1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Peningkatan Kualitas Layanan Bagi Perempuan dan Anak Jadi Fokus Kerjasama

Jakarta| badilag.net

"Kita sangat mendukung kerjasama ini. Peradilan agama selama ini mendapatkan banyak manfaat dari berbagai program kerjasama yang telah dilakukan," ungkap Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Dr. H. Hasbi Hasan, S.H., M.H ketika menerima kunjungan tim dari Family Court of Australia (FCoA), Rabu (13/9/2017).

Tim dari FCOA, Leisha Lister dan Cate Sumber bersama dengan Wahyu Widiana (Senior Adviser of AIPJ) sengaja bertandang ke Ditjen Badan Peradilan Agama dalam rangka mendiskusi berbagai program kerjasama antar pengadilan.

Pada akhir Juli 2017, Ketua Mahkamah Agung RI Prof.Dr.H.M. Hatta Ali, S.H., M.H menandatangani pembaruan nota kesepahaman kerjasama yustisial dengan Federal of of Australia dan Family Court of Australia di Commonwealth Court Centre Building, Melbourne Australia.

Kerjasama antara FCoA dengan peradilan agama selama beberapa tahun mendatang terfokus pada peningkatan akses perempuan dan anak terhadap keadilan.

"Kita mengharapkan nantinya adanya peningkatan kualitas layanan dalam penanganan perkara yang melibatkan perempuan dan anak," jelas Cate Sumner.

Cate Sumner mengaku telah mendapatkan persetujuan dari Ketua Mahkamah Agung RI terkait beberapa program seperti reviu putusan hakim, penyusunan modul training, dan pengumpulan data.

"Nanti akan dilakukan kajian terhadap putusan hakim tentang kepatuhan terhadap PERMA Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Mengadili Perkara Perempuan Berhadapan Dengan Hukum," ujar Cate Sumner.

Pengumpulan data dilakukan untuk mendapatkan gambaran tingkat kekerasan rumah tangga yang terjadi di Indonesia. Data perceraian di peradilan agama sangat membantu untuk mendapatkan gambaran tersebut.

Ketersediaan data sangat bermanfaat bagi peneliti dan juga bagi pemerintah dalam membuat kebijakan program-program nasional di masa mendatang.

Sebelum ini, fokus utama kerjasama antar pengadilan ini adalah program legal identity. Program ini telah berhasil dilakukan dengan banyaknya sidang terpadu yang dilakukan. Wahyu Widiana, mantan Dirjen Badan Peradilan Agama mengharapkan kualitas layanan sidang terpadu tetap ditingkatkan.

"Layanan sidang terpadu ini telah berhasil mengharumkan citra peradilan agama di forum internasional. Walaupun fokus utama kali ini bukan lagi pada program legal identity, kita harapkan akurasi data layanan ini tetap bagus," ujar Wahyu Widiana.

[Rahmat Arijaya & Hirpan Hilmi]

Add comment

Pembaruan MA

Layanan Info

BANNER SUBDIT HAKIM

hasil-tpm

Elearning

Banner majalah

tnde01

BANER WEB

simtalak