logo web

on . Dilihat: 6591

Kuncinya, Uraian Tugas Yang Jelas

Oleh : Abdul Manaf

Setiap orang mengetahui siapa dirinya dan mengetahui apa yang harus dikerjakannya. Itu salah satu prinsip dalam manajemen organisasi. Siapa dan apa. Tahu dirinya siapa dan tahu harus mengerjakan apa. Suatu organ di sebuah perkantoran mengetahui posisi dirinya sebagai apa, masih belum cukup. Dia harus mengetahui juga apa saja yang menjadi bidang pekerjaan dan tanggung jawabnya. Mengetahui apa saja tugas pokok dan fungsinya. Seorang pegawai yang mampu mendeskripsikan siapa dirinya, dia juga harus mampu mengetahui dengan jelas uraian tugas atau job deskripsinya. Apa saja yang menjadi tanggung jawab dan wewenangnya. Sehingga kinerja seseorang akan paripurna dan terukur apabila sejak awal sudah diketahuinya dengan jelas dan gamblang.

Dia bisa memulai pekerjaannya dengan mengatur strategi dan teknik tersendiri agar semua tugas-tugas yang dibebankan kepadanya bisa diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Suatu pekerjaan yang direncanakan dengan matang sejak awal, berarti separuh dari pekerjaan tersebut sudah dianggap selesai, begitu kata para pakar.

Saya teringat suatu hari mendengarkan ceramah Ad-Da’i Ilallah Kyai Haji Abdullah Syafi’i –semoga Allah merahmatinya –  seorang ulama besar di Betawi, bahwa dikisahkan ada seorang buta ingin menonton pertunjukan topeng monyet bersama temannya yang melek. “Kamu tidak bisa melihat, bagaimana mungkin ikut menonton?”. “Gampang, nanti kamu colek saya kalau pertunjukannya tampak seru.” Kesepakan telah dibuat.

Kedua orang sahabat tersebut mengambil posisi di bawah sebuah pohon yang rindang, sambil menonton pertunjukan topeng monyet. Seekor monyet beraksi, mengundang decak kagum para penonton. Sementara itu, beberapa ekor ayam bertengger di atas pohon tersebut seolah ikut larut dalam pertunjukan, persis di atas sahabat yang buta yang sedari awal menunggu colekan sahabatnya yang melek, sewaktu-waktu pertunjukan tampak seru, sesuai kesepakatan.

Tanpa mereka sadari, ditengah berlangsungnya pertunjukan, seekor ayam mengeluarkan kotoran kering persis mengenai punggung sahabat yang buta. Plok ! Timbul salah sangka, dia mengira sahabatnya menyolek punggungnya. “Wah pertunjukan semakin seru rupanya,” tanpa pikir panjang, sahabat yang buta tersebut bertepuk tangan kegirangan. Melihat tingkahnya yang aneh dan lucu, para penonton topeng monyetpun saling bertepuk tangan menertawakannya. Suasana pertunjukan pun semakin seru jadinya.

Itulah gambaran suatu pekerjaan yang tidak jelas job deskripsinya. Tidak jelas uraian tugas dan rinciannya. Hanya globalnya saja, yaitu tugas menyolek apabila pertunjukan tampak seru. Bagaimana menyoleknya, apakah dengan menggunakan tangan, kaki atau lainnya? Apakah yang dicolek bagian punggung, tangan, kaki atau lainnya? Karena uraian tugas dan pekerjaan yang tidak jelas dan tidak terperinci, maka dua orang sahabat tersebut tidak begitu jelas apa yang seharusnya dikerjakannya, dan dapat dipastikan hasilnyapun tidak maksimal dan tidak sesuai dengan arah dan sasaran yang hendak dicapainya. Kuncinya, uraian tugas yang jelas.

 

 

 

