logo web

SELAMAT DATANG

Assalaamualaikum Wr. Wb. Selamat datang di website resmi Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama. Website ini dibuat sebagai sarana untuk memberikan beragam informasi khususnya yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama.
SELAMAT DATANG
Data Perempuan Berhadapan Dengan Hukum di Peradilan Agama

PROGRAM PRIORITAS

Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama telah menetapkan 7 (tujuh) program prioritas.Ketujuh program prioritas tersebut yaitu : Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)
PROGRAM PRIORITAS

ZONA INTEGRITAS (ZI)

Menjadi salah satu progam prioritas, Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan peradilan agama merupakan upaya Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama
ZONA INTEGRITAS (ZI)

Sistem Informasi Pengawasan

Aplikasi yang disediakan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI, untuk melaporkan suatu perbuatan berindikasi pelanggaran yang terjadi di lingkungan MA RI atau Peradilan dibawahnya.
Sistem Informasi Pengawasan
Keluarga Besar Ditjen Badilag turut berduka cita atas meninggalnya Drs. H. Hamzah Abbas, SH.,MH (Hakim Tinggi PTA Makassar) pada tanggal 23 Agustus 2019 # Keluarga Besar Ditjen Badilag turut berduka cita atas meninggalnya Drs. Abd. Syukur, SH (Hakim Tinggi PTA Yogyakarta) pada tanggal 24 Agustus 2019#Waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan pimpinan dan pejabat Ditjen Badilag terkait dengan janji mutasi dan promosi dengan permintaan imbalan sejumlah uang.

on . Dilihat: 6534

Pentingnya Pemahaman dan Passion Dalam Bekerja

Oleh: Abdul Manaf

Program dan kegiatan di sebuah pengadilan dibingkai dengan prinsip input, proses, output dan outcome. Apakah output dalam dalam kinerja sebuah pengadilan? Output terkait dengan what we do (apa yang kita produksi/hasilkan), dan who we reach (siapa orang yang menjadi sasaran kita). Apakah outcome dalam dalam kinerja sebuah pengadilan? Outcome mencakup kepada berbagai hasil (results) dalam jangka pendek serta dampak (impact) jangka panjang.

Input dalam pengadilan adalah sejumlah perkara yang masuk. Prosesnya adalah administrasi perkara dan persidangan. Output-nya adalah sejumlah penetapan dan putusan. Sedangkan outcome-nya menghasilkan kepastian hukum dan keadilan bagi para pihak yang berperkara, serta memberikan dampak kepercayaan dan kepuasan publik terhadap pengadilan serta berdampak ketertiban hidup dalam masyarakat.

Disebutkan dalam sebuah kegiatan solat berjamaah. Sang Imam membaca surat sangat panjang dalam solat. Beberapa makmum tampak khusyuk dan menangis mendengarkan bacaan imam yang syahdu. Beberapa makmum yang lain tampak gelisah dan menangis mendengarkan bacaan imam yang bersuara merdu.

Usai solat, Sang Imam bertanya kepada seorang jamaah. “Kenapa Anda menangis dalam solat?” “Saya sedih mendengar ayat-ayat adzab yang Tuan bacakan barusan.” “Apakah Anda memahami dan mengerti bacaan ayat Al-Quran?” “Ya. Saya sudah lama memelajari dan memahami Bahasa Arab dan Al-Quran.”

Kemudian Sang Imam bertanya kepada jamaah yang lain. “Kenapa Anda menangis dalam solat?” “Saya gelisah karena Tuan membaca ayat sangat panjang, tetapi saya tidak memahaminya sama sekali.”

Itulah gambaran kita dalam bekerja. Untuk mencapai kinerja pengadilan agama yang berdampak kepada kepercayaan dan kepuasan publik terhadap pengadilan agama dan lembaga peradilan pada umumnya, serta berdampak ketertiban hidup dalam masyarakat, jelas membutuhkan passion (kegemaran dan semangat) yang sama dari setiap warga peradilan agama. Sejak dari level imam, sebutlah Ketua Kamar Agama misalnya, sampai ke level makmum atau staf di pengadilan agama, harus memiliki passion yang sama.

