Kamis, 17 Mei 2012 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
Daftar LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet

RSS Feeder





Login Intranet



Online Support

 
 
 
 



FOKUS BADILAG

BUKU ELEKTRONIK : Sebuah Penilaian atas Website Pengadilan tahun 2011 (e-book version) | (14/05)
PENGUMUMAN : SE Pembinaan Hisab Rukyat April 2012 | (10/5)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Pelatihan Hukum Ekonomi Syari'ah ke Arab Saudi | (10/5)
PENGUMUMAN : Daftar 40 Nama Calon Peserta Diklat Ekosyar, Saudi Arabia, Angk. Ke-2 | (04/05)
PENGUMUMAN : Rumusan Bimtek Kompetensi Hakim PA Angkatan II dan III Tahun 2012 | (24/04)
PENGUMUMAN : Publikasi Informasi Perkara | (23/04)
PENGUMUMAN : Hasil Diskusi Forum Bahasa Arab (MLA Episode III) | (20/4)
PENGUMUMAN : Surat Pengembalian Peserta dan Rumusan Bimtek angkata I | (4/4)
PENGUMUMAN : Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I Tahun Anggaran 2012 | (3/4)




Tidak Sempat Menikmati Indahnya Kota Istanbul | (5/2/2012) PDF Cetak E-mail
Minggu, 05 Februari 2012 21:24

Tidak Sempat Menikmati Indahnya Kota Istanbul

*

Pertengahan tahun 2009, Bu Cate –panggilan akrab saya kepada Cate Sumner, peneliti dan aktifis LSM dari Australia itu- memberitahu saya bahwa November tahun itu, di Turki, akan ada Konferensi Internasional ke4 yang diselenggarakan oleh International Association for Court Administration (IACA). Bu Cate ngajak saya untuk mempresentasikan bersama tentang peradilan agama.

Tentu saja, saya sambut dengan kedua tangan sangat terbuka.  Bagaimana tidak, tiket pesawat dan transport lokal, hotel dan juga biaya harian akan ditanggung sponsor, dalam hal ini Indonesia-Australia Legal Development Facility (IA LDF). Forumnyapun sangat terhormat dan bergengsi, Konferensi Internasional Asosiasi Administrasi Peradilan Se Dunia, IACA. Tempat penyelenggaraannya pun adalah negara yang mempunyai peninggalan dan seribu cerita tentang sejarah peradaban Islam. Rugi rasanya kalau saya tidak memenuhi ajakan itu.

Suruh bayar (kantor) sendiri saja mau, apalagi ini dibayari. Namun, terlepas dari itu semua, yang lebih penting bagi saya adalah karena saya diminta untuk bicara tentang peradilan agama di depan komunitas peradilan seluruh dunia. Bukankah ini kesempatan emas, untuk mempromosikan institusi yang saya cintai, Mahkamah Agung dan Peradilan Agama? Kata saya dalam hati. “Iya Bu Cate, saya siap”, saya langsung menjawabnya, walau belum tahu persis tanggal berapa, tema konferensi itu apa, dan aspek apa dari peradilan agama yang harus saya sampaikan.  Pokoknya siap, saya mantap.

**

Dalam perkembangan selanjutnya, diketahuilah bahwa Konferensi Internasional itu diselenggarakan tanggal 2-4 November, di Istanbul, dengan tema ““Worldwide Innovations in Court Systems” dan beberapa sub tema.

Dari Indonesia diundang  2 (dua) pembicara, yaitu Ketua Mahkamah Agung yang diwakili oleh Tuada Pembinaan, Pak Widayatno, yang menyampaikan makalah tentang “Judicial Reform in Indonesia”, sesuai tema utama, dan saya yang mewakili Badilag, menyampaikan aspek yang berhubungan dengan sub tema, “Access to Justice”

Dalam presentasi, saya berkolaborasi dengan Bu Cate, membawakan topik ““Access to Justice  for Poor People in Family Law and Birth Certificate Cases”.  Bu Cate menampilkan “Survey Findings” yang telah dilaksanakan tahun 2007 dan 2009 tentang kepuasan pengguna pengadilan pada lingkungan peradilan umum dan peradilan agama, sedangkan saya  mengemukakan tentang “Strategic Responses”nya yang telah dan akan dilakukan oleh Badilag.