Comments  
# Masrinedi-PA Prm 2015-02-25 12:24
Jazakallah atasasehatnya pak Dirjen.
Semoga uraian tugas yang jelas bagi masing-masing pejabat dan pegawai di lingkungan Badilag bisa menghantarkan suksesnya program-program prioritas pembaruan peradilan agama sebagai lembaga penyelesai masalah umat Islam Indonesia. Aamiin YRA..... :)
Reply | Reply with quote | Quote
# Rusliansyah-Nunukan 2015-02-25 13:23
Benar sekali, perencanaan adalah separoh keberhasilan pekerjaan.
Maka memahami uraian tugas sesuai tupoksi ybs. menjadi keniscayaan terwujudnya visi & misi organisasi/satk er ybs.
Semoga!
Reply | Reply with quote | Quote
# naffi, ptk 2015-02-25 14:36
Ya, siapa mengerjakan apa ? terimaksih pak dirjend. ini memacu semua kita.
Reply | Reply with quote | Quote
# Zulkifli S/Indramayu 2015-02-25 14:40
Mantap pak Dirjen. Accord !
Bila belum juga jelas (mungkin daya nalar, ada yang agak terlambat), sebaiknya dikomunikasikan dahulu sebelum bertindak. Punten yang mulia.
Reply | Reply with quote | Quote
# Asni Falah 2015-02-26 10:42
karena sudah terbiasa bekerja tanpa SOP yang jelas dan terinci, ditambah kapabilitas yang berbeda, seringkali hakim Peradilan Agama khususnya pada tingkat banding, bingung setiap hari apa yang mau dikerjakan, kecuali ada sidang atau rapat, selebihnya hanya kunjungan setiap ruangan hakim, lalu ke luar kantor dengan berbagai alasan dan kembali lagi untuk shalat jamaah zuhur dan asar. Penyebabnya sistem rekrutmen yang tidak terukur dan kita berharap 10 tahun lagi apa yang diharapkan pak Dirjen akan terealisasi. Insya Allah
Reply | Reply with quote | Quote
# Rusliansyah-Nunukan 2015-03-02 09:12
Ah...sedemikian rupakah keadaannya?
Perlu 'perenungan' bersama!
Reply | Reply with quote | Quote
# Muhdi Kholil PA SAL3 2015-02-26 13:27
Subhanalloh Walhamdulillah wala ilaaha Ilalloh huwallohu akbar, Waow benar kata YM Bapak Dirjen HARUS ADA JOB DISKRIPTION yang jelas, tegas, rinci dan terukur,itulah kerja yang profesional, dengan rekayasa administrsi dan management yang smart InsyaAlloh bisa melakukan pekerjaan yang smart,kata shohibul hikayah " KUN YADRI WAYADRI ANNAHU YADRI FAHUWA 'ALIMUN FATTABI'UHU " Amin
Reply | Reply with quote | Quote
# Mashudi - PA Tuban 2015-02-26 14:34
Uraian Tugas atau Job Discription dalam suatu lembaga atau organisasi itu sangat penting dan dibutuhkan demi berjalannya suatu roda lembaga atau organisasi tersebut, sehingga arah visi dan misi tidak keluar dari apa yang telah direncanakan semula.
Reply | Reply with quote | Quote
# umi paju 2015-02-26 14:58
Terima ksh pak Dirjen atas pencerahannya
Reply | Reply with quote | Quote
# Basuni-PA T.Pinang 2015-02-27 05:14
Terimakasih pak Dirjen indah sekali tamsilannya smg aparatur yg ada di lingkungan PA dpt mengaplikasikan nya
Reply | Reply with quote | Quote
# iliyansyah 2015-02-27 07:34
Semoga ini cerita hikmah menghindari manusia dari kolusi dan nepotisme dalam bekerja dan bermutasi tidak meminta dengan cara-cara menzalimi orang lain karena dia tahu apa dan bagaimana yang harus ia lalui....semoga pak dirjen terus memberikan motivaasi baik cerita binatang maupun cerita manusia agar kita yang cerdar paham dan tidak menjadi salah jalan
Reply | Reply with quote | Quote
# cholidul azhar 2015-02-27 08:15
Bekerja tanpa jobdis berarti seperti orang buta nonton topeng monyet, dan baru merespon kalau ada colekan temannya/atasan nya. Barangkali di era sekarang jobdisnya sudah ada, tapi biasanya setelah dibagi langsung masuk laci, sehingga akhirnya lupa apa yg harus dikerjakan
Reply | Reply with quote | Quote
# ujang jamaludin pa k 2015-03-01 16:35
taushiyah yang menggelitik dan mendalam. Jazakallahu khoiron katsiron Pak Dirjen
Reply | Reply with quote | Quote
# Nyong Amboina 2015-03-01 17:27
Mantap pak Dirjen .... ! Semoga sukses selalu !
Reply | Reply with quote | Quote
# gunawan-PA Rantau 2015-03-03 09:38
Tamsil yang ringan tapi mudah diserap...mence rahkan...Jakumu llah...
Reply | Reply with quote | Quote
# W. Anwar PA. SMP 2015-03-03 14:33
Tausiyah dan nasihat yang baik yang perlu kita ingat ketika menjadi pemimpin diri sendiri, keluarga,dan organisasi, salam hormat; sukses selalu
Reply | Reply with quote | Quote
# Nurlinah.K. PA. Tdo 2015-03-11 09:09
tauziah yang mudah dicerna dengan tamsilnya. yang utama setelah jobdiscription harus dijalankan dengan amanah dan profesional.
Reply | Reply with quote | Quote
# abhr_PTA.Mdo 2015-03-17 22:12
ternyata bpk dirjen adl sosok da'i yg humoris...insya allah akan mengantar kita dlm aktifitas dan kinerja yg islami,bernilai ibadah.
Reply | Reply with quote | Quote
# abhr_PTA.Mdo 2015-03-17 22:21
ternyata pk dirjen sosok ustadz/da'i yg humoris....insy aallah smg mengantar warga peradilan agama untuk bekerja profesional,tra nsparan,akuntab el dan ber ilai ibadah.amin!
Reply | Reply with quote | Quote
# marwoto. PA. Sleman 2015-03-19 10:09
oke dan setuju banget pak dirjend, semoga dapat di aplikasikan diseluruh lemaga peradilan di Indonesia
Reply | Reply with quote | Quote
# Syafri Amrul PTA Pal 2015-04-21 10:27
Mantap Bpk, kuncinya harus dikuasai, pastikan siapa bekerja apa, jangan asal...
Reply | Reply with quote | Quote
# sumasno HT Bjm. 2015-05-15 15:41
tausiyah yang mengandung hikmah dan filosofis yang dalam .semoga Bp Dirjen sukses dalam menjalankan tugas.
Reply | Reply with quote | Quote
# IP_Tgr 2015-08-05 14:12
uraian dan pembagian tugas yang adil dari pimpinan disertai dengan tanggung jawab masing2 individu, pasti kita bisa amanah menjalankan tugas
Reply | Reply with quote | Quote
# Zuhrah-MS Jantho 2015-10-13 09:39
Alhamdulillah, pak Dirjen, semoga saja example ceritanya menjadi i'tibar, thanks.
Reply | Reply with quote | Quote
# doel 2016-04-19 12:46
buktikan dengan nyata, perbaiki sarana,,
Reply | Reply with quote | Quote
# Ali - PA Kangean 2016-06-20 11:21
alhamdulillah kisah yang inspiratif dan catatan yang harus dijalankan. semoga semakin baik kinerja. amin
Reply | Reply with quote | Quote
Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

Fanpage