimba wawasan kami tentang perkara yang masuk ke PA se-Indonesia semakin meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun.
Di satu sisi pertanda bertambah bagusnya pemahaman hukum masyarakat yang mau menyelesaikan permasalahannya ke PA. Di sisi lain menunjukkan semakin rapuhnya bangunan rumah tangga-rumah tangga muslim Indonesia.
:-)
Reply | Reply with quote | Quote
# Pelmizar PTA Jakarta 2013-04-03 09:41
Dari data-data tersebut dapat disimpulkan bahwa kepercayaan masyarakat pencari keadilan sudah sedemikian tingginya kepada peradilan agama disamping berbagai usaha/terobosan dari peradilan agama sendiri dalam melayani masyarakat dengan semakin intensnya kita melaksanakan program justice for all (sidang keliling, posbakum dan perkara prodeo) ditambah lagi dengan sidang keliling keluar negeri (di Tawau dan kinabalu) yang dilakukan oleh PA Jakarta Pusat yang bekerjasama denga Departemen Luar Negeri
Reply | Reply with quote | Quote
# Rusydi. PA. Muara Tebo 2013-04-03 10:30
Al-hamdulillah ... ini merupakan fakta yg mesti kita syukuri Lembaga kita masih mendapat kepercayaan publik yg sangat tinggi dan masyarakat makin sadar hukum dan kita respon dg memberikan yg terbaik kepada lembaga dan pelayanan yang prima kepada para pencari keadilan.
Reply | Reply with quote | Quote
# mwiaty@ptapdg 2013-04-03 11:15
476961 perkara yg ditangani PA sepanjang th 2012 hal ini merupakan peningkatan positifnya membuktikan kepercayaan publik terhadap pelayanan di PA meningkat dan kesadaran (pengetahuan) hukum masyarakat semakin mantap disisi lain ada indikasi Bangunan rumah tangga kaum muslim Indonesia mudah pecah/ retak kita berharap yg positip :-? :-?
Reply | Reply with quote | Quote
# USMAN PA SOLOK 2013-04-03 11:26
publik dilayani dengan hati dan semangat yang tinggi insyaallah rezki tak akan lari........... ...dan akan datang sendiri
Reply | Reply with quote | Quote
# M.khotib PTAJK 2013-04-03 11:34
Dengan semakin banyaknya pekara di Mahkamah Syari'ah/ Pengadilan Agama berarti semakin tinggi pula kesadaran masyarakan akan hukum keluarga. Yang dulunya bodo amat terhadap status perkawinan dan status anak hasil perkawinannya. sehingga masyarakat kepercayaannya semakin tinggi kepada Mahkamah Syari'ah/ Pengadilan Agama. Sebagai warga peradialn Agama mari kita pertahankan kepercayaan masyarakat tersebut bersama-sama Amiiiin.
Reply | Reply with quote | Quote
# Joni Jidan PA Cibadak 2013-04-03 11:45
Mudah2an kepercayaan masyarakat kepada PA lebih mantab dan meningkat lagi dan kita harus lebih meningkatkan lagi pelayanan terhadap mereka (masyarakat)... ...
Reply | Reply with quote | Quote
# Halim M - PA Masihi 2013-04-03 12:31
Jumlah perkara yang diterima oleh Pengadilan Agama pada tahun 2012 sebanyak 476.961 perkara yang ditangani di Pengadilan Agama bukan masalah banyaknya jumlah perkara, akan tetapi pelayanan publik yang harus ditingkatkan oleh seluruh aparat peradilan agama, sehingga masyarakat dapat memberikan jempol kepada Pengadilan Agama secara khusus dan kepada MA pada umumnya terhadap kinerja Lembaga Mahkamah Agung dalam memberikan keadilan.
Reply | Reply with quote | Quote
# nelson dongoran PA Psp 2013-04-03 13:07
Pelayanan Prima itu telah terbukti kita tinggal menunggu hasilnya Insya Allah secepatnya ya... Amiin.
Reply | Reply with quote | Quote
# Mazharuddin_Arga makmur 2013-04-03 15:25
476.961 perkara, itu artinya setidaknya ada 1 juta lebih anak yg berstatus Broken Home, yg tentunya sangat Rawan terhdp kejahatan2 sosial, seperti narkoba, tawuran, pencurian, copet, mabuk, dsb...
Perlu dipikirkan Badilag mgkn bekerjasama dgn Mensos, Depag, MUI, PKPA, dsb. utk meminimalisir pengaruh kejahatan sosial tsb terhdp anak paska perceraian org tuanya... 476.961 perkara, itu artinya setidaknya ada 1 juta lebih anak yg berstatus Broken Home, yg tentunya sangat Rawan terhdp kejahatan2 sosial, seperti narkoba, tawuran, pencurian, copet, mabuk, dsb...
Perlu dipikirkan Badilag mgkn bekerjasama dgn Mensos, Depag, MUI, PKPA, dsb. utk meminimalisir pengaruh kejahatan sosial tsb terhdp anak paska perceraian org tuanya...
Reply | Reply with quote | Quote
# Mazharuddin_Arga makmur 2013-04-03 15:28
476.961 perkara, itu artinya setidaknya ada 1 juta lebih anak yg berstatus Broken Home, yg tentunya sangat Rawan terhdp kejahatan2 sosial, seperti narkoba, tawuran, pencurian, copet, mabuk, dsb...
