Kamis, 17 Mei 2012 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
Daftar LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet

RSS Feeder





Login Intranet



Online Support

 
 
 
 



FOKUS BADILAG

BUKU ELEKTRONIK : Sebuah Penilaian atas Website Pengadilan tahun 2011 (e-book version) | (14/05)
PENGUMUMAN : SE Pembinaan Hisab Rukyat April 2012 | (10/5)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Pelatihan Hukum Ekonomi Syari'ah ke Arab Saudi | (10/5)
PENGUMUMAN : Daftar 40 Nama Calon Peserta Diklat Ekosyar, Saudi Arabia, Angk. Ke-2 | (04/05)
PENGUMUMAN : Rumusan Bimtek Kompetensi Hakim PA Angkatan II dan III Tahun 2012 | (24/04)
PENGUMUMAN : Publikasi Informasi Perkara | (23/04)
PENGUMUMAN : Hasil Diskusi Forum Bahasa Arab (MLA Episode III) | (20/4)
PENGUMUMAN : Surat Pengembalian Peserta dan Rumusan Bimtek angkata I | (4/4)
PENGUMUMAN : Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I Tahun Anggaran 2012 | (3/4)




Sidak, Bukan Mencari Kesalahan (19/2) PDF Cetak E-mail
Minggu, 19 Februari 2012 09:58

Sidak, Bukan Mencari Kesalahan

*

Mengetahui keinginan, kesan dan kepuasan para pencari keadilan berkaitan dengan pelayanan yang diberikan oleh pengadilan agama adalah suatu hal yang sangat penting, bahkan suatu keniscayaan. Itu mutlak diperlukan.

Tentu, itu kalau kita punya keinginan kuat untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada mereka. Kalau tidak punya niat seperti itu, aparat akan bekerja apa adanya, pelayanan yang  diberikan sebatas apa yang biasa dilakukan, hanya sekedar menjalankan kewajiban, dan seperti air mengalir saja. Yang penting bekerja, lalu menerima gaji. Ya, itu saja. Tidak ada greget, tidak ada kepuasan dan tidak ada suatu kebanggaan.

Kepada kawan-kawan di Badilag, saya sering mengatakan, bekerja itu jangan hanya seperti air mengalir saja, jangan hanya seperti biasanya, hanya melakukan rutinitas dan hanya mengerjakan seperti selama ini dikerjakan.

Kita harus selalu punya niat agar apa yang kita kerjakan selalu meningkat kualitasnya dari waktu ke waktu. Niat ini akan menimbulkan konsistensi dan inovasi. Niat ini juga akan melahirkan kreativitas melayani.  Tujuannya adalah kepuasan masyarakat pencari keadilan.

Itulah sebabnya, mencari tahu sejauh mana kepuasan para pencari keadilan atas pelayanan yang kita berikan adalah suatu keniscayaan.

**

Mungkin orang mengira, bahwa untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna pengadilan diperlukan suatu survey yang mendalam dengan menggunakan metoda yang ilmiah. Itu benar. Tapi itu kan memerlukan peneliti yang ahli, waktu lama serta dana yang tidak sedikit.

Telah banyak survey dilakukan terhadap kepuasan pengguna pengadilan agama. Di antaranya adalah survey yang dilakukan oleh Asia Foundation dengan nama “Survey on Citizens’ Perceptions of the Indonesian Justice Sector”  dan survey yang dimotori oleh Cate Sumner, Australia, dengan nama “Access and Aquity Study”.

Memang, dua survey itu menghasilkan temuan-temuan yang signifikan dan sangat bermanfaat untuk peradilan agama. Dan dari dua survey ini pula lalu muncullah buku “Courting Reform: Indonesia’s Islamic Courts and Justice for the Poor” yang ditulis oleh Cate Sumner dan Tim Lindsey. Buku dan hasil-hasil survey ini sangat menginspirasi peradilan agama untuk berbuat leih baik dan lebih maju lagi.

Jadi benar, survey  sangat bermanfaat. Namun, ya itu  tadi, sangat mahal dan tidak sederhana.

Saya melihat, untuk mencari tingkat kepuasan pencari keadilan dan untuk meningkatkan pelayanan yang diberikan oleh pengadilan agama, melakukan inspeksi mendadak alias sidak juga sangat efektif. Sidak itu sederhana, murah dan dapat dilakukan oleh siapa saja, tidak harus oleh peneliti yang ahli.

Sidak akan terasa manfaatnya, apabila dilakukan oleh pimpinan di berbagai tingkat, atau staf atas perintah pimpinan. Dan yang lebih penting lagi sidak itu harus ditindak lanjuti oleh para pelaksana, terutama para pimpinan pengadilan agama.

***

Sadar akan pentingnya mengetahui pelayanan yang diberikan oleh pengadilan dan sejauh mana tingkat kepuasan pengguna pengadilan, saya sering kali datang secara diam-diam ke pengadilan agama. Kadang dipublikasikan dan sering pula tidak diberitakan.

Tidak hanya itu, saya sering juga menugaskan pejabat eselon IV atau staf Badilag, yang tidak dikenal oleh kawan-kawan di pengadilan agama, untuk datang secara diam-diam ke pengadilan agama. Mereka harus mengobervasi sikap dan tindakan aparat pengadilan serta menggali informasi tentang pelayanan yang diberikan oleh pengadilan agama.

Informasi itu digali dari para pihak yang hadir di pengadilan, atau bahkan dari masyarakat lainnya, seperti dari amil, pengacara, tukang parkir, penjual makanan, pemilik atau pelayan warung yang ada di sekitar pengadilan.

Saya juga sering, dalam berbagai kesempatan pertemuan dengan dunia perguruan tinggi, meminta mereka untuk ikut memantau jalannya pelayanan dan proses pengadilan.

Semuanya ini dilakukan bukan untuk mencari kesalahan kawan-kawan di pengadilan agama, namun untuk melihat pelayanan apa adanya dan keadaan sebenarnya yang ada di pengadilan agama.

Informasi yang terkumpul lalu didiskusikan di tingkat pimpinan Badilag, lalu diinfokan kepada pimpinan PTA dan PA yang bersangkutan, bahkan dalam beberapa kesempatan diinformasikan pula kepada  jajaran pengadilan agama se Indonesia. Hal yang diinfokan adalah menyeluruh, baik hal yang negatif maupun yang positif.

Selalu, kalau saya datang sendiri secara diam-diam, setelah melihat suasana, ngobrol-ngobrol dengan para pencari keadilan dan aparat pengadilan, saya informasikan langsung kepada pimpinan atau para hakim, saat itu juga.

****

Oleh karena itu, saya mengharapkan agar para pimpinan PTA dan PA dapat menindak lanjuti  hasil-hasil “sidak” ini dan menjadikannya sebagai inspirasi untuk melakukan hal-hal yang lebih baik lagi.

Saya senang sekali, berita Badilag.net edisi 15 Februari 2012, berjudul “Mendadak, Dirjen Badilag Mengunjungi PA Jakarta Utara”,   mendapat perhatian besar dari para pembaca. Ketika tulisan ini dibuat, Ahad pagi (19/2/2012), berita  itu tercatat dikunjungi oleh 27.905 pembaca dan memperoleh 98 komentar. Bukan main.

Saya berharap para pimpinan PTA dan PA membaca berita itu, terutama komentar-komentarnya yang sangat banyak dari seluruh Indonesia.

Saya menyadari, setelah menerima masukan dari kawan-kawan, apalagi setelah membaca komentar-komentar itu, tidak mungkin saya sendiri mendatangi satu persatu PA yang berjumlah 359 se-Indonesia. Tapi, dari komentar-komentar itu, terbetik kesimpulan pentingnya suatu kunjungan secara diam-diam. Kawan-kawan di PA pun, setidaknya yang memberi komentar, mengharapkan adanya kunjungan seperti itu.

Oleh karena itu, saya sangat mendukung komentar-komentar yang menghendaki agar Ketua PTA/MSA juga melakukan “Sidak” ke PA/MS di wilayahnya masing-masing.

Saya yakin para ketua pengadilan tingkat banding di lingkungan peradilan agama seringkali melakukan kunjungan ke PA-PA di wilayahnya. Namun, kali ini mungkin perlu pula ada variasi gaya lain, yaitu secara diam-diam.

Sebagai renungan kita bersama, terutama para pimpinan di Badilag, PTA/MSA dan PA/MS, ada baiknya kita  simak komentar-komentar pembaca badilag.net itu. Komentar-komentar itu akan memberi semangat para pimpinan untuk bersikap dan bertindak lebih arif lagi, termasuk dalam melakukan kunjungan ke pengadilan.

*****

Inspeksi mendadak (sidak), turun ke bawah (turba), kunjungan kerja (kunker), kunjungan diam-diam (kun-iam?) atau apapun namanya, sangatlah penting dilakukan oleh para pimpinan ke instansi di lingkungannya.

Kunjungan ini adalah bagian dari pembinaan, bukan untuk mencari kesalahan dan tidak memberatkan pihak yang dikunjungi.  Kunjungan ini akan sangat bermanfaat jika hasilnya ditindak lanjuti oleh para pelaksana dan dikontrol oleh para pimpinannya.

Lagi-lagi…, perhatian, kesungguhan, kesabaran dan keteladanan para pimpinan sangatlah diperlukan dan sangat menentukan dalam keberhasilan pembinaan. Mudah-mudahan kita sebagai para pemimpin atau calon para pemimpin dapat melaksanakannya. (WW).

