Jakarta, 9 Juni 2026 – Sebagai upaya penguatan Kadhi’s Court di Zanzibar, negara bagian Tanzania dan penguatan kompetensi hakim serta aparatur peradilan agama seluruh Indonesia, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Pertukaran Pengetahuan (Knowledge Exchange) antara Peradilan Agama Indonesia dengan Zanzibar Judiciary Office. Acara yang dilaksanakan pada Badilag Command Centre dihadiri langsung oleh delegasi Zanzibar yang dipimpin oleh Ketua Kadhi Zanzibar (Chief Kadhi of Zanzibar), Honorable Hassan Othman Ngwali dan Plt. Duta Besar Tanzania untuk Indonesia Honorable Suleiman Saleh serta dihadiri 412 Pengadilan Agama dan 34 Pengadilan Tinggi Agama seluruh Indonesia secara daring bersama melalui sambungan zoom meeting.
Acara yang berlangsung khidmat ini dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi internasional dan berbagi praktik terbaik (best practices) di lingkungan peradilan syariah.
" Kami percaya, dalam perjalanan dua institusi peradilan ini, terdapat banyak pengalaman berharga, praktik terbaik, dan tantangan serupa yang dapat kita bagi. Mulai dari pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem peradilan, penguatan kapasitas hakim dan pegawai, mediasi dan alternatif penyelesaian sengketa, hingga penanganan perkara-perkara terkini yang memerlukan ijtihad kolektif.," ujar Dirjen Badilag.

Sebagai informasi, Zanzibar merupakan daerah semi-otonom dalam Republik Persatuan Tanzania yang memiliki struktur pemerintahan sendiri. Hubungan bilateral antara Indonesia dan Tanzania semakin erat dalam beberapa tahun terakhir, yang turut membuka peluang kerja sama di bidang hukum dan peradilan.
Kegiatan pertukaran pengetahuan ini diikuti secara daring oleh seluruh jajaran pimpinan dan aparatur peradilan agama, meliputi para Ketua, wakil ketua, Hakim, Panitera, dan Sekretaris pada Pengadilan Tinggi Agama (PTA) dan Pengadilan Agama (PA) seluruh Indonesia.
Dalam forum yang interaktif tersebut, delegasi dari Zanzibar menyampaikan ketertarikannya untuk mengadopsi keberhasilan sistem peradilan agama di Indonesia yang dinilai modern, profesional, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Ketua Kadhi Zanzibar beserta jajaran hakim dan staf Kadhi’s Court secara khusus menyoroti beberapa aspek strategis yang menjadi target modernisasi lembaga peradilan mereka,

Selain sebagai wahana berbagi pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata peran aktif Peradilan Agama Indonesia dalam mendukung diplomasi hukum dan peradilan di tingkat internasional.
Melalui pertukaran pengetahuan ini, diharapkan kedua belah pihak dapat saling memperkaya wawasan dan mengembangkan sistem peradilan yang tidak hanya modern dan akuntabel, tetapi juga berorientasi pada pelayanan prima kepada masyarakat pencari keadilan. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah maju bagi Peradilan Agama Indonesia dalam mewujudkan badan peradilan yang agung dan berkelas dunia.