Perlu dipikirkan Badilag mgkn bekerjasama dgn Mensos, Depag, MUI, PKPA, dsb. utk meminimalisir pengaruh kejahatan sosial tsb terhdp anak paska perceraian org tuanya...
Reply | Reply with quote | Quote
# H.BARMULA PTA AMBON 2013-04-04 05:38
PTA Ambon untuk perkara Banding memang minim skali sesuai jumlah PAnx, untuk itu masukan jg buat MA daerah2 pemekaran yang sudah diajukan ke MA untuk adanya PA baru hingga kini tdk ada realisasi, kalau PA banyak pasti jumlah perkara Banding pung banyak pula ini suatu masukan yang baik buat MA mohon cepat realisasi PA-PA di Maluku.
Reply | Reply with quote | Quote
# H.BARMULA PTA AMBON 2013-04-04 05:56
Perkara Banding yang banyak bukan menjadi suatu ukuran keberhasilan. suatu contoh jika perkara yang diajukan pd tingkat pertama lalu , tdk ada lg pengajuan banding mungkin dapat dilihat :1.Masyarakat pencari keadilan sudah merasa puas dengan putusan yang ada. 2.Kwalitas putusan dari Hakim setempat bagus. 3.Kesadran masyarakat, bahwa contoh kalau yg berhubungan dengan perkara perkawinan, tdk ada lg sengketa dlm rmh tangga.itulah pemikiran dlm coment.
Reply | Reply with quote | Quote
# RS.MS.Aceh 2013-04-04 09:18
Kesadaran hukum masyarakat semakin meningkat dan tak kalah pentingnya pelayanan bagi aparat peradilan terutama peradilan Agama/Mahkamah
Syar'iyah semakin meningkat SDM nya dibantu pula dengan team IT nya, diharapkan kedepan lebih simpel lagi tingkat pelayanan dengan sistem Online semoga sukses.
Reply | Reply with quote | Quote
# YB DLMT 2013-04-04 09:45
semoga para hakim dalam setiap menangani/menye lesaikan perkara lebih 'arif dan bijaksana, jujur dan dan adil, dan menghindari segala bentuk penyimpangan dan penyelewengan yang bertentangan dengan kode etik hakim.
Reply | Reply with quote | Quote
# Dalih Effendy, PA. Krw. 2013-04-05 09:08
" USUL KE PAK DIRJEN "
Jika perkara banding itu sedikit malah ada PTA yang setahun lalu tidak menerima perkara banding, maka apa kerja hakim tinggi kita selama ini, saya ingin pola perekrutan HT selama ini agar diperbaiki karena SDMnya diharapkan bukan hanya untuk menangani perkara banding tetapi untuk menjadi tenaga pembinaan bagi hakim di tingkat pertama sehingga persyaratannya bukan umur yang di atas 50 tahun tetapi meski baru 40 tahun jika sudah S2 atau S3, paham SIADPA, melek IT dan lebih 15 tahun jadi hakim serta putusannya dieksaminasi ternyata berkualitas berani membuat pembaruan hukum Islam dalam pertimbangnnya dan secara akademik mampu memberi pelatihan dan pembinaan kepada hakim tingkat pertama. Insya Allah HT kita dapat diteladani dari integritas, profesionalitta s dan sebagainya . Amin.
Reply | Reply with quote | Quote
# A Rahim Upuolat PA Masohi 2013-04-08 10:01
Kita bangga sdh menangani sekian ratus ribu perkara setiap tahunnya, dengan adanya aplikasi sidpa plus berapapun jumlah perkara masuk bisa dikerjakan dengan baik, tetapi yang tidak terpikirkan oleh kita berapa ratus ribu rumah tangga yang broken setiap tahunnya, bagaimana dengan anak-anak mereka sekarang dan masadepan dunia dan akhirat walaupun bukan kompetensi PA, jadi keberhasilan kita bukan dilihat besar kecilnya jumlah perkara yang ditangani tetapi bagaimana bisa meminimalisir jumlah perceraian di Indonesia khususnya yang beragama Islam.
Reply | Reply with quote | Quote
# anwaruddin 2013-04-09 15:02
Alhamdulillah apa Innalillah banyak perkara, karena banyaknya perkara di Pengadilan itu ada dua kemungkinan, Kemungkinan Pertama, Masyarakat semakin sadar hukum, sehingga permasalahannya di selesaikan di Pengadilan. Kemungkinan Kedua, Masyarakatnya banyak yang bermasalah, sehingga terpaksa harus ke Pengadilan, kemungkinan pertama kita ucapkan Alhamdulillah, kalau yang terjadi kemungkinan kedua tentunya Innalillah.
Reply | Reply with quote | Quote
# ayep sm PA Tasikmalaya / Singaparna 2013-04-11 20:33
Bagaimana dengan perkara itu kalau MA Otonom dengan anggaran sendiri ? apa bisa cukup buat segalanya.
Reply | Reply with quote | Quote
# Yis Andispa, SH., S.Sy -PA Nunukan 2013-04-16 09:30
Banyaknya perkara juga dibarengi dengan SDM yang mumpunu, berkualitas terkhusus dalam pelayanan terhadap pencari keadilan agar kepercayaan masyarakat kepada pengadilan agama dapat meningkat.
Reply | Reply with quote | Quote
# Cara Menghilangkan Keputihan 2014-02-11 12:15
Webnya lumayan bagus, kunjungi web saya ya
Cara Menghilangkan Keputihan >> http://goo.gl/mcGwKC
Crystal X >> http://goo.gl/apMYgf
Reply | Reply with quote | Quote
Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

Fanpage