Panel dalam sub tema “Access to Justice”  yang dimoderatori oleh Leisha Lister, Executive Advisor  to CEO Family Court of Australia, ini menampilkan 3 pembicara, yaitu Bu Cate, saya dan Waleed Haider Malik dari perwakilan World Bank Latin American and Caribbean Region, yang aslinya berasal dari  Pakistan.

Panel itu  menghabiskan waktu hampir 2 jam. Pertanyaan, komentar dan masukan banyak diberikan oleh para peserta, yang mengarah kepada adanya peningkatan kemudahan akses ke pengadilan, bagi para pencari keadilan, terutama bagi orang-orang  miskin.

Saya puas dan senang sekali mengikuti konferensi itu, sebab di samping mendapat wawasan penyelenggaraan peradilan atau hal lain berkaitan dengan keperadilanan di negara lain, saya juga banyak dikenalkan dan bergaul dengan tokoh-tokoh administrasi peradilan se dunia.

Di antara tokoh yang terus melakukan komunikasi, bahkan dua kali berkunjung ke Badilag, adalah salah satu pendiri dan presiden IACA pertama, yaitu Markus Zimmer, dari Amerika Serikat.  Selain ke Badilag, dia pernah berkunjung pula  ke PA Jakarta Utara dan PA Balikpapan melihat pemanfaatan Teknologi Informasi. Di Badilag, dia pernah menjadi pembicara pada acara English Meeting Club. Dia sangat terkesan dengan perkembangan peradilan agama belakangan ini.

Yang paling menyenangkan dari konferensi itu adalah diperkenalkannya peradilan agama oleh Cate Sumner yang nota bene bukan orang Indonesia, melalui presentasinya, juga dapat diinformasikan kegiatan-kegiatan berkaitan dengan sub tema, Access to Justice, yang lalu dikomentari oleh para peserta konferensi.

Saya juga senang sekali bisa memperkenalkan peradilan agama dan Mahkamah Agung secara umum kepada masyarakat peradilan se dunia.  Bahkan program-program Badilag yang menjadi trends dunia, seperti program prodeo dan sidang keliling, yang pro rakyat kecil dan terpinggirkan, dapat saya sampaikan kepada mereka.

Saya betul-betul merasa sebagai  pemilik peradilan agama dan saya bangga milik saya itu dibicarakan orang di konferensi yang dihadiri oleh sekitar 200 orang dari seluruh dunia.

***

Memang, saya sangat salut dan apresisasi kepada Bu Cate. Begitu besar, semangat dan  perhatiannya kepada peradilan agama. Nampaknya, inisiatif dan langkah Bu Catelah, peradilan agama bisa diperkenalkan pada forum IACA di Istanbul itu.

Sebetulnya, ketika saya menyatakan siap mengikuti konferensi, saya belum tahu persis tanggal berapanya. Namun ketika diberitahu kepastiannya, tanggal 2-4 November, saya sangat kaget, sebab acara saya, ngunduh mantu pernikahan anak saya yang pertama adalah juga tanggal 2 November. Jadi, bersamaan waktunya.

Saya bingung.  Di satu sisi,saya ingin membatalkan menghadiri konferensi, sebab tidak mungkin harus meninggalkan acara pesta pernikahan anak pertama saya. Namun di sisi lain, saya merasa ini kesempatan emas untuk mempublikasikan peradilan agama. Saya ingin sekali menghadirinya.

Akhirnya saya ceriterakan kepada Bu Cate. Dia memang banyak akal. Dia bicara pada saya, “Please Pak Wahyu, Bapak harus hadir di Istanbul, walau hanya untuk presentasi pada jadwal Bapak saja. Setelah itu Pak Wahyu dapat segera pulang  kembali ke Indonesia, tanpa mengikuti acara pembukaan, jadwal lainnya atau acara penutupan”,  begitulah kira-kira yang disampaikan Bu Cate.

Memangnya dekat Istanbul itu, kok Bu Cate menyarankan seperti itu?, tanya saya dalam hati. Saya memang pernah sekali berkunjung ke sana.  Lalu saya hitung-hitung, Jakarta-Dubai 8 jam, lalu transit, lalu berangkat lagi ke Istanbul sekitar 3-4 jam. Ya, saya mantap. Saya jawab Bu Cate dengan penuh keyakinan, “It’s okey, Bu Cate, I am leaving for Turkey soon after the wedding party”. Kedengaran, Bu Cate juga senang.