TanggalViewsComments
Total123457
Kam. 1710
Rab. 1610
Sel. 1520
Sen. 1410
Jum. 1110
Rab. 0910
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Arief Jauhari, PTA Yogya 2012-02-20 01:45
Sidak sepertinya secara semantik tidak bisa dihindari mengalami peyoratif makna. Yang berarti kata Sidak (inspeksi mendadak) sekarang mengalami penurunan nilai rasa dibanding makna kata tersebut pada awal pemakaiannya. Dahulu kata 'sidak' menurut saya hanya dikonotasikan untuk kegiatan inspeksi dalam hal melihat kesiapan pelaksanaan operasi/kegiatan tertentu yang sifatnya darurat. Saat ini, sidak, selain mengalami perluasan makna, juga tidak terlepas dari stigma makna mencari-cari kesalahan. Padahal tujuan dan kenyataan sebenarnya adalah jauh lebih mulia dari itu dan tidak harus darurat sifatnya. Untuk itu saya setuju alternatif Pak Dirjen mencari padanan kata lain, seperti: turun ke bawah (turba), kunjungan kerja (kunker), kunjungan diam-diam (kuniam).

Adalah kesempatan yang sulit bagi seorang pemimpin untuk sekedar berbincang-bincang dengan 'akar rumput' di daerah dengan seorang staf atau misalnya, petugas sekuriti, secara bebas di tengah protokoler. Selain itu untuk mengusir 'prasangka mencari-cari kesalahan', memang tepat dipublikasikan hal-hal baik saja yang sudah berjalan, agar dapat dijadikan contoh yang lain. Apa yang tidak baik mungkin lebih baik hanya disampaikan langsung kepada pimpinan yang bersangkutan untuk diperbaiki.

Bagaimanapun 'kunjungan' seperti ini merupakan panggilan yang sulit ditolak oleh naluri pemimpin yang benar-benar ingin mengetahui kondisi dan kenyataan sebenarnya di lapangan. Hampir setiap malam Umar bin Khattab pun melakukan perjalanan diam-diam. Sebagai pimpinan beliau tidak hanya berdiri di atas menara gading.
Reply
 
 
# Ibrahim Ahmad Harun-PA Masohi 2012-02-20 06:23
Pengawasan itu penting tapi lebih penting adalah kita harus selalu merasa diawasi bkan cuma oleh atasan tapi oleh YANG MAHA MENGAWASI. Karena ketika kita selalu merasa diawasi oleh ALLAH maka insya Allah kita akan selalu terjaga dari berbuat salah dan khilaf.
Reply
 
 
# H. Abd. Rasyid A., MH. PA. Mojokerto 2012-02-20 06:25
Inspeksi mendadak (sidak) sangatlah penting dilakukan oleh para pimpinan ke instansi di lingkungannya untuk melihat secaa langsung pelayanan publik yang dilakukan oleh bawahan. Kemudian dari sidak itu akan dievaluasi untuk selanjutnya dilakukan peningkatan yg sudah baik dan diperbaiki yg masih belum baik. Dengan demikian, pelayanan terhadap publik selalu akan ada peningkatan. Ketika kita bisa memberikan pelayanan yg baik dan memuaskan akan memberikan kebahagiaan tersendiri kita. Sidak yg dilakukan oleh pimpinan juga menjadi kontrol terhadap pelaksanaan kegiatan yg dilakukan bawahan. Sukses buat P. Direjen Badilag...
Reply
 
 
# Tatang Std PA Smrda 2012-02-20 07:06
Kunjungan Pejabat/Pimpinan ke satker yang ada di bawahnya adalah bentuk perhatian dan kasih sayang agar tetap berada di jalur yang benar dan memacu untuk lebih meningkatkan kinerja dan pelayanan, karena tanpa diingatkan dan perhatian terkadang terlena dalam "suatu kesalahan"
Reply
 
 
# Suhadak PA Mataram 2012-02-20 07:13
Kunjungan diam-diam masih sangat di perlukan, tanpa itu greget pimpinan PA, bisa jadi tanpa target, ya yg penting bekerja disiplin masuk kantor, terima gaji bak air mengalir, tanpa ada pembinaan, motivasi bahkan tak pernah dievaluasi. Semoga tak satupun pimpinan PA/MSY menggerutu dg cara sidak ini, Sebab dg cara ini hasilnya nyata dan terus meningkat
Reply
 
 
# Boedy 2012-02-20 08:07
inovasi tiada henti,.. :lol:
Reply
 
 
# Nursal-PA.Muara Bungo 2012-02-20 08:12
memang, sidak pimpinan lembaga sendiri, akan berbeda dengan sidak lembaga pemeriksa seperti BPK, KPK, dan lainnya. Pimpinan lembaga sidak/kundak dalam rangka silaturrahmi dan pembinaan tujuannya perbaikan.
Reply
 
 
# waluyo PA Krui 2012-02-20 08:38
sidak juga bisa dilakukan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi PA, teringat dengan kisah umar bin khotob ketika melakukan sidak kepada rakyatnya yang dilakukan pada malam hari, di sebuah desa ia mendapati satu keluarga yang anak-anaknya dalam keadaan kelaparan, kemudian ia pergi ke baitul mal, ia ambil sendiri gandum dan diberikan ke keluarga tersebut.
Reply
 
 
# Akira, PTA Bengkulu 2012-02-20 08:52
sidak bukan merupakan suatu ketakutan bagi yang disidak, akan tetapi jadikanlah suatu yang ditunggu-tunggu untuk menunjukkan kita yang terbaik...
Reply
 
 
# Rio PA Sengeti 2012-02-20 08:57
Sidak (inspeksi mendadak)terkadang memang diperlukan untuk memberikan sebuah terapi dalam pelaksanaan tugas. Terkadang masih melekat pada diri kita budaya melaksanakan tugas hanya karena pimpinan, sehingga dengan sidak diharapkan budaya kerja yang baik dapat diwujudkan secara istiqamah. Tetapi sidak jangan sampai kehilangan jati diri, karena ketika sidak dilaksanakan tidak ada sebuah penekanan yang berarti terhadap pegawai yang menjadi objek sidak.
Reply
 
 
# Mazharuddin_Balige 2012-02-20 09:04
Segala Perbuatan tergantung Niat...
Klo Tujuannya mmg utk pembinaan, bukan untuk mencari kesalahan dan tidak memberatkan, tentu sangat bermanfaat sekali...,
Tetapi kenyataannya sidak selalu dilakukan apabila ada pengaduan atau ada sesuatu hal, ujungnya ya pasti cari sesuatu....
Reply
 
 
# s.yanto.tn.PTA.Kendari 2012-02-20 09:35
Sidak(inspeksi mendadak) atau wasdak(pengawasan mendadak)dan atau apalah nama-nama lainnya yg diperuntuk kan unt itu, sampai kapanpun masih sa ngat diperlukan karena biasanya pelaksa naan tugas (kerja) dibawah ya asal berja lan begitu saja.Nah kalau ada jadwal pengawasan/kunjungan atasan baru mulai sibuk menata dan menyiapkan segala sesua tunya sehingga ketika diadakan pengawas
an semua sudah tertata rapi dan dapat di pertanggungjawabkan. Ini satu kelemahan bila pengawasan/pemeriksaan itu sudah terjadwal. Karenanya sy mendukung penuh adanya sidak/wasdak baik ada masalah atau tidak oleh atasan, lebih-lebih bila itu dilakukan oleh p.Dirjen sendiri. Lain lho bila hal itu diwakilkan, greget nya beda. Kita doakan saja semoga Beliau selalu sehat bisa menyidak seluruh PTA- PA yg ada, syukur-syukur sebelum beliau purna sudah tuntas semua. Amin! Kami tunggu kehadirannya di bumi anoa.
Reply
 
 
# ahid Lampung 2012-02-20 09:54
Lebih tepat istilah "sidak" adalah meninjau langsung fakta yang terjadi, jika yang ditemukan kesalahan maka itulah faktanya, tetapi jika yang ditemukan kebaikan itulah harapannya.

sangat tepat judul tulisan pak Dirjen sidak bukan mencari kesalahan. Bekerja baik dan benar memang tujuan jangan karena "sidak" semuanya direkayasa menjadi baik. Bukankah kita yang sudah mewakafkan diri ini bekerja di Pengadilan Agama untuk mengabdi sepenuhnya kepada tugas-tugas yang diamanahkan? maka dari itu "sidak" masih perlu dilakukan terus sebagai alat evaluasi dan kontrol menuju peningkatan kinerja. Sukses selalu buat pak Dirjen.
Reply
 
 
# Atiqoh-PA.Probolinggo 2012-02-20 10:08
sangat inovatif dan bisa lebih meningkatkan semangat...
Reply
 
 
# Chrisnayeti, Badilag 2012-02-20 10:20
Sidak bisa jadi Shock therapy buat PA agar bisa lebih baik dalam memberikan pelayanan. Tapi penanaman bekerja bukan karena takut ada pemeriksaan harus tetap dengan hati dan tekat untuk maju serta kepuasan untuk masyarakat insyaallah yang diharapkan akan tercapai.
Reply
 
