logo web

on . Dilihat: 6050

 

Ketika kita baru pertama membuat roti, hasilnya terkadang gosong, ternyata masalahnya nyala apinya kebesaran. Kadang juga terlalu manis, ternyata masalahnya kebanyakan memberi gula. Namun karena sering berlatih membuat, lama-lama rotinya akan terasa lezat sesuai dengan selera.

Demikian pula ketika seorang hakim baru pertama kali membuat putusan, hasilnya berantakan, tidak sesuai ketentuan, namun apabila sering berlatih dan sering dievaluasi hasil putusannya semakin baik.

Menurutnya, banyak cara bagi seorang hakim untuk menghasilkan putusan yang baik, salah satunya adalah dengan mengikuti pelatihan semacam bimtek.

"Dengan mengikuti bimtek, banyak manfaat yang kita perolah. Kita bisa saling bertukar ilmu, tahu pembaruan yang selama ini belum disampaikan," ujarnya di hadapan peserta bimtek.

Purwosusilo menjelaskan, bimtek ini bukan ajang untuk sekedar mendengarkan teori, namun langsung mempraktekannya sehingga para peserta lebih paham ketika menemukan masalah di lapangan. Selain itu, tujuan bimtek adalah untuk menyamakan persepsi.

"Selain mendengarkan materi, para peserta nanti lebih banyak melakukan praktek bedah berkas yang telah kita siapkan dan diminta untuk mencari dan mencatat temuan apa saja di dalam berkas," ujarnya memberi alasan.

Sementara itu, ketua panitia Arjuna dalam laporannya menyampaikan bahwa peserta kegiatan ini adalah para hakim tinggi perwakilan dari 29 pengadilan tingkat banding. "Para peserta semuanya berjumlah tiga puluh orang perwakilan dua puluh sembilan PTA, dua diantaranya dari PTA Bandung," ujar Arjuna.

Selain itu, Arjuna menjelaskan bahwa narasumber dalam kegiatan ini terdiri dari unsur MA, Ditjen Badilag, Badan Pengawasan dan PTA. "Metedologi yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, diskusi dan praktek," jelasnya.

Perlu diketahui bahwa kegiatan yang diselenggarakan oleh Ditjen Badilag ini akan dilaksanakan sampai hari jumat besok dengan pembiayaan berasal dari DIPA Ditjen Badilag tahun 2013.

