logo web

Dipublikasikan oleh Mahrus Abdur Rohim pada on . Dilihat: 1983

Kekompakan Kunci Kesuksesan*)

Oleh: Abdul Manaf

Khudzillu’lu’ walaw minal ba’roh. Ambillah mutiara walaupun dalam kotoran unta. Mutiara adalah sesuatu yang berharga. Terlalu mubadzir apabila ia dibiarkan tidak dimanfaatkan, sekalipun ia terbalut kotoran. Mutiara tetaplah mutiara walau terbungkus kotoran sekalipun. Ungkapan ini, menyiratkan pesan untuk mengambil pelajaran berharga dimana pun dan dari mana pun datangnya. Selama pelajaran itu bermanfaat dan berguna, maka kita harus mengambilnya. Pelajaran berharga ibarat mutiara yang hilang, yang apabila ditemukan, selayaknya diambil dan dimanfaatkan.

Sangat banyak pelajaran yang menguap begitu saja, gara-gara gengsi dan benci yang mengotori hati. Akal sehat terlanjur lemah dan lunglai terkikis emosi, syakwa sangka atau terlanjur kecewa.

Seorang pemimpin harus pandai mendeteksi kondisi dan suasana hati orang yang dipimpinnya. Tidak terlalu sulit melakukannya. Orang lain adalah cerminan diri kita. Tersenyum kita di depan cermin, terpantulah senyuman ke muka kita. Cemberut sinis kita di depan cermin, itulah yang akan didapatkan darinya. Seorang pemimpin hendaknya introspeksi diri, apabila mendapati orang yang dipimpinnya bersikap cuek alias tidak perduli dengan gagasan dan program kerjanya. Jangan-jangan, itulah sikap yang selama ini dia umpankan kepada mereka.

Seorang pemain bola profesional dan mumpuni, menjadi rebutan sejumlah tim terkenal untuk memperkuat sekuadnya dalam meraih juara dalam berbagai kompetisi. Hanya saja, dia tidak dapat banyak berfungsi apabila tidak didukung oleh 10 pemain lainnya. Dalam kerja tim sebuah organisasi, setiap personil memiliki peranan yang strategis dalam kerja tim untuk menciptakan goal. Untuk mencapai tujuan yang sudah direncanakan.

Stephen covey mengatakan bahwa jika ada begitu banyak orang yang tidak puas dalam bekerja, dan jika ada begitu banyak organisasi yang tidak berhasil menarik dan memanfaatkan bakat, kecerdikan dan kreativitas orang-orangnya, serta tidak pernah menjadi organisasi yang sungguh-sungguh dan bertahan lama, penyebabnya bermula dari paradigma yang tidak utuh mengenai siapa sesungguhnya diri ini. Sekali lagi kucinya, rajin-rajin bercermin diri, agar terjalin saling menghormati dan saling menghargai. Pada gilirannya, kekompakan akan tercipta. Sejatinya kekompakan adalah kunci kesuksesan sebuah organisasi. Sebagai penutup, mari kita teladani Firman-Nya: 

“Sesungguhnya ALLAH mencintai orang-orang yang berjuang dijalan-NYA dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” [Ash-shaff:4]

 

 

*) Tulisan pernah dimuat di rubrik Pojok Dirjen Majalah Peradilan Agama Edisi IX/2016

Comments  
# SyafriAmrul pta palu 2016-08-16 08:05
Mantap sekali pak Dirjen, sungguh menginspiratif. ....irama dan suasana suatu instansi amat banyak diwarnai oleh sikap dan cara pemimpinnya. Terima kasih.
Reply | Reply with quote | Quote
# adijember 2016-08-16 19:46
barakallah, amin
Reply | Reply with quote | Quote
# April Yadi-PA Tegal 2016-08-20 11:59
Siap - sepakat tanpa syarat - kekompakan adalah sebuah keniscayaan dalam pengabdian melalui lembaga/satker, jazakallah buat penulis juga salam hormat dan hangat selalu untuk kita semua dimana saja berada,-
Reply | Reply with quote | Quote
# wendri 2016-08-22 09:23
Tulisan cukup menggugah bagi para pemimpin, berkaca pada diri, tidak mau hanya menilai orang lain saja...
Reply | Reply with quote | Quote
# Umi PAJU 2016-08-23 10:28
Terima ksh Pak Dirjen untuk pencerahannya
Reply | Reply with quote | Quote
# # Darwin, PA. Pkc 2016-08-25 23:20
kalau kita terjemahkan pemikiran pak Dirjen tersebut dalam perumusan teknik dan metode pemeriksaan perkara serta format BAS & Putusan yang seragam, waktu kita berdebat terus dlm masalah2 teknis trsbt dpt kita gunakan menyatukan persepsi dan inovasi baru demi tercapaian kemajuan bersama
Reply | Reply with quote | Quote
# Hairil Anwar, S.Kom 2016-08-26 14:54
betul pak.. terimakasih atas pencerahannya.. .
Reply | Reply with quote | Quote
Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

Fanpage