 
# Masrinedi-PA Painan 2012-02-20 10:21
Semoga Sidak di badilag dan jajarannya tetap berlanjut untuk melihat sejauh mana pelaksanaan tugas aparat PA di lapangan. Kalau sudah baik diapresiasi, kalau kurang baik supaya ditingkatkan terus.
Selamat dan sukses terus buat Pak Dirjen. Jayalah Badilag, jayalah PTA/PA dan Jayalah kita semua warga Badilag. Amin !
Reply
 
 
# ayep sm PA Tasikmalaya 2012-02-20 10:46
Setuju pak dirjen dengan sidak minimalnya ada rasa diawasi yang tiba-tiba, karena itu mudah-mudahan PTA juga bisa melanjutkannya, karena PTA sudah dijadikan kawal depan. OK. Selamat Pak Direjn.
Reply
 
 
# chazim m Surakarta 2012-02-20 11:02
sebaik apapun kita melaksanakan tugas di lapanghan, pasti ada kekurangan, demikian pula sejelek apapun kita melalakukan pekerjaan pasti ada yang bagus, semuanya harus mendapat koeksi dan apresiasi yang proporsional... sidak pak Dirjen adalah salah satu metode untuk melihat keaadaan suatu satker secara obyektif, kalau ada koreksi harus bisa diterima namun kalau ada yang baik pasti akan diapresiasi...
Reply
 
 
# pa.kotatasikmalaya_ptabdg@yahoo.com 2012-02-20 11:14
KUNDAM alias kunjungan diam-diam sangat baik. Biar bisa melihat keadaan yang senyatanya. tidak hanya mencari kekurangan tapi juga mencari kelebihan dari PA tersebut.
Reply
 
 
# irihermansyah@yahoo.co.id 2012-02-20 11:23
Sidak bukan untuk mencari-cari kesalahan tetapi untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya, jangan karena ada informasi akan diperiksa lalu kesalahan/kekurangan yang ada ditutup-tutupi sehingga tidak bisa diperbaiki.Disamping itu dengan adanya sidak diharapkan agar semua pihak selalu berhati-hati dalam melaksanakan tupoksinya dan tidak menyimpang dari SOP ybs.
Reply
 
 
# Lisdar. PA.Muara Bulian 2012-02-20 12:24
Sidak yang dilakukan Pak Dirjen pada salah satu PA dapat menjadi pembelajaran jarak jauh bagi PA-PA lainnya.
Reply
 
 
# itna-PA.Gng Sugih 2012-02-20 12:34
sidak ataupun melihat kenyataan yg sebenarnya yg dilakukan oleh pimpinan adalah sangat perlu untuk tetap memberi motivasi peningkatan kinerja dilingkungan setempat..serta untuk mengetahui tingkat kepatuhan, kedisiplinan, dan tanggung jawab thdp tugas yg diamanatkan...dr sinilah pimpinan juga dpt mengambil penilaian thdp reward ataupun punishment...selamat bekerja pak Dirjen..smoga slalu dalam Lindungan Allah SWT...amiiiiin.
Reply
 
 
# umi-pajb 2012-02-20 13:05
Sidak bagian dari pembinaan
Reply
 
 
# Hermanto 2012-02-20 13:06
Sidak yang dilakukan Pak Dirjen memberikan efek positif untuk PTA/PA yang dikunjungi, dengan begitu masukan positif yang Pak Dirjen berikan setelah Sidak dapat menjadi bahan untuk melakukan pembenahan secara cepat, dan saya yakin Pak Dirjen pun akan memuji atau mengapresiasi manakala PTA/PA yang disidak memberikan layanan kepada pencari keadilan dengan "pelayanan terbaiknya"-- ini terlihat fair untuk kita semua...
Reply
 
 
# M.Yusuf Waka PAKendari 2012-02-20 13:58
Sidak atau inspeksi mendadak adalah suatu keniscayaan.Untuk istilah itu tidak perlu diadakan penghalusan misalnya dengan cara mengganti istilah TURBA atau KUNKER dll sebab akan meleset dari makna yang sesungguhnya.

Sidak dimaksudkan untuk meliha keadaan yang sesungguhnya,tidak ada rekayasa,persiapan,menutup-nutupi.Jadi kalau ada kesalahan ditemukan itu artinya berhasil(akan ada perbaikan).Jadi kalau ada. sidak ya tidak perlu takut,apalagi kalau tidak ada kesalahan ....Waspadalah
Reply
 
 
# Ilham Depok 2012-02-20 15:14
kenyataannya tanpa sidak pun, kegiatan yang sifatnya pengawasan kerap diidentikkan dengan mencari-cari kesalahan :cry:

Kalau memang demikian definisinya, itu cocoknya hanya untuk pengawasan eksternal saja. Berbeda dengan pengawasan internal, hal-hal baik juga harus diapresiasi untuk memotivasi jika pimpinan memang mengharapkan hal-hal baik terus ditingkatkan (tidak sekedar dipertahankan). Kalau hanya berorientasi bekerja standar, sekedar menghindari kesalahan, maka kita hanya akan berjalan di tempat.
Reply
 
 
# Ayip-PA.Tasikmalaya 2012-02-20 16:09
SIDAK, KUNDAM dan apapun namanya, baik untuk dilakukan, dan pasti ada manfaatnya.
Reply
 
 
# Andi Nany Hasyim 2012-02-20 17:37
Peningkatan dan inivasi tiada henti sekalipun dikemas dengan SIDAK
Reply
 
 
# djazril darwis.babel 2012-02-21 09:33
djazril darwis.pta babel.Semoga langkah dan harapan Pak Dirjend tersebut dapat ditiru dan dirindaklanjuti oleh Pejabat terkait, untuk terwajudnya Peradilan Yang Agung.
Reply
 
 
# Ida Zulfatria PA.Sengeti 2012-02-21 11:21
Sidak itu merupakan pembinaan secara tak langsung bagi pegawai-pegawai yg selama ini lalai menjalankan tugasnya, sehingga dgn adanya sidak pegawai akan menyadari akan kewajibannya untuk melaksanakan tugasnya dgn baik.
Reply
 
 
# Asyrof - PA Manna 2012-02-21 11:48
Sebagai manusia yang memiliki rasa, karsa dan cipta, rutinitas dalam pekerjaan yang hanya itu-ituuuuu saja akan menimbulkan rasa bosan, menjadi malas, dan tanpa inisiatif. Sidak sangat diperlukan agar bekerja tidak hanya mengaliiiiiir saja, (seperti yang disampaikan pak Wahyu), agar tidak seperti robot dengan program yang sama.

Sidak akan menjadi charger yang "menghidupkan kembali" semangat rasa, karsa dan cipta kita.
Kebanggaan ketika menyaksikan para pemimpin puas dengan kinerja kita, kebanggaan karena kita bekerja dengan sebaik dan sebenar-benarnya.
Reply
 
 
# Siti Salbiah * PA Subang.. 2012-02-22 13:14
:lol: Deal pak Dirjen! 100 % saya setuju..
BTW bagaimana kalau sekali sekali sidaknya dilaksanakan pada Jum'at siang pak?
Reply
 
 
# Asni Falah PTA BDL 2012-02-22 14:30
SIDAK juga tidak berarti mencari sensasi dan mencari nama agar diberitakan oleh pers atau dari mulut ke mulut bahwa atasannya itu sering berkunjung diam-diam dan mendapat apreasiasi dari satker dimana-mana.

Senyatanya apa yang digambarkan oleh pak Dirjen ini, ingin mendapatkan gambaran dan fakta langsung dari kunjungan yang dilakukannya secara diam-diam itu. Tetapi sangat disayangkan, kondisi seperti itu tidak digemari oleh para KPTA maupun Direktur-Direktur di Badilag. Mengapa Direktur, banyak surat dan Bimtek yang telah dilakukan, seyogyanya dicek langsung di PA melalui Sidak tsb, apakah telah terpenuhi dan dilaksanakan oleh satker ybs atau belum?
Reply
 
 
# DH PTA Banten 2012-02-22 15:43
Terkadang kita terlena dan 'mengalir' begitu saja dengan rutinitas yang ada. Kita akan kelihatan 'siap' manakala pengawasan/pembinaan telah diketahui jadwalnya, karena kita mengerti bagaimana mempersiapkannya. Pembenahan dan persiapan dilakukan semaksimal mungkin agar pada saatnya 'pimpinan' memeriksa, semua ok.

Di lain kesempatan, semua kembali kepada keadaan semula. Maka sidak memang tepat menjadi alternatif. Benar menurut p Dirjen, sidak harus kesungguhan, kesabaran, dan terpenting keteladanan. Tanpa keteladanan dan contoh konkrit dari pimpinan/lembaga yang dijadikan contoh, sidak atau apapun bentuk pengawasan tidak akan memberikan hasil yang diharapkan, karena sidak hanya akan berefek 'ketakutan' saja.
Reply
 
 
# Drs. Mamat S, MH-WKPA Pandeglang 2012-02-22 16:13
kunjungan diam-diam akan sangat banyak manfaatnya terutama akan mengetahui secara riil ttg pelayanan aparat peradilan kepada pencari keadilan. jalan terus pak dirjen !!
Reply
 
 
# Dadan D Riyadi Pa.Sidikalang 2012-02-23 09:09
Semua berawal dari Hati,,
karena hati gak pernah bohong,,,
Setiap ada keinginan baik dalam hati dan langsung dilakukan dg perilaku,,
pasti semua bisa dicapai...
berikan Pelayanan Prima buat Masyarakat Pencari Keadilan,,,SIAPA TAKUT..
Reply
 
