1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Ketua Kamar Agama: Pegang Teguh Prinsip Unity of Command

Jakarta | badilag.mahkamahagung.go.id

Ketua Kamar Agama MA RI, Dr. H. Amran Suadi, S.H., M.Hum., M.M. mengingatkan warga peradilan agama untuk memegang teguh prinsip Unity of Command. Prinsip yang bermakna ‘satu komando’ itu penting guna menyatukan langkah ke depan demi mewujudkan visi dan misi Mahkamah Agung.

Hal itu disampaikan Ketua Kamar Agama ketika memimpin Rapat Konsultasi dan Koordinasi antara Kamar Agama dengan Badilag, Senin (15/6/2017) di Lantai 6 Gedung Sekretariat MA, Jalan Ahmad Yani. Rapat tersebut dihadiri para Hakim Agung Kamar Agama, Dirjen Badilag, Eselon II, III dan IV Ditjen Badilag serta sejumlah hakim yustisial Badan Pengawasan dan Balitbang Diklat Kumdil MA.

“Sesuai pesan Ketua MA, jangan ada negara dalam negara. Kita semua merupakan satu kesatuan kerja yang tidak terpisahkan, yang disebut dengan unity of command. Satu kesatuan kepemimpinan,” tegas Tuaka Agama.

“Semua kebijakan yang dibuat harus selaras dan sepengetahuan Ketua MA yang dikoordinasikan dengan Ketua Kamar masing-masing,” imbuhnya lagi.

Tuaka Agama juga menggarisbawahi bahwa dalam hubungan kerja, Kamar Agama adalah user, sedangkan Ditjen Badilag adalah fasilitator. Ketua Kamar Agama sebagai unsur pimpinan MA tugasnya menjalankan core business peradilan, sementara Badilag adalah supporting unit.

“Kata kuncinya ada pada koordinasi yang baik. Semua pejabat dalam melaksanakan tugas pokok harus memperhatikan koordinasi. Jangan jalan sendiri-sendiri,” tutur Tuaka Agama.

Di akhir rapat koordinasi, Tuaka Agama menyampaikan harapannya agar seluruh warga peradilan agama selalu menjaga kekompakan. Saling menghargai dan sadar posisi dan tupoksi masing-masing. Ia juga menekankan agar satu sama lain untuk senantiasa bekerja sama dan sama-sama bekerja.

“Ikhlaslah dalam bekerja. Jadikan kerja sebagai bagian dari ibadah tapi tetap profesional dan proporsional,” pesannya.

“Ada pepatah bagus yang patut kita camkan. Jika pintar, jangan menggurui. Jika tajam, jangan melukai. Jika cepat, jangan mendahului,” kata Tuaka Agama.

-Achmad Cholil-

Comments  

 
# Muhammad Amin/MS Lsm 2017-05-16 20:30
Bimbingan Tuaka agama harus menjadi perhatian bagi kita untuk memajukan peradilan agama.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Acep saifuddin 2017-05-16 20:35
As.wr. semoga apa yg diharapkan ketua kmar betul2 bisa terwujud, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh....saya sangat setuju perjuangan PA Perlu satu komando
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# subhan 2017-05-17 08:05
mumtaz YM Ketua Kamar Agama
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# yusuf effendi 2017-05-17 08:43
JIKA PINTAR, JANGAN MENDAHULUI. JIKA TAJAM, JANGAN MELUAI. JIKA CEPAT, JANGAN MENDAHULUI. Pepatah sarat makna, kearipan yang layak jadi tuntunan.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# busriharun 2017-05-17 09:52
pesan dan pituah Yml Ketua Kamar untuk dipatuhi dan dilaksanakan semoga Lembg Peradilan semakin jaya. amin
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# misran 2017-05-17 15:26
very good
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# MIHARZA,SH.MH,PA.Stb 2017-05-17 16:47
Mmuuanntabb YM...Selamat dan Sukses..semoga Peradilan Agama mejadi contoh tauladan (Uswatun Hasanah) dari Peradilan yang lain dibawah Mahkamah Agung RI yang lebih maju, Modern dan Mandiri dalam mewujudkan Peradilan Yang Agung dambaan Rakyat Indonesia...Sat u Visi n Misi..Satu Komando...PROJU STISI, Semoga Allah SWT memberikan kekuatan Zahir n Bathin.Amin.Sal am Sukses Selalu
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# M Ihsan 2017-05-17 18:35
Semoga Peradilan Agama dapat memenuhi visi dan misi MA yg lebih baik,secara profesionalisme dan proporsionalism e, sebagaimana pesan YM Ketua Kamar Agama,
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# tamimudari PA Samari 2017-05-18 08:27
Ketika YM Ketua Kamar Agama MA RI, Dr. H. Amran Suadi,S.H.,M.Hu m.,M.M. mengingatkan hal yang sangat penting tersebut, berarti jika selama ini masih ada "oknum" yang menjadi arogan dengan jabatan dan kekuasaannya, harus sadar dan mengikuti prinsip Unity of Command yang beliau tegaskan. dan harus kita camkan Pepatah yang beliau sampaikan : "Jika pintar, jangan menggurui. Jika tajam, jangan melukai. Jika cepat, jangan mendahului,”
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# umi paju 2017-05-18 12:58
Terima ksh Yang Mulia untuk pencerahannya
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ibrahim K 2017-05-18 13:04
YM.TUAKA Agama, Shohih wa Mumtaz Antum, (JAWA); ojo kuminter mundak kebelinger, ojo cidro mundak ciloko,(banjar) ; pinda pa i-iyanya, pida pa haharatnya (bugis) alanami misseng misenggi,(jambi /melayu): segek nyo besak, ngota nyo bae, cak iyo-iyo nian. sungguh patuah YM kita renungkan dijadikan "tongkat di jalan licin, suluh dikala gelap". Barakallahu lakum yang mulia, khafidzakumulla h.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Hamsin pa luwuk 2017-05-18 15:05
betul sekali, selama ini berarti masing-masing jalan sendiri-sendir atau kurang koordinasinya. karena itu ketua Kamar agama mempertegas lagi.
pepatahnya mantap sekali, mengingatkan kita utk tau diri dan kenal dgn org lain.
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment

Pembaruan MA

Layanan Info

BANNER SUBDIT HAKIM

hasil-tpm

Elearning

Banner majalah

tnde01

BANER WEB