Pada waktunya, setelah acara ngunduh mantu selesai, saya segera berangkat ke Istanbul. Pak Widayatno, yang mewakili Ketua MA, Hakim Agung Bu Marina Sidabutar dan beberapa kawan lainnya dari Mahkamah Agung dan pengadilan di Jakarta, sudah berangkat duluan, untuk mengikuti acara konferensi sejak awal.

Saya berangkat belakangan, sendirian, dan tiba di Istanbul tanggal 4 pagi. Dari bandara langsung ke hotel, yang juga sekaligus tempat konferensi. Langsung saya mengikuti acara, lalu presentasi, bermalam satu malam, besoknya langsung pergi lagi ke bandara, dan…terbang lagi, pulang ke Jakarta. Saya harus segera ke Jakarta, sebab masih ada acara keluarga sebagai rangkaian acara pernikahan anak saya yang pertama itu.

Walau tidak sempat menikmati indahnya kota Istanbul dengan selat Bosporusnya yang membelah daratan Asia dan Eropah, yang kiri kanannya dipenuhi bangunan-bangunan kuno dan bersejarah,  tidak sempat berkunjung ke Aya Sofia, museum bekas gereja dan mesjid di zaman keemasan Byzantium dan Turki Usmani, dan tidak sempat menikmati keagungan peninggalan-peninggalan kota Konstantinopel dulu,  yang kini berubah nama menjadi kota Istanbul,  hati ini rasanya plong dan berbunga-bunga.

Meski tidak ke mana-mana, saya masih sempat mengikuti acara konferensi walaupun tidak sepenuhnya. Yang penting,  jadwal untuk presentasi tentang peradilan agama dapat saya hadiri dan berjalan dengan menyenangkan. Banyak pelajaran yang saya peroleh dari panel dan konferensi internasional itu secara keseluruhan. Terima kasih Bu Cate.

Saya sangat bersyukur atas kelancaran dan pelajaran yang saya dapatkan dari Istanbul itu. Walaupun perjalanan saya di sana hanya dari bandara, hotel dan kembali ke bandara lagi untuk pulang ke tanah air, hati ini puas dan senang dapat melaksanakan tugas dengan lancar: mempromosikan peradilan agama kepada para administrator peradilan dari seluruh dunia. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. (WW)

TanggalViewsComments
Total105353
Kam. 1710
Sel. 1520
Sen. 1410
Ming. 1330
Sab. 1210
Jum. 1120
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Masrinedi-PA Painan 2012-02-06 00:27
SUBHANALLAH PAK WAHYU, walaupun bapak Tidak Sempat Menikmati Indahnya Kota Istanbul namun dengan tampilnya presentasi bapak dalam forum terhormat itu atas nama BADILAG MA.RI dengan Topik ““Access to Justice for Poor People in Family Law and Birth Certificate Cases” yang mengemukakan tentang “Strategic Responses”nya yang telah dan akan dilakukan oleh Badilag, adalah suatu kehormatan dan kebanggan Badilag termasuk semua warga Badilag karena lewat acara itu Badilag MA.RI dikenal Dunia Internasional. Yang Wajib sudah bapak lakukan, cuma yang sunatnya "Menikmati Indahnya Kota Istanbul beserta peninggalan dan seribu cerita tentang sejarah peradaban Islam' tidak bisa bapak lakukan karena masih ada acara keluarga bapak yang harus bapak hadiri.
Jadi saya salut dan apresiasi atas keputusan yang telah bapak lakukan beserta aplikasinya di mana kedua acara penting sama-sama bisa jalan.
Kita sama-sama berharap ya Pak, semoga acara peringatan 130 tahun PA nantinya SUKSES MENDUNIA.Jika Sukses adalah Titik Kulminasi Eksistensi PA dibawah Komando bapak sebagai Dirjen Badilag. Amin !!!!!!!

*
Reply
 
 
# Hardinal PTA Jayapura 2012-02-06 01:35
Waaah...luaaar biasa !!! Pemanfaatan waktu seefisien mungkin dapat melaksanakan dua kegiatan "super penting" dalam waktu bersamaan dengan sukses. Saya sangat salut dengan Pak Dirjen dan Cat Samner yang begitu solid."DIMANA ADA KEMAUAN YANG TULUS DISANA ADA FULUS DAN JURUS".Semoga Bapak Dirjen mendapat ganjaran "BERDUA" (BER-nilai DU-nia A-khirat). Amin...!!!
Reply
 
