logo web

Dipublikasikan oleh Iwan Kartiwan pada on . Dilihat: 326

Ramadhan dan Pesan Kedamaian[1]

Oleh: Samsul Zakaria, S.Sy.

(Calon Hakim di PA Tanjung)

“Jika seseorang memeranginya atau mencercanya,” sabda Rasulullah SAW, “Maka hendaklah ia berkata: saya sedang berpuasa (inniy shaaim).” Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA tersebut pertama-tama mengabarkan bahwa puasa adalah perisai/tameng (junnah).Karena itulah, orang yang berpuasa (shaaim) hendaknya tidak berkata keji dan kotor. Hal itu dimaksudkan sebagai upaya untuk menjaga keutamaan dari puasa tersebut.

          Spirit “inniy shaaim” ini nampaknya menarik untuk terus dirayakan meskipun nantinya Ramadhan ini pasti berakhir. Pasalnya, puasa yang baik adalah puasa yang membawa dampak positif (atsar iijabiy) ketika kita sudah tidak lagi berada di bulan Ramadhan. Dengan demikian, hasil tempaan “madrasah” Ramadhan ini tetap bertahan di bulan-bulan berikutnya. Syukur-sukur senantiasa melekat sampai bertemu Ramadhan berikutnya.


[1]Artikel ini sebelumnya telah terbit di Buletin Bulanan UII News, Edisi 182, Th. 16, Volume 6, Juni 2018, Hal. 12.


Selengkapnya KLIK DISINI


 

 

Comments  
# Mulhaeri 2018-06-21 09:42
Assalamualaikum ,
Perkenalkan saya Mulhaeri, Calon Hakim Pengadilan Agama Barru.

Tulisannya keren :)
Reply | Reply with quote | Quote
# Samsul Zakaria 2018-06-28 08:00
Wa'alaikumussal am Warahamtullahi Wabarakatuhu,
Salam kenal kembali, Mas Mulhaeri...
Terima kasih, alhamdulillah...
Semoga bermanfaat dan menginspirasi.. .
Reply | Reply with quote | Quote
Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor