logo web

Dipublikasikan oleh Iwan Kartiwan pada on . Dilihat: 839

LOGIKA “IF – THEN ” DALAM PERHITUNGAN POIN PENILAIN SAPM

Oleh : Ahmad Satiri*

PENDAHULUAN

Program Sertifikasi Akreditasi Penjaminan Mutu (SAPM) yang digadang Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama telah memperoleh hasil yang nyata. Melalui surat bernomor 4093/DjA/HM.01.1/11/2017 tertanggal 21 November 2017 telah diumumkan beberapa satuan kerja yang mendapat klasifikasi A excellent  dan B (baik).

Program SAPM semula bernama SMM kemudian bermetamorfosa menjadi SAPM. Akreditasi Penjaminan Mutu Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iah merupakan suatu bentuk pengakuan pemerintah terhadap Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iah setelah memenuhi kriteria penilaian Akreditasi Penjaminan Mutu sesuai dengan standar Akreditasi Penjaminan Mutu yang berlaku berdasarkan rekomendasi assessor pada pelaksanaan assessmen Akreditasi Penjaminan Mutu di lapangan.[1]

Pelaksanaan program ini mendapat respon yang luar biasa dari berbagai kalangan pengadilan agama, terbukti dengan terwujudnya perolehan kategori A Excellent yang mendominasi raihan penilaian akreditasi dari seluruhan kontestan akreditasi. Artinya, dengan waktu yang relatif singkat, sekira Agustus sampai dengan Nopember (hanya 3 bulan),  pelaksanaan akreditasi telah memperoleh hasil yang amat menggembirakan.


* Hakim Pada Pengadilan Agama Kotabumi

[1] Kata Pengantar Surat Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Nomor 4093/DjA/HM.01.1/11/2017 tertanggal 21 November 2017


Selengkapnya KLIK DISINI

 

Comments  

 
# Rahmani, PA.Kab.Kdr 2018-03-02 09:20
Rumusan yg tidak fair yg dikhawatirkan penulis tidak akan terjadi, krn rumus yg digunakan selama ini adalah per item yg ada pd satuan satker, artinya satker itu dinilai sesuai dg item yg ada pd satker itu dg tidak menghitung berdasarkan satker yg itemnya berbeda.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abdurrahman_pa_kras 2018-03-02 09:36
asss...kritik yang bagus dan membangun pak satiri
semoga bisa direspon oleh pihak badilag atau setidaknya ada penjelasan bila metode yang digunakan lebih fair
Semanagt terus untuk menulis pak satiri
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# naffi, pontianak 2018-03-05 15:22
Saran yg menarik menuju sapm yang lebih baik
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Prakom , PTA palu 2018-03-12 12:46
Assalamu'alaikum..
Berbagai masalah terjadi dalam SAPM, terkait dengan IKM perlu juga dijelaskan perhitungan detail tentang sebaran kuisioner terutama pemberian nilai harapan. Mungkin perlu diberikan contoh kongkrit kuisioner agar perhitungan tidak bias.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# syeh sanusi 2018-03-21 11:31
Tulisan Pak Ahmad Satiri hakim muda berbakat mengenai metode dan sistem penghitungan nilai SAPM..secara akademis sangat bagus dan dapat dipertanggung jawabkan. Maka secara ilmiyah itu bersifat akademis, tapi secara moral itu sebagai masukan dan kritikan buat pemangku amanat di Badilag sana...!!! selamet dan sukses pak Satiri
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# pretty 2018-03-21 11:33
saran yang bagus untuk perkembangan ke depan, cuma sayang tidak menggambarkan atau menjelaskan contoh kongkrit yang dimaksud jika menggunakan penilaian "if-then", jadi terkesan bisa makin baik teknik penilainnya atau makin buruk, karena yang berjalan selama ini tidak memaksakan sebagaimana dimaksud penulis.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# sabri-pa ktb 2018-04-05 09:42
Tulisan yang bagus, semoga mnjd pertimbangan oleh Badilag dalam memberikan penilaian SAPM 2018 yang sedang digalakkan terutama bagi PA2 yang baru memulai kegiatan SAPM
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Lokasi Kantor