 
# ayep sm PA Tasikmalaya 2012-02-06 05:43
Perjuangan pak dirjen memang sangat gigih, tidak apalah tidak menikmati Indahnya Kota Istambul, mudah-mudahan di lain waktu bisa berangkat lagi, yang penting perjuangan bapak untuk meyakinkan dunia bahwa peradilan di indonesiapun, tidak kalah majunya, terutama pelayanan bagi kaum miskin, terima kasih atas pengorbanan bapak.
Reply
 
 
# maharnis PTA Jayapura 2012-02-06 06:16
saya memberikan apresiasi yang tinggi buat pak wahyu Widiyana selaku Dirjen Badidlag Mari atas hasil-hasil yang telah diraihnya selama menakhodai badilag, beliau tak kenal lelah, penuh keatifitas dan punya prinsip, kerjakan apa yang bisa dikerjakan sekarang tanpa menungggu hari esok buat memberikan yang terbaik bagi badilag dan peradilan agama yang berada dibawahnya, semoga allah selalu memberikan taufiq dan hidayah kepadanya amin.
Reply
 
 
# Tatang Std PA Smrda 2012-02-06 07:30
Subhanallah.......Tugas Negara dan Keluarga dapat dikerjakan dg sukses dengan mengesampingkan keinginan pribadi (menikmati indahnya Istanbul)..... suatu perjuangan yg luarr biasa. Barakallahu fikum
Reply
 
 
# Hermanto 2012-02-06 08:05
wow.., luar biasa kebanggan yang dimiliki Pak Dirjen dalam mempresentasikan peradilan agama kepada dunia luar, kecintaan beliau pada peradilan agama sama dengan cintanya beliau dalam memajukan dan membangun peradilan agama, ini memberi contoh kita tentang kata "cinta" pada peradilan agama , "apapun rela dilakukan untuk kebanggaan apa yang dimiliki dan dicintainya" , semoga kami kita semua dapat mempersembahkan yang terbaik untuk peradilan agama..., bravo Peradilan Agama!!
Reply
 
 
# adi pata 2012-02-06 08:15
infonya, bagus, shg dapat menambah wawasan kami.trim
Reply
 
 
# ahid Lampung 2012-02-06 09:00
terima kasih pak Dirjen, membawa Peradilan Agama Go Internasional, sukses.
Reply
 
 
# Nursal-PA Muara Bungo 2012-02-06 09:07
istanbul dalam catatan sejarah, kota yang sangat strategis, disampih indah juga banyak terdapat peninggalan bersejarah, ternyata Pak Dirjen tak sempat menyaksikannya mudahan ke depan bisa mungkin dalam acara yang berbeda dan insyaallah kami pun bisa seprti itu.AMN
Reply
 
 
# Suhadak PA Mataram 2012-02-06 09:14
Dikala benturan antara Tugas yg di cintai dan keluarga yg sangat pula di cintai terjadi apalagi acara ngunduh mantu, di butuhkan jiwa, dan pemikiran yg matang. Tapi wahhh Luar biasa dua acara yang sangat penting dalam waktu yg hampir bersamaan terlaksana dg sempurna. Sulit rasanya kalau orang biasa-biasa saja dapat memilih ke Istambul.ini sosok yg Luar biasa.
Reply
 
 
# MAME SADAFAL PA SIDOARJO 2012-02-06 09:31
ALHAMNDULILLAH, PAK DIRJEN TELAH MELAKUKAN SUATU TUGAS PENTING DAN BERSEJARAH BAGI PERKEMBANGAN DAN KEMAJUAN PERADILAN AGAMA KINI DAN ESOK, MESKI HARUS MENGORBANKAN SEBAGIAN HARAPAN DAN KEINGINAN PRIBADI DAN KELUARGA DEMI KEPENTINGAN YANG LEBIH BESAR,YAITU REPUTASI PERADILAN PADA FORUM INTERNASIONAL.SEMOGA HUBUNGAN YANG TELAH DIRINTIS DAN DIBANGUN DENGAN SUSAH PAYAH BERSAMA FAMILY COURT AUSTRALIA DENGAN PERADILAN AGAMA DIBAWAH KOMANDO CATE SUMMER DAN PAK WAHYU SENANTIASA AKAN TERJALIN TERUS DI MASA MENDATANG.AMIEN
Reply
 
 
# Chrisnayeti, Badilag 2012-02-06 09:42
Subhanallah.....wah untung Bapak punya tenaga ekstra ya...itu suatu karunia yang mahal. Semua bisa terlaksana meski harus jadi lebih sering melap keringat di dahi karena lari-lari dan yang pastri stres berat deh. Misi MA/Badilag tercapai tanggung jawab sebagai Ayah juga terpenuhi. Semangat terus ya pak.....
Reply
 
