logo web

Dipublikasikan oleh Iwan Kartiwan pada on . Dilihat: 2869

MEMAKSIMALKAN KINERJA HUMAS PADA PERADILAN AGAMA

Oleh: Drs. H. Ambo Asse, S.H., M.H.

Peradilan Agama sebagai Lembaga Negara, yang kita telah peringati hari jadi yang ke 360 tahun, terbilang umurnya sudah tua, perjalanan sejarah peradilan agama telah ada sejak orang Islan mendiami bumi nusantara ini , namun pertumbuhanya selama 350 tahun (masa penjajahan Belanda dan Jepang) hingga Negara Indonesia merdeka 17 Agustus 1945, peradilan agama tumbuh bagaikan sebuah bunga demokrasi yang dibonsai (harus hidup sebagai hiasan demokrasi tidak boleh mati, tetapi juga tidak boleh tumbuh besar), upaya Belanda dengan tokoh sentralnya Snouck Hoorgronye, memisahkan masyarakat Islam dari ajaran hukum agamanya (khusunya penegakan hukum Islam), lalu mengagungkan Hukum Adat sebagai panduan, jika hukum agama tidak selaras dengan hukum adat maka ia tidak dapat diterapkan dalam masyarakat sekalipun masyarakat itu beragama Islam, dengan demikian lembaga peradilan agama semula dengan kewenagan yang luas (meliputi jinayat/pidana) kemudian dipersempit (pedata agama yan sangat terbatas) dan tidak diberikan fasilitas yang mendukung pertumbuhannya, ia dilekatkan sebagai bagian dari kantor departemen agama dalam dan bekerja dalam sebuah ruang/kamar yang menangani laporan sengketa tentang Nikah Cerai Talak dan Rujuk NTCR) dimana putusan hakimnya diucapkan secara lisan dengan dokomen dan arsip yang sangat sedrhana dan persidangan tanpa diatur sebuah hukum acara tertentu dan hanya merujuk kepada kitab-kitab kuning yang berserakan yang memuat praktek-peraktek peradilan para ulama terdahulu, akan tetapi putusan hakimnya cukup diterima oleh masyarakat karena hakimnya adalah para ustadz dan kiyai, sebagian diantaranya diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil dan sebagian besar diperbantukan sebagai hakim honor.


selengkapnya KLIK DISINI


.
Comments  
# M.Yusuf PA Kendari 2013-10-16 12:50
Tulisan ini sangat korektif edukatif dan memiliki nilai optimisme yang luar biasa.Semoga banyak warga Pengadilan Agama bersedia meluangkan waktunya membaca tulisan ini sebagai sebuah renungan untuk selanjutnya diamalkan.Good luck pak Ambo and lanjutkan perjuangan
Reply | Reply with quote | Quote
# idris latif PTA Jambi 2013-10-17 13:41
HUmas sebagai corong informasi yang berguna dan tepat serta mempunyai informasi valid dan akurat, semoga Humas bisa menjadi atau memberikan informasi yang tepat dan menyelsaikan masalah bila terjadi kesalahan informasi;
Reply | Reply with quote | Quote
# abuhuraerah.pta.mdo 2013-10-19 09:12
Secara empirik antara seniorisme dan profesionalisme nampaknya masih merupakan kebijakan pilihan. Sejatinya adalah profesionalitas diutamakan dari senioritas,akan tetapi senioritas lagi profesional adalah lebih utama. Khusus mengenai peran kehumasan,juga diharapkan menjembatani terwujudnya kesetaraan lingkumgan peradilan dibidang keprotokolan di daerah
Reply | Reply with quote | Quote
Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

 Instagram  Twitter  Facebook

 

Responsive Voice