ws

Comments  
# Ayip PA Tasikmalaya 2013-04-03 12:07
Analogi yang disampaikan pak Dirjen dalam pengarahan tersebut sangat sederhana tapi syarat makna (Ikhtisor wal Iijaz). Mudah2an arahan beliau tersebut memberi dampak luas kepada para hakim dalam membuat putusan yang lebih bermutu.
Reply | Reply with quote | Quote
# h. masruri, ptk 2013-04-04 15:01
Benar kata pak dirjen bahwa Buku II tak ada perbedaan dengan hasil bintek, yang ada temuan temuan baru dari hasil bintek, Buku II sudah beberapa kali direvisi,dan yang sangat penting hasil Bintek harus bisa sampai kpd Hakim di PA untuk dipedomani dan diterapkan.
Reply | Reply with quote | Quote
# h. masruri, ptk 2013-04-04 15:12
Sangat benar apa yang diibaratkan Bapak Dirjen tersebut yang intinya bahwa banyak cara bagi seorang hakim untuk menghasilkan putusan yang baik, salah satunya adalah dengan mengikuti pelatihan semacam bimtek. Semoga saja Bimtek semacam ini akan lebih banyak lagi diprogram pada periode mendatang sehingga banyak lagi Hakim Hakim yang bisa bertambah kemampuannya dalam menyusun putusan yang lebih baik.
Reply | Reply with quote | Quote
# Faizal Kamil. KPA Bengkalis 2013-04-03 12:14
Pada dasarnya membuat putusan, dengan didasari pelatihan bimtek akan lebih berkualitas, terlebih lagi dengan pengembangan diri yang terus menerus berupaya meningkatkan aspek kualitas dan ketelitian...In sya Allah Putusan terbaik bagi seorang Hakim baru dinyatakan sebagai "Mahkota"
Reply | Reply with quote | Quote
# Ismail Paisuly, PA Masohi 2013-04-03 12:15
Sungguh cantik perumpamaan yg diberikan Pak Dirjen dalam hal membuat putusan. Untuk itu para hakim harus mampu meramu adonan yg tepat biar kuenya enak (putusannya baik).
Semoga Pak Dirjen sesering memberikan wejangannya pada pojok Pak Dirjen. Trims
Reply | Reply with quote | Quote
# saiful PTA SEMARANG 2013-04-03 12:29
selamat kepada kawan kawan berkesempatan ikut bimtek ini, semoga sepulangnya nanti ditularkan kepada kawan kawan yang belum diberi kesempatan selamat semoga bermanfaat amin
Reply | Reply with quote | Quote
# Masrinedi-PA Painan 2013-04-03 12:41
Semoga para peserta bimbingan teknis kompetensi hakim peradilan agama (angkatan I) mendapatkan ilmu dan tambahan wawasan yang nantinya sangat berguna di tempat tugas masing-masing. Aamiin !
Reply | Reply with quote | Quote
# Al Fitri - PA Manna 2013-04-03 14:48
semoga bintek-2 yang telah diikuti oleh hakim tinggi bisa diterapkan kepada para hakim tingkat pertama ..
Reply | Reply with quote | Quote
# mwiaty@ptapdg 2013-04-03 15:09
Selamat kpd kawan kawan yg telah berkesempatan mengikuti bintek inisial baru, semoga seluruh peserta mampu mengadon resep kue yg enak ( Putusan yg baik n memenuhi rasa keadilan) Amin :-)
Reply | Reply with quote | Quote
# Rio PA Sengeti 2013-04-03 15:34
Semoga bagi YM Hakim Tinggi yang dipercaya menjadi salah satu pelaksana perwujudan program PTA sebagai kawal depan MA dapat berbagi ilmu yang didapat melalui Bimtek dengan hakim tingkat pertama.
Reply | Reply with quote | Quote
# andi muliany hasyim 2013-04-03 20:11
selamat yang mengikuti bintek, harapan kiranya dapat diteruskan oleh yang mulia Hakim Tinggi (yang mengikuti bintek) dalam wilayah pengawasannya, selamat dan sukses berinovasi
Reply | Reply with quote | Quote
# Dasril - PA Bukittinggi 2013-04-03 22:12
Dengan adanya bimtek bagi Hakim dari 29 PTA se Indonesia ini akan semakin berkualitasnya putusan hakim, karena putusan itu merupakan Mahkotanya seorang Hakim. Hakim dalam penerapan hukum tidak saja hanya berpedoman kepada peraturan perundang-undan gan ( corong undang-undang ) akan tetapi Hakim dalam putusannya harus punya rasa nilai kebenaran yang proporsional. Selamat bagi rekan rekan Hakim dalam bimtek ini, semoga ilmu yang didapat selama pelatihan dapat diterapan di daerah masing-masing.
Reply | Reply with quote | Quote
# AHP - MS Aceh 2013-04-03 23:15
Selamat mengikuti bimtek, semoga hasilnya mempertajam wawasan dalam bekerja terutama untuk membuat putusan yang baik.
Reply | Reply with quote | Quote
# Pa. Yadi. PTA, Ambon 2013-04-04 05:55
Format utk mendapatkan kualitas putusan hakim yg dilakukan Dirjen Badilaq melalui Bimtek sdh sangat tepat.Krn salah satu indikator putusan hakim itu berkualitas perlu dilakuan kegiatan seperti Bimtek dlm rangka membantu hakim dlm upaya pencerdasan kualitas putusan.
Reply | Reply with quote | Quote
# H.BARMULA PTA AMBON 2013-04-04 06:54
Roti kalau tiap hari dibuat pasti kebiasaan, tetapi dengan kebiasaan tersebut, jangan mengurangi bahan bakunx, gula, garam dll harus pas, dan kalau bisa lebih tingkatkan pasnx. Pemikiran Pak Dirjen Badilag luar biasa.
Reply | Reply with quote | Quote
# Alimuddin M. PA.Denpasar 2013-04-04 08:29
Betul sekali Pak Dirjen! Tapi kalau Hakim-hakim Tinggi baru belajar bikin putusan yang baik,,, itu lebih lagi... Semoga!
Reply | Reply with quote | Quote
# mamat s pa sukabumi 2013-04-04 08:40
Kelihatannya adonan roti yang enak dimakan olrh Hakim Tinggi akan juga disampaikan kepada Hakim Tingkat pertama, sehingga para hakim nantinya dapat sama merasakan roti yang enak. Selamat Teruskan Pak Dirjen dan teruskan.
Reply | Reply with quote | Quote
# ELGHANI PTA AMBON. 2013-04-04 08:47
TUK PARA HT.SEPULANG BINTEK JANGAN LUPA SGR
BAGI-BAGI ROTI (ILMU) PAK DIRJEN. BIAR PARA HAKIM DI DAERAH DAN DI SEBERANG LAUTAN PINTER BIKIN PUTUSAN YG BERBOBOT N BERKWALITAS.
Reply | Reply with quote | Quote
# rosmiati PA Sengkang 2013-04-04 09:28
Semoga para peserta bimbingan teknis kompetensi hakim Pengadilan Agama, sepulangnya nanti, Ilmu yang diperoleh dapat ditularkan kepada para hakim tingkat pertama.....
Reply | Reply with quote | Quote
# Lazuarman PA Manna 2013-04-04 09:38
Semoga ilmu yang didapat para peserta dapat dituangkan ke pada para hakim lain dilingkungan Peradilan Agama.
Reply | Reply with quote | Quote
# djazril darwis pta babel 2013-04-04 10:56
Diharapkan kepada HATI yang kembali dari BIMTEK ini nanti mampu membuat putusan seperti yang diharapkan Pak Dirjend tersebut dan bisa membagi ilmuanya kepada HATI dan Hakim Tingkat Pertama.
Reply | Reply with quote | Quote
# YB DLMT 2013-04-04 11:47
yang tidak kalah pentingnnya, para hakim harus selalu membaca dan mempelajari serta mencermati putusan-putusan yang punya bobot, rasional serta dasar pertimbangan hukum yang mencerminkan rasa keadilan dan dapat dipertanggung jawabkan. Selamat bagi para peserta BINTEK semoga mendapat ilmu yang bermanfaat. Amin!
Reply | Reply with quote | Quote
# Burnalis Burhan PA Bengkalis 2013-04-04 13:05
kalau ingin rotinya empuk dan tidak bantat sering-seringla h adonannya dibikin chalis sehingga menjadi lembut dengan cara mengikuti bimtek dan membaca yurisprudensi serta banyak membaca buku-buku yang berkenaan dg materi putusan yang akan dilahirkan, selamat menjadikan mahkota yang agung
Reply | Reply with quote | Quote
# RS.MS.Aceh 2013-04-04 13:44
Dengan memakai pribahasa yang sangat halus yang disampaikan oleh Pak Dirjen Badilag tersebut sangat terasa sekali, semoga saja hasil dari Bintek para peserta dapat ditularkan kedaerah masing-masing menu resep telah diberikan waktu bintek, mudah-mudahan kedepan semua putusan Hakim akan lebih berkwalitas amin.
Reply | Reply with quote | Quote
# akangjajang/PA.Krw. 2013-04-04 14:00
"Pelatihan" kini menjadi kata kunci meningkatkan kualitas putusan.Maka methode dan kualitas pelatihan menjadi ikut penting agar pelatihan berhasil mencapai sasaran.Lalu distrisbusi peserta dan kontinuitas juga penting.Dan penting-penting lainnya. selama Yang Mulia para peserta bintek.semoga maslahat, amiin.
Reply | Reply with quote | Quote
# ACHMAD EDY RAWIDY 2013-04-04 14:23
Mengasah kemampuan bg Hakim adalah suatu kewajiban agr putusan2nya berkualitas inobvatif dan berkeadilan. Selamat mengasah kemampuan smg memperoleh hasil yg baik,
Reply | Reply with quote | Quote
# Hardinal PTA Jypura 2013-04-04 16:14
:-) Selamat bagi segenap rekan HATI yang mendapat kesempatan mengikuti Bimtek Kompetensi tsb. Mudah-mudahan outcome yang dihasilkan dapat menghindari produk hukum (putusan) yang rada kusut dan tak bernas, bak sepotong roti yang tak gurih dinikmati dan dicerna.