 
# M.Yusuf Waka PA Kendari 2012-02-06 09:42
Salut dan bangga ama pak Dirjen dalam hal bisa menyeimbangkan antara kepentingan Institusi dengan kepentingan pribadi dan alhamdulillah kesemuanya bisa sukses secara bersama-sama.Komitmen dan tekad yang super membuat pak Dirjen sukses dalam segala hal,mudah2an kami bisa mengikutinya.Thank pakDirjen
Reply
 
 
# yuniati faizah PA Gunung Sugih 2012-02-06 09:53
Subhanallah, seperti peristiwa isra' mi'raj saja ya, ternyata pengorbanan pak Wahyu terbukti membawa manfaat bagi lembaga Peradilan Agama yang kita cintai. Btw pingin kenal juga dengan bu Cate yang baik....
Reply
 
 
# niajimi@yahoo.co.id 2012-02-06 10:24
:-)like this.
Reply
 
 
# A.Saprudin@PAME 2012-02-06 10:30
Luar biasa, begitu besarnya perhatian Pak Dirjen terhadap peradilan Agama. terbukti di tengah2 acara kluarga yang bgtu penting, masih bisa memberikan perhatiannya walau harus berangkat ke luar negeri (turkey), semoga sikap yang sama dapat ditularkan kepada seluruh aparatur pengadilan agama....
Reply
 
 
# Ilman Hasjim, PA Andoolo 2012-02-06 10:43
Jika niat tulus, snantiasa untuk kebaikan dan cita-cita mulai, pasti ada saja kemudahan dan jalan untuk meraihnya...Ditengah banyaknya kesibukan dan padatnya kegiatan, termasuk peristiwa bersejarah dalam keluarga pak Wahyu, kesempatan untuk mempresentasikan sepakterjang Peradilan Agama di 'forum dunia' bisa terlaksana..,,Subhanallah,,,ditengah berbagai kekurangan, Peradilan Agama kini menjadi ikon yg membanggakan dunia peradilan Indonesia bahkan dunia...Terimakasih pak Wahyu atas konsep dan kerja kerasnya...Selama Peradilan Agama ada, nama bapak akan selalu dikenang dalam sejarah...Harapan kami, smoga pengganti bapak memiliki karakter dan juga konseptor handal seperti bapak...(bukan memuji, fakta yg berbicara),,,Smoga kita warga PA tidak larut dalam kelebihan ditengah banyaknya kekurangan yg ada...Terimakasih pak dirjen..
Reply
 
 
# Lisdar PA.Muara Bulian 2012-02-06 10:48
Warga Peradilan Agama benar-benar tersanjung memiliki Pak Dirjen yg telah memperkenalkan Pengadilan Agama pd dunia luar, dalam waktu yb bersamaan beliau dpt melaksanakn tgs mulia....terbukti cinta beliau pd Peradilan Agama dan keluarga.....rela mengorbankan kepentingan pribadi untuk menikmati Indahx Kota Istanbul....selamat pak Dirjen smg Bpk sll mendpt berkah dan kasih sayang dr Allah Swt....Amiin
Reply
 
 
# Derr PA Tgm 2012-02-06 11:03
Luarrrr biasa.... semoga kami dapat memetik pelajaran dan menambah motifasi bagi kami...
Reply
 
 
# Rosmadi 2012-02-06 11:57
Pasti bangga deh yang punya pimpinan seperti Bapak. Sekali mendayung dua pulau disampiri. Meski tidak sempat menikmati indahnya Istambul insyaallah lain kali pergi lagi ya pak.
Reply
 
 
# Asni Falah PTA BDL 2012-02-06 12:08
bu Cate Sumner ini sangat berjasa terhadap perkembangan dan keberadaan peradilan agama di Indonesia dan dunia, tahun 2006 pernah berkunjung ke PA Tangerang dimana ia bersama rombongan (4 orang dari Badilag) ikut mencicipi buah kelapa di danau Tangerang setelah berdiskusi tentang perkembangan IT dan SIADPA (40 PA yang baru dilaunching) di Indonesia, kecuali PA Tangerang yang mandiri. kami usulkan semoga ibu Cate Sumner mendapat penghargaan dari MARI di HUT PA yang ke 130, setuju kan pak?
Reply
 