Seperti dari kisah berjamaah di atas, passion seorang pegawai (sang makmum) lahir dari sebuah pemahaman terhadap uraian tugas (Ayat Al-Quran) sebagai penjabaran dari rencana kerja yang disusun oleh lembaga (Sang Imam). Pemahaman terhadap uraian tugas, mampu membangun keterlibatan emosi sekaligus pemikiran, sehingga melahirkan passion dalam bekerja (menangis). Pada sisi yang lain, ketidakpahaman terhadap uraian tugas menimbulkan apatisme, kebosanan bahkan frustasi dalam bekerja (menangis).

Lebih spesifik untuk seorang hakim dalam proses persidangan, Sayyidina Umar Ibnu Al-Khattab RA (semoga Allah Meridhoinya) sangat menekankan faktor pemahaman hakim terhadap perkara yang ditanganinya dan pemahaman teknis persidangan yang imparsial. Sampai tiga kali beliau menekankan hal itu. Fafham idza udliya ilayka (maka pahamilah benar-benar jika ada sesuatu perkara yang dikemukakan kepadamu)…. Tsumma al-fahma al-fahma fima udliya ilayka… (kemudian fahamilah, fahamilah benar-benar persoalan yang dipaparkan kepadamu…)

Putusan seorang hakim yang menciderai rasa keadilan masyarakat dan memporak-porandakan kepastian hukum, akan berdampak pada hancurnya kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan, dan berdampak melahirkan kekacauan dalam hidup dan kehidupan masyarakat luas.

 

Comments  
# Wawan Setiawen PA Im 2015-03-10 19:20
Salut sama Bapak Dirjen semoga kami bisa menjadi seorang makmum yang baik, mampu mengikuti arah komando dan segala petunjuk sang Imam.
Reply | Reply with quote | Quote
# Masrinedi-PA Prm 2015-03-20 12:02
Jazakallah atas tausyiyahnya pak Dirjen. Semoga kami bisa menjadi makmum yang amanah yang memahami hal ikhwal makmum dan memiliki passion dalam bekerja. Aamiin YRA ...... :)
Reply | Reply with quote | Quote
# Wawan Setiawan PA Im 2015-03-11 07:17
Sami'na wa atho'na semoga kami para makmum mampu memahami, memaknai serta mengikuti setiap gerakan sang imam dengan khusyuk
Reply | Reply with quote | Quote
# Zulkifli S/Indramayu 2015-03-11 15:35
Yang agak sulit saya rasakan ialah menggapai outcome perkara perceraian dalam menghasilkan kepastian hukum dan keadilan bagi para pihak yang berperkara, serta memberikan dampak kepercayaan dan kepuasan publik terhadap pengadilan serta berdampak ketertiban hidup dalam masyarakat. Di satu sisi para pihak ingin cepat diputus cerai, di sisi lain kita harus ikuti hukum acara, yang terkadang bisa lama putus.
Reply | Reply with quote | Quote
# iliyansyah 2015-03-12 09:52
Setuju dengan menangisnya sebagai passion atau hasrat untuk memahami semua hal dengan benar...Namun sebuah pertanyaan muncul ketika semuanya tidak menangis setelah imam membaca itu padahal sudah memahami segala hal lantas apa kita harus diam dan segala cara sudah dilakukan mengatasi itu namun tidak juga diberikan pencerahan dengan motivasi dan mutasi karena masih ada nya cara lama yaitu tidak nyaman dalam koridor unprofesional sehingga tangisan itu tidak kunjung keluar air mata
Reply | Reply with quote | Quote
# rosyid yakub.pa ciba 2015-03-12 11:53
beberapa tulisan pojok pa dirjen semoga semakin memantapkan,mel uruskan dan menerangi derap langkah kami ke depan. syukron wajaka Allahu khoiron katsiron.
Reply | Reply with quote | Quote
# H.M.M @pa-karangasem 2015-03-13 07:07
Semangat Khalifah Umar bin Khattab harus menjadi inspirasi penegakan hukum yang berkeadilan, berkepastian dan berdampak kemaslahatan bagi bangsa Indonesia.# Pojok Pak Dirjen sangat menginspirasi. Terimakasih. H. Muhammad Muhibbuddin.
Reply | Reply with quote | Quote
# marwoto. PA. Sleman 2015-03-19 10:23
kata kuncinya :
Pemahaman terhadap uraian tugas, mampu membangun keterlibatan emosi sekaligus pemikiran,
Dan bagi hakim pemahaman hakim terhadap perkara yang ditanganinya dan pemahaman teknis persidangan yang imparsial.
Reply | Reply with quote | Quote
# M. Sidiq pta-kupang 2015-03-24 10:59
Bak disiram air dingin yang sejuk dan terasa sampai kedalam tubuh, demikian ibarat tulisan Pak Dirjen yang selalu menginspirasi saya, mudah-mudahan bisa saya amalkan.....ami n
Reply | Reply with quote | Quote
# Rusdi PTA Bkl 2015-03-24 14:07
semoga kita akan menjadi Makmum yang senantiasa sadar akan fosisi kita masing - masing. Amiiin.
Reply | Reply with quote | Quote
# A Rahin Upu PAMasohi 2015-04-01 09:33
Pemahaman dan Passion dalam bekerja membutuhkan provesionalitas dan provesional membutuhkan pengetahuan yang luas akan objek kerjanya, untuk itu pemberian tugas kepada pegawai harus dibarengi dengan pengetahuan akan objek kerja (DDTK) diklat ditempat kerja akan job diskription masing-masing personil.
Reply | Reply with quote | Quote
# H. Ribat/PA.Psp 2015-04-06 12:22
Sering antara kepastian hukum, keadilan sosial dan keadilan hukum tidak berjalan seiring. biasanya hukum ditegakkan hanya untuk kepastian hukum sementara keadilan sosial terabaikan. upaya untuk menegakkan ketiga pilar tersebut terkadang juga dihalangi dengan trial by press, sehingga hukum sering menjadi tidak adil dalam kenyataannya.
Reply | Reply with quote | Quote
# Abusyik Malika 2015-04-07 05:37
Petuah pak Dirjen ini dapat dicerna dengan gamblang dan mencerahkan. Kami menunggu petuah / pencerahan berikutnya. Terima kasih dan semoga sukses selalu !
Reply | Reply with quote | Quote
# Faizal Kamil,Cilegon 2015-05-03 14:42
Intisari pesan yg disampaikan pak Dirjen, aparat Peradilan Agama baik teknis dan non teknis, harus bisa melaksanakan perintah atasan, bisa bersinerji dengan sesama (selevel dlm. jabatan)serta mengayomi staf ataupun bawahan.
Reply | Reply with quote | Quote
# faizalkamil66@yahoo. 2015-05-07 09:48
Koordinasi kpd pimpinan, bekerjasama & sama2bekerja dgn selevel, mengayomi para staff atau bawahan..go a head !
Reply | Reply with quote | Quote
# faizal kamil,cilegon 2015-05-07 19:17
Dalam bekerja wabil khusus di Peradilan Agama, selain yg telah dibahas oleh pak Dirjen. Harap dipedomani kita pandai berkoordinasi kepada pimpinan, kerjasama/sama2 bekerja dg lini yg selevel, mengayomi/menya yangi staf atau bawahan dengan berprinsip menegakkann "Reward" and "Punishment"... apalagi dlm hal memberikan putusan nuansa keadilan adalah nomor wahid...
Reply | Reply with quote | Quote
# daru pa-cbd 2015-05-28 08:12
inspiratif, menyegarkan, tercerahkan semoga dapat melaksanakan dengan sebaik-baiknya, sukses terus Peradilan Agama menjadi pelayan terbaik buat ummat...
Reply | Reply with quote | Quote
# Damanhuri Aly - Banj 2015-05-29 13:13
Allahumma, anta ilahun, wa ana abduka jahilun, as-aluka ya-Allah an-tarzuqani ilman nafi'an wa-amalan shalihan maqbula, amin.
Reply | Reply with quote | Quote
# Asep Mujtahid. PA CN 2016-03-02 07:34
Akan menjadi pemimpin yang kharismatik ketika persepsi Pak Dirjen menjadi acuan dalam sebuah institusi, karena terkadang passion (kegemaran dan semangat) terabaikan di lingkungan peradilan Agama , sangat setuju ketika membuat program kerja dengan memperhatikan aspek tadi, supaya dapat terlaksana dengan baik tentunya dengan Arahan dan pengawasan yang tidak berhenti, semoga pelayanan lembaga peradilan agama semakin memuaskan masyarakat. amin
Reply | Reply with quote | Quote
Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

Fanpage