Reply | Reply with quote | Quote
# Warga Peradilan 2013-04-04 17:23
Dengan dikeluakannya PP No. 94 tahun 2012 tentang Kedudukan dan Hak Hakim sebagai Pejabat Negara hal ini untuk memberikan jaminan keamanan dan kesejahteraan hakim maka melalui BIMTEK Kompetensi Hakim yang diikuti oleh 30 Peserta selaku pejabat negara dapat memberikan produk hukum yang selalu berkembang sesuai dengan kondisi tehnologi dan persoalan yang kompleks maka hakim selaku corong undang-undang dan selalu mengali produk hukum sejalan dengan perkembangan masyarakat maka dengan Bimtek tersebut produk putusan hakim dapat memberikan jaminan rasa keadilan kepada masyarakat pencari keadilan dan lembaga peradilan semakin berwibawah dan profesi hakim akan menjadi profesi terhormat.....t api mohon pak Dirjen kalau aturannya bagus biar bintek dilaksanakan berkali-kali tapi faktor disiplin para hakim selaku penegak hukum dalam melaksanakan tugas kurang disiplin ya kita sangat prihatin !!!
Reply | Reply with quote | Quote
# Syamsulbahri PA Mks 2013-04-04 19:07
Memang sangat penting peningkatan mutu putusan, sebab putusan itu adalah mahkota hakim, jadi harus meningkatkan kwalitas putusan, semoga di setiap bimtek-bimtek yang dilaksanakan dapat memenuhi kebutuhan hakim untuk mampu secara tehnis membuat putusan yang berkwalitas...s elamat semoga sukses...
Reply | Reply with quote | Quote
# Dalih Effendy, PA. Krw. 2013-04-05 08:51
" USUL KE PAK DIRJEN "
Saat ini para hakim berlomba untuk menjadi Hakim Tinggi karena tunjangannya yang tinggi namun tidak dibarengi dengan uji kompetensi untuk melakukan pembinaan kepada PA-PA, hasilnya tidak sedikit HT yang "nganggur" karena tidak semua PTA banyak menerima perkara banding. Saya banyak berharap dari bimtek ini para HT benar-benar dibekali untuk turun melakukan pembinaan dan pengawasan ke PA_PA sehingga silabus bimtek diharapkan benar-benar menyentuh kebutuhan yang diperlukan peradilan tingkat pertama. di PA -PA saat ini sangat membutuhkan bimbingan teknis tentang membuat putusan yang berkualias, aplikasi SIADPA, penguasaan IT, integritas, profesionalitas dan lain sebagainya. Jangan sampai terjadi para HT yang datang membina malah ketinggalan informasi dibandingkan dengan para hakim di tingkat pertama.Terima kasih.
Reply | Reply with quote | Quote
# Rusliansyah - PA Nunukan 2013-04-10 16:07
Idem tito dengan koment Pak Dalih di atas!
Reply | Reply with quote | Quote
# Djabir Sasole PA Soasio 2013-04-05 14:23
Betul sekali apa kata pak Dirjen, "membuat putusan itu ibarat membuat roti". Kalo mengunakan logika sederhana, semestinya semakin lama usia hakim seseorng, akan semakin bagus putusannya, karena jam terbangnya yang sdh tinggi. Tapi perlu diingatkan, jangan sampai kita justru membuat sistem SIADPA Plus sebagai pelarian (copy paste)sehingga melupakan 'bumbu2' pendukung roti yang sedap. Bravo pak Dirjen....
Reply | Reply with quote | Quote
# Joni Jidan PA Cibadak 2013-04-07 19:48
Semoga ilmu yang didapat oleh para perserta dapat segera di aplikasikan ke Pengadilan Agama
Reply | Reply with quote | Quote
# sulfa pta smrd 2013-04-08 08:39
upaya badilag ,patut direspon secara positip.peserta disamping meningkatkan kemampuan diri,juga mensisialisasik an dengan yang lain.agar ada persamaan persepsi dalam pembinaan ke PA PA.SELAMAT.SEMO GA SUKSES.
Reply | Reply with quote | Quote
# M.Yusuf PA Kendari. 2013-04-09 07:22
Semakin lama usia hakim seseorang, sejatinya akan semakin bagus putusannya.Oleh karena itu volum bimtek atau pelatihan untuk hakim tinggi semestinya tidak perlu banyak, apalagi perkara yang ditangani di tingkat banding tidak banyak sehingga waktu untuk belajar secara otodidak juga banyak.Yang perlu mendapatkan bimtek secara mendalam adalah hakim tingkat pertama, selain usia hakimnya muda juga pengalaman masih kurang, karena itu perlu bimtek baginya.
Reply | Reply with quote | Quote
# armen ghani 2013-04-09 07:37
Semakin sering ikut Pelatihan,akan semakin berkwltas putusan yang dihasilkann???? benra2,,tpi giman bagi rekan2 yg blmm pernah ikut,,,,,kadang udah lebih tiha thn dsatu PA ,,jatah ikut blm jga dapat,,,,,,,Kap ab Giliran kami Pk Drjnn,,,