 
# RISTON_PA SIDOARJO 2012-02-06 12:30
Peradilan Agama yang dulunya seperti ikan kecil yang berenang dikolam yang kecil kemudian pindah ke kolam yang besar dan sekarang berenang disamudera lepas.... dari Tasikmalaya menjelajah ke seluruh dunia...!!!! jayalah Peradilan Agama
Reply
 
 
# Alimuddin M.Mataram 2012-02-06 13:06
la haula wa la quwwata illa billah,insya Allah semua aktivitas bisa berjalan lancar dengan tawakkal hanya kepada Allah.
Reply
 
 
# Mangudin PA Krui 2012-02-06 13:11
Alhamdulillah, smg amal sholeh Pak
dirjen Badilag dalam memperkenalkan Peradilan Agama di dunia Internasional membawa rahhmat di dunia Peradilan pada umumnya.
Reply
 
 
# umi jak-bar 2012-02-06 14:13
Selamat pak Dirjen karena Tidak semua orang bisa seberuntung Bpk Dirjen mendapat kesempatan untuk memperkenalkan institusi yang kita cintai (Peradilan Agama) ke mata dunia.
Reply
 
 
# Asti PTA Jakarta 2012-02-06 14:30
Merealisasikan dan menjaga suatu komitmen butuh perjuangan. Ini salah satu yang patut dicontohnya.....
Reply
 
 
# Al-maosy-papaniai 2012-02-06 14:34
Semoga bs mengikuti jejak bp' dirjen....
Reply
 
 
# Muh Irfan Husaeni/PA Painan 2012-02-06 15:32
Tulisan ini menginspirasi saya dan para pembaca badilag.net bahwa kita harus bisa mengatasi masalah dengan cerdas, cermat dan benar. salut kepada Pak Dirjen dua acara BESAR terlampoi sesuai rencana, Subhanalloh.
Reply
 
 
# h.masruri, plk 2012-02-06 19:36
Saya salut dan apresiasi atas keputusan yang telah bapak lakukan, ditengah berbagai kekurangan, Peradilan Agama kini menjadi ikon yg membanggakan dunia peradilan Indonesia bahkan dunia. Terima kasih pak Wahyu
Kita sama-sama berharap, semoga acara peringatan 130 tahun PA nantinya SUKSES. Sukses adalah Titik Kulminasi Eksistensi PA dibawah Komando bapak sebagai Dirjen Badilag. Amin
Reply
 
 
# h.masruri, plk 2012-02-06 19:40
Ya karena bu Cate Sumner ini sangat berjasa terhadap perkembangan dan keberadaan peradilan agama di Indonesia, maka kami juga ingin usulkan semoga ibu Cate Sumner mendapat penghargaan dari MARI di HUT PA yang ke 130 nanti.
Reply
 
 
# Abd.Rahman Salam /PA Banggai 2012-02-06 20:45
Siapa ya Pewaris Pak Dirjen nanti dibidang IT sehingga PA bisa oke di Dalam & Luar Negeri...?????????????????
Reply
 
 
# riswan pa maninjau 2012-02-06 21:59
KECINTAAN BAPAK TERHADAP PERADILAN AGAMA SDH TAK BISA DIRAGUKAN LAGI......INILAH YANG PERLU DICONTOH WARGA PERADILAN AGAMA......dan KITA JG HARUS SALUT DAN HORMAT terhadap apa yg dilakukan BU CATE YG LUAR BIASA PERHATIANNYA UNTUK MEMPUBLIKASIKAN PERADILAN AGAMA KE DUNIA INTERNASIONAL semoga Badilag sll berada digaris terdepan dalam merepormasi wajah peradilan indonesia!!!!!!
Reply
 
 
# Muhdi Kholil Waka PA Kangean 2012-02-07 09:42
SUKSES PAK DIRJEN, DEMI KEMAJUAN DAN KEBAGGAAN PERADLAN AGAMA, RELA MENGORBANKAN KEPENTINGAN KELUARGA,DAN AKHIRNYA SUKSES UNTUK KEDUA-DUANYA TUGAS NEGARA DAN KELUARGA.USUL SAYA PAK DIRJEN, AGAR PENGEMBANGAN DAN PEMBAHARUAN PERADILAN AGAMA LEBIH TERARAH & BISA GO INTERNASIONAL KE DEPAN PERLU DIBENTUK/DIPERKUAT TIM TERSENDIRI BAIK BIDANG PEMBAHARUAN PERADILAN AGAMA,YA SEMACAM CETAK BIRUNYA PERADILAN AGAMA GITU, DISAMPING DIBENTUK PULA TIM HUMAS, PROMOSI DAN KERJASAMA YANG HANDAL. SEMOGA TAHUN 2012 INI SUKSES, DAN KE DEPAN LEBIH SUKSES LAGI , AMIN
Reply
 
