logo web

Dipublikasikan oleh Abdul Rahman pada on . Dilihat: 593

260 Perkara Itsbat Nikah, Disidangkan di KJRI kota Kinabalu

 
Kinabalu | badilag.mahkamahagung.go.id (1/4/2018).
 
Sebanyak 260 perkara itsbat nikah atau 260 pasangan suami istri akan disidangkan Pengadilan Jakarta Pusat di Kinabalu selama tiga hari, 2 hingga 4 April 2018.  Persidangan dilangsungkan di ruang Balai Budaya, Konsulat Jenderal Republik Indonesia, Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia.
 
Di hari pertama, Senin (2/4/2018) disidangkan 88 pasangan oleh majelis hakim yang terdiri dari Dra. Hj. Hafsah, S.H. sebagai ketua majelis, Drs. Chaeruddin, S.H., M.H. dan Dra. Alia Al Hasna, M.H. sebagai hakim anggota serta dibantu Budy Setyo Rini, S.H. sebagai Panitera Pengganti.
 
Besok Selasa akan disidangkan 80 pasangan dan sisanya 92 pasangan akan disidangkan di hari terakhir.  
 
Sebelum mengikuti persidangan, petugas Konsulat Jenderal akan memverifikasi kelengkapan data pribadi setiap pasangan dan meminta keterangan mengenai riwayat pernikahan.
 
 
Beberapa pasangan terlihat mengalami kesulitan saat verifikasi data pribadi maupun riwayat pernikahan. Ini dikarenakan karena lamanya usia pernikahan, perbedaan data pribadi juga ketidakmampuan baca tulis pasangan itsbat. Bahkan, kemampuan baca tulis ini menjadi pertanyaan pertama petugas verifikator Konsulat Jenderal.
 
Kesempatan ini memang dimanfaatkan juga oleh Konsulat Jenderal untuk verifikasi data Warga Negara Indonesia (WNI). 
 
Verifikasi usai, setiap pasangan langsung mengikuti persidangan.  Pasangan yang telah dinyatakan sah oleh majelis hakim berdasarkan data dan saksi, akan langsung menerima surat nikah. 
 
Selain menerima surat nikah, setiap pasangan mendapat kesempatan berfoto di pelaminan yang telah disiapkan oleh Konsulat Jenderal. “Foto pelaminan ini disiapkan sebagai kenang-kenangan untuk setiap pasangan itsbat” ungkap Jodi Kusmanto salah satu pegawai Konsulat Jenderal.
 
 
Antusiasme WNI
 
Antusisme WNI yang ingin mengurus keabsahan pernikahannya di wilayah Sabah, Malaysia sangat tinggi. Terbukti, mereka sudah berkumpul di Konjen RI Kota Kinibalu dari pagi buta. Padahal, jarak yang ditempuh cukup jauh.
 
Salah satu pasangan, Zulkifli dan Anita sudah sampai di Kinabalu saat berkumandang adzan subuh. Dari Rumahnya di ladang Gomatung, mereka berangkat bersama sekitar jam 9 malam.
 
Menurutnya ada lagi pasangan yang mengikuti itsbat nikah ini yang tempatnya lebih jauh. “ Yang terjauh dari ladang Pintasan 2, daerahnya sudah dekat ke Lahad Datu” terangnya.
 
Zulkifli dan pasangan lainnya mendapatkan informasi tentang itsbat nikah dari Community Learning Center (CLC) yang ada di ladang tempat mereka bekerja.
 
Jodi Kusmanto membenarkan, Konsulat Jenderal Kinabalu menyebarkan pengumuman sidang itsbat melalui CLC. CLC adalah sekolah Indonesia yang didirikan di kantong-kantong WNI. “Di Sabah kebanyakan berada di ladang-ladang (perkebunan) karena orang Indonesia umumnya bekerja di ladang” ungkapnya. (hirpan hilmi)
Comments  
# Basila PTA Jkt 2018-04-05 13:47
Selamat dan sukses selalu untuk semuanya dan semoga setiap WNI di luar negeri yang berada di negara manapun memperoleh bantuan perlindungan hukum dalam setiap aktifitasnya dari pemangku otoritas Indonesia...aam iin
Reply | Reply with quote | Quote
Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Lokasi Kantor