Reply | Reply with quote | Quote
# A Rahim Upuolat PA Masohi 2013-04-09 08:34
Ass....Wr Wb Pak Dirjen dan kepada semua yang membalas salamku ini, kalau arena latihannya ditempat latihan , boleh2 saja tetapi kalau latihan diarena sungguhan itu yang bermasalah, faktanya banyak yang latihan diarena sungguhan sehingga hasil rotinya banyak kekurangannya. tambah bermasalah lagi "latihan" diarena "sungguhan" itu sudah berulang kali bahkan bertahun tetapi rotinya belum sempurna-sempur na, saya jadi bingung dan bertanya dalam hati "yang bermasalah resep rotinya atau pembuat rotinya ?" Wallahu'alam
Reply | Reply with quote | Quote
# is.hm 2013-04-09 10:07
selamat kepada peserta bimtek semoga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan ditempat tugas masing2. disamping itu, juga untuk menyamakan persepsi bagi peserta dan tentukan diteruskan ke tingkat pertama, namun masih ada para hakim yang belum mau menerima informasi tentang hasil bimtek.oleh karena itu kami usulkan agar semua hasil bimtek dibuat payung hukum untuk menjadi dasar bagi para hakim yang berada di tingkat pertama maupun tingkat banding agar tidak lagi terjadi perbedaan persrpsi atau setidak tidaknya dimasukkan dalam buku dua disegerakan penerbitannya sehingga pelaksanaanya tidak lagi terjadi perbedaan. smg buku dua yang selama ini dijadikan acuan dan pedoman segera terujud.amien,
Reply | Reply with quote | Quote
# Drs. Cece Rukmana Ibrahm, SH. K PA. CIBADAK 2013-04-10 11:39
Sangat setuju dengan pendapat yang disampaikan oleh pak Dirjen, karenannya agar pembuatan Putusan semakin baik, maka kemampuan para hakim dalam hal membuat putusan harus sering diasah, dengan seringnya ikut pelatihan, binten, banyak membaca buku, membaca Yurisprudensi. Pokoknya hakim harus banyak membaca dan belajar. Oleh karena itu kepada para peserta bintek kami ucpkan selamat, semoga ilmu semakin bertambah.....A min
Reply | Reply with quote | Quote
# ayep sm PA Tasikmalaya / Singaparna 2013-04-11 20:32
Betul bapak Dirjen, kalau asal-asalan siapa yang mau beli, apalagi mau makan
Reply | Reply with quote | Quote
# H.Ambo Asse/ HATI Banjarmasin 2013-04-12 07:45
BINTEK sangat diperlukan di daerah, sehingga perlu sosialisasi ke daerah terpencil, terutama daerah Kalimantan, karena agar pola-pola dasar terpatri dan menjadi kebiasaan hakim dan jajarannya untuk membentuk putusan dan segala faktor pendukungnya menjadi baik. trims
Reply | Reply with quote | Quote
# H.Ambo Asse/ HATI Banjarmasin 2013-04-12 08:11
Bahan baku kue PUTUSAN antara lain ; 1. Informasi penggugat (gugatan, Replik, Bukti, Kesimpulan) 2. Informasi tergugat (Jawaban, Duplik, Bukti, Kesimpulan), KEMUDIAN : Hakim membuat adonan dari bahan tersebut dengan menggunakan Hukum Acara (Mencari pokok masalahnya, membebankan pembuktian, menilai pembuktian (mencari fakta hukum/fakta persidangan, dengan membuang fakta biasa, menemukan hukumnya (pada Hukum Materiil ; Undang-Undang atau peraturan perundang-undan gan, atau dengan penafsiran, konstruksi hukum), ditangkan dalam wadah pertimbangan hukum, menidan merumuskan dalam bentuk Kue (AMAR PUTUSAN) yang disajikan kepada kedua belah pihak dan para tamu, Catatan Kue yang baik adonannya, tidak mesti disukai semua pihak, bahkan mungkin satu pihak merasa enaknya kue tersebut dan pihak yang lain merasakan pahirnya kue tersebut, ayo mari bukin kue sesuai Buku pertunjuknya, Buku II, Hukum Acara, Bintek) dll. trims.
Reply | Reply with quote | Quote
# Yis Andispa, SH., S.Sy -PA Nunukan 2013-04-16 09:25
BIMTEK selain memberikan pengarahan bagi hakim juga menjadi suatu pelatihan yang sangat berpengaruh bagi hakim dalam membuat putusan, putusan yang berkualitas adalah putusan yang dapat memberikan keadilan bagi para pihak yang berperkara. Semoga BIMTEK pelatihan hakim dapat lebih maju untuk menghasilkan suatu putusan yang berkualitas, memberikan efek keadilan bagi masyarakat luas.
Reply | Reply with quote | Quote
Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

Fanpage