 
# djazril darwis.babel 2012-02-07 10:37
djazril darwis.pta babel.Semoga lebih banyak lagi pejabat negara seperti Pak Wahyu.Pasti...... deh...Indonesia cepat maju.
Reply
 
 
# chazim m Surakarta 2012-02-07 11:35
Tidak sekarang pak Dirjen, tapi kesemptan itu akan datang lagi, mesti beda situasinya..
Reply
 
 
# m.Tobri-PA Kuningan 2012-02-07 12:20
mempromosikan peradilan agama kepada para administrator peradilan dari seluruh dunia... hasilnya kami yang menikmati saat ini, semoga apa yang telah diberikan kepada Badan Peradilan Agama, menjadi jembatan emas buat Bapak sekeluarga, mendapatkan kenikmatan dari Allah swt. insya Allah jasa bapak tidak akan dilupakan. pasti tercatat dalam sejarah emas, perjalanan kusuksesan Badan Peradilan Agama.
Reply
 
 
# Syekh Sanusi-PA.Jakbar 2012-02-07 14:14
memang berita ttg perjalanan Bpk Dirjen ini selalu aktuan dan menarik utk dicermati...
Selalu ada pelajaran dan tantangan... Inilah tife Pmimpin minimal mendakati :Inni Hafidzun 'Aliim" (Qs.Yusuf : 55). Okey slmt sukses buat Bpk Dirjen....
Reply
 
 
# rohimah pagrt 2012-02-07 14:32
YAA ALLAH......perjuangan hebat pk mg dilain kesempatan bisa menikmati yg lebih indah lagi.
Reply
 
 
# samsul bahri 2012-02-07 14:38
Samsul Bahri, PA Subang
kita seharusnya malu, apabila PA ternyata belum sesuai dengan apa yang selama ini dipromosikan oleh pak Dirjen.
jadi menyesuaikan dengan kemajuan yang dicapai badilag, menjadi keniscayaan ...
Reply
 
 
# dini_PA.Gunung Sugih 2012-02-07 15:37
Good choice Pak dirjen. Kesempatan tidak datang 2 kali. Semoga kedepan Peradilan agama semakin harum namanya.
Reply
 
 
# waluyo pa krui 2012-02-07 17:01
Luar biasa perjuangan pak Wahyu... hanya doa yang bisa saya panjatkan kepada beliau
"Ya Allah berikanlah kepada beliau tekad dan kekuatan untuk tetap berada di jalan kebenaran..dan ilhamilah kepada beliau untuk melakukan semua kebaikan yg Engkau sukai, turunkanlah ketenangan dan ketegaran dalam hati beliau pada setiap cobaan dan goncangan yang merintangi jalan perjuangan beliau..
Ya Rahman Ya Rahim kami juga memohon kepadaMu, berilah kesabaran dan keistiqamahan kepada beliau untuk tidak bosan-bosannya senantiasa membimbing dan membimbing kami seluruh warga peradilan agama dalam mengemban amanahmu menegakkan keadilan bagi para pencari keadilan di muka bumi ini.
Reply
 
 
# asep ridwan PA Kalianda 2012-02-08 08:39
seharusnya semangat dan dedikasi para pimpinan kita harus ditiru terutama para pegawai yang ada di daerah dan jauh dari pengawasan. karena bila bertolak belakang, maka tentu prestasi yang telah susah payah diraih oleh pimpinan kita justru akan dicederai oleh kita yang sesungguhnya beliau perjuangkan.
Reply
 
 
# Mawardi Lingga/PA Sidikalang 2012-02-08 08:57
Salut buat pak Wahyu yg telah mati-matian mempromosikan Peradilan Agama ke seluruh dunia makanya kita sangat sedih bila ada aparat Peradilan Agama yg perilakunya yg mematikan cahaya cemerlangnya PA saat ini, usul pak bila memungkinkan dlm rangka 130 tahun Peradilan Agama perlu dibuat suatu Seminar Internasional ttg Justice for All di Indonesia, semoga ....
Reply
 
