logo web

Dipublikasikan oleh Ridwan Anwar pada on . Dilihat: 990

HAJI : RITUAL YANG SARAT MAKNA

Oleh: Abdul Manaf

Saat ini adalah bulan Zulhijjah pada kalender Islam. Bulan ini dikenal juga dengan bulan haji. Haji adalah sebuah ibadah yang paling spektakuler di dunia dimana dua juta lebih Muslim beribadah di sana. Pengaturan logistik ketika haji termasuk yang tersulit dan termahal di dunia.

Bagi seorang Muslim, haji adalah ibadah yang sangat monumental. Tidak semua orang dapat melaksanakan ibadah ini. Ada beberapa kemampuan yang harus dimiliki yaitu materi, fisik dan psikis. Ternyata itu saja belum cukup karena pada akhirnya hidayah menjadi faktor penentu. Banyak orang  yang memiliki kemampuan materi dan fisik tapi belum juga pergi ke Mekkah untuk melaksanakan haji.

Makna Haji

Ali Syariati dalam bukunya “Hajj: Reflection on its Rituals” menjelaskan bahwa haji sebuah “simbol”. Semakin dalam engkau menyelami lautan ini, semakin jauh engkau dari tepiannya. Haji adalah samudera tak bertepi. Artinya haji sarat dengan makna spiritual yang mendalam di balik ritual simboliknya.

Pertama, Thawaf.  Thawaf adalah simbol bahwa alam ini tidak berhenti bergerak. Bergerak adalah entitas kehidupan, sebab berhenti bergerak sama dengan kematian. Kualitas seseorang ditentukan oleh bergeraknya ia ke arah yang memberi gerak. Bergerak ke pusat orbitnya.

Kedua, Sa’i , yaitu berlari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwa. Ini mengkisahkan perjuangan Siti Hajar yang sangat membutuhkan air untuk anaknya ketika ia berada di padang yang tandus.  Sebuah tantangan kehidupan yang teramat berat. Dalam kehidupan ini kita diharuskan untuk berusaha sungguh-sungguh.

Ketiga, Melontar jumrah. Ini memberikan simbol peperangan terhadap setan. Setan ini uncul dalam berbagai personifikasi seperti sifat-sifat Qarun, Fir’aun,  Bal’am dan sebagainya.  

Keempat, Wukuf di Padang Arafah. Dalam Islam di daerah inilah dipertemukannnya Nabi Adam as dan Siti Hawa, yang kemudian melakukan taubat kepada Allah Swt sebagaimana firman-Nya dalam Alquran: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan jika engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raf: 23)

Padang Arafah dikenal sebagai miniaturnya padang Mahsyar. Jutaan jamaah haji dari seluruh dunia berkumpul di tempat ini. Tak ada beda antara pejabat dan rakyat, antara yang kaya dan miskin, dan tak ada sekat-sekat negara bangsa, yang ada hanya manusia sebagi makhluk Allah.

Bagi Professor Quraish Shihab haji syarat dengan makna kemanusian.  Makna tersebut tak hanya terbatas pada persamaan nilai antar perseorangan dengan yang lain, tapi mengandung makna yang jauh lebih dalam dari sekedar persamaan tersebut. Ia mencakup seperangkat nilai-nilai luhur yang seharusnya menghiasi jiwa pemiliknya. Kemanusiaan menjadikan makhluk ini memiliki moral serta berkemampuan memimpin makhluk-makhluk lain mencapai tujuan penciptaan. Kemanusiaan mengantarnya menyadari bahwa ia adalah makhluk dwi dimensi yang harus melanjutkan evolusinya hingga mencapai titik akhir. Kemanusiaan mengantarnya sadar bahwa ia adalah makhluk sosial yang tak dapat hidup sendirian dan harus bertenggang rasa dalam berinteraksi.

Selain Ali Syaiati dan Prof. Quraish Shihab, masih banyak pakar lainnya yang telah berusaha menggali makna ibadah haji ini. Bagi seorang Muslim, sangat penting memahami makna spritual ibadah haji ini.

Makna spritual haji tersebut hendaknya juga dapat kita implementasikan dalam bekerja di pengadilan agama. Bekerja dengan sungguh-sungguh, memberikan pelayanan terbaik bagi pencari keadilan, tidak membeda-bedakan pengguna pengadilan adalah di antara bentuk implementasi makna spiritual haji. Menghindarkan diri dari korupsi, suap menyuap dan tidakan tidak terpuji lainnya juga adalah bentuk perlawanan kita terhadap setan.

Semoga kawan-kawan kita yang tengah pergi menunaikan ibadah haji tahun ini mendapatkan kemudahan dan hajinya mabrur. Kita juga berharap kawan-kawan kita yang belum pergi haji bisa dimudahkan untuk pergi kesana. Amin.

Comments  
# Umi PAJU 2016-09-05 10:15
Aaminn ya Robbal Alamiin
Reply | Reply with quote | Quote
# Abd Malik - PA Jpr 2016-09-05 15:53
Bagi Khotib Hari Raya Idul Adha tahun ini, makalah ini bisa menjadi tambahan materi khotbah.
Reply | Reply with quote | Quote
# # SRI R PA Clp. 2016-09-06 07:46
Mantap tausiyahnya Pak Dirjen. Semoga kita dapat mengimplementas ikan makna spiritual haji ini dalam kinerja kita di Pengadilan Agama sehingga dapat selamat dunia dan akhirat.
Reply | Reply with quote | Quote
# Hairil-Pa Pmks 2016-09-07 13:22
amiiin....
Reply | Reply with quote | Quote
# April Yadi-PA Tegal 2016-09-14 14:53
Implementasi makna filosofis Thawaf - Sai - Melontar Jumrah - Wukuf di 'Arafah - dalam tugas pengadbdian dan keseharian adalah sebuah keniscayaan yang harus senantiasa digelorakan, semoga Allah SWT meridloi kehidupan kita, aamiin ya robbal álamiiin, jazakallah ayahanda penulis,-
Reply | Reply with quote | Quote
# ujang J PA Jepara 2016-09-15 16:08
tsabbatakallahu bilquli tsabit. amiin
Reply | Reply with quote | Quote
Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

Fanpage