 
# Khumaeni_PA.Luwuk 2012-02-23 14:19
sidak diam-diam yg dicanangkan Pak Dirjen baik u/ "kesehatan" PTA/PA yg dikunjungi, jd tak prlu galau. Salut tuk Pak Dirjen !!!
Reply
 
 
# pelmizar-dt@yahoo,go,id 2012-02-23 15:27
Sungguh apa yang telah dicapai oleh peradilan agama suatu prestasi yang sangat membanggakan kita semua, tentunya ini adalah berkat usaha dan kerja keras pak Wahyu dan kawan-kawan di badilag, tapi maaf pak dipenghujung masa jabatan Bapak ini saya ingin sampaikan kekhawatiran dan kegalauan saya yaitu "Kok Peradilan Agama kita ini semakin hari kok semakin jauh dari Ulama, padahal adanya peradilan agama di bumi persada ini diawali oleh kerja keras para Ulama kita untuk menerapkan hukum islam di Indonesia" maaf kalau pernyataan saya ini terlalu berlebihan.
Reply
 
 
# danny.boyz, 2012-02-24 08:45
Cross section method atau casual method :
Y = F (x)
Ada sebab pasti ada akibat...?? :-*
Reply
 
 
# Mawardi Lingga/ wkpa Sidikalang 2012-02-24 10:42
PA/Masya sebagai ujung tombak pelayanan ke masyarakat pencari keadilan tidak perlu takut bila sewaktu-waktu pimpinan melakukan SIDAK karena hal tsb sudah jadi kewajiban beliau apalagi kalau pak Dirjen sadar betul bhw beliau adalah sebagai Pejabat, Pimpinan,Guru,Orangtua sekaligus sebagai Dokter bagi segala permasalahan yg terjadi di bawah, kami doakan semoga Bapak sehat selalu dan sukses, Aaamiin.
Reply
 
 
# Tamah dari PA Jakarta Selatan 2012-02-24 15:48
Keinginan Bapak Dirjen membenahi Peradilan Agama harus diambut positif maka setiap pimpinan PTA dan PA harus lebih intensif melakukan pembinaaan sehingga asas Peradilan sederhana, cepat dan biaya ringan benar - benar dapat terlaksana tidak hanya semboyan sehingga kepercayaan masyarakat kepada Pengadilan Agama meningkat, semoga....
Reply
 
 
# Tamah dari PA Jakarta Selatan 2012-02-24 15:54
Keinginan Bpk Dirjen membenahi Peradilan Agama harus disambut positif maka kpd Ketua PTA dan PA agar lebih insensif lagi melakukan pembinaan sehingga asas peradilan sederhana, cepat dan biaya ringan benar-benar terwujud sehingga kepercayaan masyarakat kpd Pengadilan Agama meningkat, semoga.....
Reply
 
 
# M. Djulizar Bdlg 2012-02-24 17:35
Banyak-banyaklah membaca artikel, apalagi sekarang sudah zaman internet anda bisa mendapatkan artikel tentang berbagai hal mulai dari komputer, motivasi, sejarah, ekonomi dsb. Karena dengan lebih banyak mengetahui informasi dibanding lawan, anda sudah lebih dekat ke tujuan.
Reply
 
 
# Cece Rukmana PA. Tgrs 2012-02-27 07:45
Inspeksi Mendadak dalam rangka peninggkatan kinerja dan peningkatan disiplin kerja dalam suatu instansi sangat diperlukan, sehingga nantinya akan diperoleh produktifitas kerja yang maksimal dan pelaksanaan admintrasi berjalan dengan baik.
Reply
 
 
# Cece Rukmana WKPA. Tgrs 2012-02-28 13:19
mudah-mudahan SIDAK ini akan memacu kinerja yang lebik lagi untuk ke depannya
Reply
 
 
# H.AM hsb PA sidikalang 2012-02-27 09:46
kami setuju dengan pernyataan bapak:bekerja itu jangan hanya seperti air mengalir saja, jangan hanya seperti biasanya, hanya melakukan rutinitas dan hanya mengerjakan seperti selama ini dikerjakan.

Kita harus selalu punya niat agar apa yang kita kerjakan selalu meningkat kualitasnya dari waktu ke waktu. Niat ini akan menimbulkan konsistensi dan inovasi. Niat ini juga akan melahirkan kreativitas melayani. Tujuannya adalah kepuasan masyarakat pencari keadilan.