 
# risa 2012-02-08 12:04
like this much. betapa bangganya putri pertama pak dirjen memiliki bapak, tetap bisa hadir di hari istimewanya di saat ada tugas nun jauh disana. dan rasa bangga itu di rasakan pula oleh kami sbg 'putra/putri' bapak di institusi karena bapak bisa hadir di sebuah acara istimewa utk kami semua :).
sukses sehat selalu pak..sukses peradilan agama!
Reply
 
 
# Al Fitri - PA Tanjungpandan 2012-02-08 17:18
Sekali salut untuk pak dirjen bisa bicara dalam farum bergensi itu.. :sigh:
Reply
 
 
# SUMAR PTA LAMPUNG 2012-02-08 20:27
Good choice Pak dirjen.
Reply
 
 
# Salmah-PA Mungkid 2012-02-09 11:29
Alhamdulillah, sekali mendayung2-3 pulau terlampaui.... kapan-kapan pasti pak Dirjen ke Turki lagi dan bisa menikmati indahnya ke Aya Sofia, museum bekas gereja dan mesjid di zaman keemasan Byzantium dan Turki Usmani. Amin
Reply
 
 
# lukman PA Takalar 2012-02-10 00:08
Allah Maha Besar .....kebanggaan pak dirjen rasanya tidaklah berlebihan, kami saja yang membaca tulisan Bapak sangat bangga dan bersyukur bisa berada di Peradilan Agama .... Ya Allah berilah kekuatan kepada beliau agar tetap sehat dan tetap dalam lingdungan'Mu ya Allah ... Aminnn ...
Reply
 
 
# Abu Amar, PTA Kendari 2012-02-10 14:28
Demi institusi yang kita cintai, ternyata Pak Dirjen mampu membagi dan memanfaatkan waktu yang sangat sempit dan terbatas, dalam upaya memperkenalkan Mahkamah Agung dan Badan Peradilan Agama ke pentas dunia. Semoga beliau ibarat Raden Gatotkaca yang "mempunyai otot kawat balung (tulang) wesi (besi" dikarunia Allah swt kesehatan lahir batin dalam mengemban amanat yang dibebankan dengan penuh keikhlasan, sehingga tercatat sebagai ibadah dan amal shaleh. Aamiin.
Reply
 
 
# Drs. Mamat S, MH WKPA Pandeglang 2012-02-28 13:09
Nikmat dan Indahnya kota Istambul tak senikmat dan seindah menghadiri acara mantu dan menyampaikan makalah yang membawa PA dikenal mundial, saluut buat Pak Dirjen yang tak kenal lelah !!!
Reply
 
 
# M. Zubaidi - PA Tarakan 2012-03-04 06:20
Assalamu'alaikum wr wb.

AlhamduliLlah, ikut bangga sebagai warga Peradilan Agama dengan kisah perjalanan dan keberhasilan Bapak Dirjen dalam mempresentasikan di forum internasional, "Access to Justice for Poor People in Family Law and Strategic Responses" dalam lingkungan Peradilan umum dan Peradilan Agama di Indonesia.
Semoga apa yang telah Bapak torehkan berbuah sangat manis khususnya bagi warga Badilag kedepan.
ZaadanaLlahu wa iyyaakum bikaramatid dunya wal akhirah, aamiiin.
Reply
 
 
# Drs. Cece Rukmana Ibr, SH. WK.PA. Tigaraksa 2012-03-07 12:57
Subhanallah, saya bangga dengan apa yang telah disampaikan pak Dirjen, sungguh-sungguh membawa perubahan terhadap Peradilan Agama di Indonesia, dengan diperkenalkannya Peradilan Agama ke Dunia International, itu adalah prestasi yang sangat memuaskan, mudah-mudahan jasa bapak dalam membawa Peradilan Agama menjadi go International tersebut, sebagai amal baik bapak, sehingga Peradilan Agama menjadi lebih maju dan lebih dikenal di MATA DUNIA.
Reply
 
 
# Yahya, S.Ag, SH PT.Gtlo 2012-05-01 18:18
Subhanallah, Maha suci Allah yg tlh menganugrahkan kpd BADILAG seorang pemimpin yang arif lagi bijaksana.smoga BADILAG dibawah kepemimpinan bapak akan sllu sukses.amin
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 















Pembaruan MA















Pencarian
Polling
Setujukah apabila setiap putusan pengadilan ditampilkan di website
 
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS