1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Optimal dan Profesional

Oleh: Abdul Manaf

Tidak sedikit karya indah yang lahir dari serba keterbatasan. Tidak jarang orang sukses terlahir dari keluarga kekurangan. Tidak urung karya besar muncul dari orang yang dianggap kecil. Tidak terhitung kreatifitas mencuat dari minimnya fasilitas. Dalam keadaan terjepit, seringkali potinsi diri seseorang keluar melejit.

Betapa banyak dijumpai orang kaya yang bangkrut. Begitu banyak orang hidup dalam gelimang harta, tapi gagal dalam menjalani hidup. Sangat berbilang jumlahnya, orang yang terpenuhi segala fasilitas dalam hidup harus terhempas.

Nabi Sulaiman AS senantiasa berkata, bahwa semua kesuksesan yang dia raih, semua fasilitas yang dia dapat, semua karya yang dia cipta, hanyalah anugerah Allah SWT semata. Dia berkarya sepenuh jiwa. Dia bekerja mengejar cita. Kesungguhan beraktifitas, berbekal spiritualitas. Menjadi orang sukses yang bersyukur. Tidak merasa jumawa dengan segala prestasi yang ada.

Di dalam dunia kerja, seringkali kita jumpai setidaknya empat situasi. Pertama, kaya fasilitas kaya kreatifitas. Semua pekerjaan direncanakan. Aktifitas digalakkan. Target-target kinerja selalu tercapai. Selalu melayani sepenuh hati. Selalu mengerjakan semua yang direncanakan. Selalu merencanakan terlebih dahulu apa yang hendak dikerjakan. Kiprahnya menebarkan manfaat bagi masyarakat. Ibarat ‘ALIMUN GHOIYYUN. Ini situasi yang paling ideal. Orang bergelimang fasilitas duniawi, bekerja selalu dengan hati, mengerti betul bagaimana harus mengabdi, memberikan manfaat untuk selain diri-sendiri. Karena dia yakin balasan terbaik akan diberikan oleh Allah Rabbul Izzati.

Kedua, miskin fasilitas kaya kreatifitas. Kalau menghadirkan banyak karya dengan fasilitas yang tersedia, itu biasa. Tapi melahirkan banyak karya dengan fasilitas yang apa adanya, itu baru luar biasa. Setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Dimana ada kemauan, disitu ada jalan. Kecepatan mencari berkas yang diarsipkanm misalnya, tidak harus menunggu dibangunnya ruang arsip berpendingin, tapi dengan kedisiplinan meletakkan berkas pada tempatnya, maka pencarian berkas sangat mudah dilakukan. Itulah manajemen mutu dalam sebuah kinerja yang baik. Ibarat ‘ALIMUN FAQIRUN. Orang yang miskin harta, tapi pandai meciptakan karya.

Ketiga, kaya fasilitas miskin kreatifitas. Komputer serba canggih. Jaringan internet berselancar cepat laksana kilat. Aplikasi kerja lengkap tersedia. Aliran listrik berlimpah. Ironinya, kemauan lemah. Kemalasan menjangkit kronis. Menghambur-hamburkan waktu dengan aktifitas yang tidak berguna. Target kinerja tidak tercapai. Ibarat GHONIYYUN JAHILUN. Orang bergelimang harta, tapi tidak pandai menggunakannya.

Keempat, miskin falisitas miskin kreatifitas. Orang yang semangatnya kendur, yang terpikir hanyalah tidur. Ketidakberdayaan dalam bekerja, selalu kambing hitam yang dicerca. Komputer yang jadul. Ruangan kerja yang sempit. Meubeler yang kurang layak. Kerjanya selalu kedodoran. Padahal mutu layanan bisa memuaskan pelanggan, kalau semua pekerjaan melalui perencanaan. Perbaikan kinerja, sebelum perbaikan fasilitas kerja. Ibarat FAQIRUN JAHILUN. Orang yang miskin harta, miskin ilmu pula.

Suatu hari seorang murid bertanya kepada gurunya. “Tuan! Dimanakah yang lebih utama bila mengantarkan jenazah, berjalan di depan keranda, di belakang, di sebelah kiri atau kanan keranda?” tanyanya. “Berjalanlah sesukamu, selagi kamu belum berada di dalam keranda tersebut.” Jawab sang guru. Hikmahnya, selagi status masih pegawai aktif maka bekerjalah dengan profesional dan optimal. [bm/iar]

Comments  

 
# W.Setiawan PA.Cms 2017-05-31 16:16
Alimun Ghoniyun, Alimun Faqirun, Ghoniyun Jahilun dan Faqirun Jahilun adalah empat katagori manusia yang bisa menjadi cerminan diri, spontan kita bertanya kepada diri sendiri, kita masuk katagori yang mana? Semoga Tausiyah Bapak Dirjen ini menjadi pemicu kita untuk meningkatkan kinerja demi meraih prestasi terbaik. Semoga.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ahmad Syafruddin 2017-06-01 09:32
Sederhana, tepat sasaran, dan berdasarkan kenyataan. PA. Sungai Penuh, 1062017.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# mustopa 2017-06-02 07:51
super sekali, terima kasih pa dirjen
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# kokon pa-putussibau 2017-06-02 08:14
terima kasih pak ....sangat menyentuh sekali, introspeksi buat sya, ayo kita bekerja jangan sampai masuk kategori no tiga dan empat....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abd Malik - PA Yk 2017-06-02 09:16
Kita masuk golongan yang mana ? Ayo instropeksi pada diri kita masing-masing.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# yakin karim pta.lamp 2017-06-02 10:36
Subhanalloh, wal ham dulillahi Allohu akbar" kita" masuk golongan yang mana ya? semoga doa romadhan beribadah/berhi dmat di peradilan agama tergolong yang pertama. amin
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# wahyuningtyas 2017-06-05 11:53
Alimun Ghoniyun, Alimun Faqirun, Ghoniyun Jahilun dan Faqirun Jahilun, ciri sifat manusia, yang pandai memanfaatkan ..dia yang beruntung
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ujang J PA-Jepr 2017-06-06 09:04
syukron atas taushiyahnya pak DIRJEN
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# umi paju 2017-06-06 10:27
Terima kasih pak Dirjen untuk pencerahannya.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abd.Salam PA Mataram 2017-06-09 10:26
Siiip,,,,,!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# baiq halkiyah 2017-07-14 09:51
tausiah Bapak Dirjen memang ok, semoga teman2 meresapi dan memahami 4 tipe golongan manusia di atas.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# baiq halkiyah 2017-07-14 09:52
mantap, pencerahan yang luar biasa
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# munawar, ms.blang 2017-07-27 09:47
Sangat mendidik dan memotivasi.
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment

Pembaruan MA

Layanan Info

BANNER SUBDIT HAKIM

hasil-tpm

Elearning

Banner majalah

tnde01

BANER WEB