Itulah sebabnya, mencari tahu sejauh mana kepuasan para pencari keadilan atas pelayanan yang kita berikan adalah suatu keniscayaan.kami berusaha melaksanakannya Amin
Reply
 
 
# rizal razai 2012-02-27 09:50
kalau aturan sudah dijalankan, hasil pemeriksaan sudah diperbaiki dan dilaksanakan, mau sidak tiap hari pun tidak menjadi masalah, gimana kira kira tu Pak Dirjen....betul kan.... : :-)
Reply
 
 
# Moh.Fadli PA Kalianda 2012-02-27 10:23
Bagi saya Sidak sangat diperlukan, sdh lama di PA tidak ada sidak padahal ini penting dan manfaatnya banyak sekali, saya masih teringat dahulu katika ada sidak dari Inspektorat Dep Agama, setelah ada penemuan tidak lama kemudian di sidak lg un membuktikan kinerjanya sampai benar2 tuntas dan benar. smg di PA2 terlaksana sidak ya paak......tm ksh.
Reply
 
 
# Dimyati-PA Ciamis 2012-02-28 07:51
Kami sangatb setuju dengan langkah pa Dirjen, langkah seperti ini merupakan salah satu pengawasan untuk memotivasi keinerja yang lebih optimal, ditunggu di PA Kami
Reply
 
 
# Tahrir-PA.Kebumen 2012-02-29 07:37
Bekerja adalah kewajiban kita, jalankan kewajiban baru menuntut hak, jangan terbalik, menuntut hak tetapi kewajiban tidak dijalankan. Sidak yang merupakan salah satu dari bentuk pengawasan mestinya bukan merupakan momok yang harus kita khawatirkan apalagi kita takutkan, sepanjang kita sudah melaksanakan tugas secara proposional dan profesional. Tanpa pernah diadakan pengawasan atas kinerja kita, kita sudah---sering---merasa apa yang kita kerjakan itu benar.
Reply
 
 
# MROISAR PAKDR 2012-03-02 09:12
Biar selalu siap disidak makanya harus selalu kondusif dan istiqomah kantornya baik itu kedisiplinannya, keaktifitasnya,ketertiban dan kerapianya,kebersihannya,knyamanannya dan terutama pelayannanya pada masyarakat pencari keadilan di PA masing2 harus selalu ditingkatkan. Trims.
Reply
 
 
# Daswir Tanjung PTA Bdg 2012-03-04 07:01
memang demikian, sidak bukan mencari kesalahan, tapi bisa menemukan kesalahan, dan juga bukan mencari kambing hitamnya, yang penting apabila menemukan kesalahan segera dicarikan solusinya, seorang pejabat yang melakukan sidak harus punya kebeaniaan mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah, apabila menemukan prestasi kerja, bersedia memberikan penghargaan, menimal menyampaikan ucapan selamat, sebaliknya menemukan kesalahan, yang kesalahan itu disengaja atau ketidaktahuannya karena kurang membaca, juga diberikan punisment,peringatan dan peringatan untuk tidak diulangi lagi.budayakan sidak bagi pimpinan, tidak masanya lagi peminpinan yang senang duduk dikursi kemuliaan.pimpinan yang tidak senang sidak pilih diantara dua menjabat atau mundur, okey.
Reply
 
 
# Burhanudin Ali, PA Grt 2012-03-12 11:23
Sidak merupakan cara untuk menguji kinerja yang didasari rasa tanggung jawab, bukan kinerja yang berdasarkan rasa takut sama pimpinan, karena sesuatu kegiatan yang dipriksa secara formalitas, kondisinya akan terjelma rekayasa, teruskan insya Allah banyak manfaatnya
Reply
 
 
# Alimuddin M.Mataram 2012-03-19 13:26
Semua kunjungan/inspeksi atasan yang tidak membebani bawahan/satker hanyalah SIDAK. Karena sidak tidak memerlukan biaya dan macam-macam persiapan yang tidak ada kaitan dengan KINERJA. Makanya, pola SIDAK ini perlu diterapkan, selain untuk peningkatan kinerja, juga agar bisa menghemat anggaran.
Reply
 
 
# m. ridwan pta banten 2012-03-27 11:45
pola SIDAK ini perlu diterapkan, selain untuk peningkatan kinerja dan pembinaan, juga menghemat anggaran dan tahu kondisi yang sebernya.
Reply
 
 
# askonsri 2012-03-27 14:50
sidak tak perlu kita takuti kalau kita memang benar 2 berkerja tepat pada waktunya dan bekerja sesuai petunjuk dan aturan yang telah di tetapkan . Siapa takut...... !!!!!!!!!!!!!
Reply
 
 
# Syamsul Bahri, PA Sidoarjo 2012-04-30 20:19
deal...saya sangat mendukung evaluasi kerja dg sistem SIDAK sbb Zaman sekarang semua bisa dipolitisi, gaya "Action" sblum pemeriksaan bisa diminimalisir, asal SIDAK dibarengi dg evaluasi berdasarkan solusi n berkesinambungan...!!!
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 















Pembaruan MA















Pencarian
Polling
Setujukah apabila setiap putusan pengadilan ditampilkan di website
 
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS