Walau Jaringan Lemot dan Listrik Byarpet, Rakerda Berbasis TI Jalan Terus
*
Tanggal 25-26 Januari 2012 saya ada di Merauke, untuk menghadiri Rakerda PTA Jayapura dan PA-PA di wilayahnya. Yang hadir dalam Rakerda itu adalah para ketua, wakil ketua dan panseknya, ditambah para hakim tinggi dan beberapa pejabat strukturalnya.
Rakerda ini diselenggarakan hanya satu hari setelah badilag.net menayangkan pengumuman yang berisi edaran saya, 24 Januari 2012, tentang “Keterkaitan Rakerda 2012 dengan Rakernas MA-RI 2011”.
Dalam edaran itu, saya minta PTA-PTA yang akan menyelenggarakan Rakerda 2012 agar memperhatikan tema, hasil dan penyelenggaraan Rakernas MA-RI 2011. “Tema” yang saya maksud adalah “Meningkatkan Peran Pengadilan Tingkat Banding Sebagai Kawal Depan Mahkamah Agung”.
Sedangkan “hasil” yang harus diperhatikan adalah semua rumusan Rakernas, baik yang berkaitan dengan tehnis judisial, maupun non judisial, seperti program prioritas Reformasi Birokrasi, Pembaruan Peradilan, dan Program Penganugerahan “Religious Court Reform Awards”.
Sementara yang dimaksud dengan “penyelenggaraan” adalah penyelenggaraan dengan berbasis Teknologi Informasi.
Saya salut kepada kawan-kawan di PTA dan PA-PA se Papua dan Papua Barat ini. Dengan serba keterbatasan, seperti listrik sering mati dan jaringan internet yang sangat lambat, mereka bersemangat untuk menyelenggarakan Rakerda dengan sistem paperless, memanfaatkan Teknologi Informasi sebagaimana yang saya sebutkan dalam surat edaran tadi.
Sistem paperless itu diselenggarakan bukan karena ada edaran, sebab sebelumnya Panitya konon sudah merencanakannya. Terlihat pula dari publikasi dan bahan-bahan Rakerda yang dimuat pada situsweb PTA sejak sebelum ada edaran.
**
Hari pertama sebelum pembukaan Rakerda di siang hari, saya sempat mengunjungi gedung PA Merauke dan pembangunan gedung baru tahap pertama. Gedung, yang merupakan peninggalan sebelum satu atap, masih nampak model lama, sempit, tidak berpola dan cukup memprihatinkan kalau dilihat kacamata sekarang. Namun nampak pelayanan yang dilakukan sudah mengarah kepada adanya sistem pelayanan sekarang, walaupun belum ditunjang oleh sarana gedung yang memadai.
Pengembangan situswebnya sudah cukup baik. Saya mencoba membuka internet di ruang TInya. Masya Allah, benar juga. Jaringannya sangat “lemot”. Menurut informasi kawan-kawan yang dari PTA, pada umumnya di kota-kota di pulau paling timur Indonesia ini, jaringan internetnya sangat memprihatinkan.
Bahkan saya sendiri berkali-kali mencoba menggunakan modum Telkomsel Unlimited yang biasa saya bawa ke mana-mana, selalu gagal. Modum itu sama sekali tak berfungsi di sana. Di hotel, di kantor PA, di jalan-jalan sekitar kota dan di luar kota yang menuju ke perbatasan, sama sekali modum itu tak berdaya. Saya sampai pergi sendiri mencari warnet di sekitar hotel untuk melihat perkembangan badilag.net dan mahkamahagung.go.id. Sepertinya di warnet, jaringan agak mendingan, agak cepat.
Soal listrik juga jadi masalah. Beberapa kali di hotel, listrik itu byar-pet. Namun karena saya tinggal di hotel paling baik di kota itu, walaupun belum berbintang, sistem perlistrikannya nampaknya selalu diback-up oleh generator. Jadi untuk kepentingan penerangan tidak ada masalah. Tapi, keadaan byar-pet itu akan merusak komputer tanpa sistem baterei.
Walau suasana kota Merauke seperti itu, Rakerda tetap berjalan dengan semangat “paperless” dan ber”TI”. Nampak para peserta, walau tidak seluruhnya, banyak sekali yang mengoperasikan Laptop. Setidaknya ketika saya hadir dan ngisi acara.
Semangat Rakerda berbasis TI itu nampak juga dari persiapan Rakernas. Panitia menyiapkan banner khusus, menyolok dan dipasang pada www.pta-jayapura.go.id jauh sebelum pelaksanaan. Banner itu selengkapnya berbunyi: “SUKSESKAN RAPAT KERJA BERBASIS TI, PTA JAYAPURA DAN PA SE PAPUA – 2012”.
Di bawah banner, ada beberapa informasi dan bahan Rakernas. Di sana ada “Materi Rapat Kerja PTA & PA Se-Papua Tahun 2012”, “Buku Panduan Rapat Kerja PTA & PA Se-Papua Tahun 2012”, “Pemberitahuan Kepada Seluruh Peserta Raker untuk Membawa Laptop”, dan “Pelaksanaan Rapat Kerja PTA Jayapura & PA Se-Papua Tahun 2012”.
Selain itu, sesaat setelah selesai acara ada berita, seperti berita tentang Pembukaan Rakerda dan berita lainnya. Saat tulisan ini dibuat, berita tentang hasil Rakerda masih belum dipublikasikan. Saya menduga, mungkin masih ada kesulitan dengan jaringan.
***
Dari apa yang terjadi di Merauke, kita dapat mengambil beberapa pelajaran untuk dapat diterapkan di PTA lainnya, bahkan mungkin dapat ditingkatkan, sesuai dengan kondisi dan kreativitas wilayah masing-masing.
Rakerda berbasis TI membuahkan hasil yang lebih dari rakerda konvensional. Dari segi biaya, mestinya rakerda berbasis TI ini lebih murah, sebab tidak memerlukan kertas, sebanyak yang diperlukan pada rakerda konvensional.
Dari segi efektivitas pembahasan materi, rakerda berbasis TI juga lebih menguntungkan. Bahan-bahan dapat disebarkan kepada para peserta dengan mudah dan tanpa biaya melalui situsweb, jauh sebelum pelaksanaan. Para peserta dapat mempelajari dan mendiskusikan bahan rakerda, bahkan bersama aparat lain yang tidak ikut rakerda.
Segenap hakim, pejabat dan aparat yang ada di wilayah PTA yang bersangkutan dapat terlibat dalam pembahasan, paling tidak sebelum rakerda, dan juga dapat mengikuti perjalanan rakerda melalui berita yang ditayangkan pada situsweb.
Di samping itu, rakerda yang diselenggarakan berbasis TI akan memacu pimpinan dan seluruh aparat pengadilan untuk berusaha “familiar” dan terbiasa untuk memanfaatkan TI dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
Satu hal lagi, pelajaran penting yang saya peroleh dari rakerda berbasis TI di Merauke ini, adalah pembenaran bahwa tekad yang kuat akan memperoleh hasil yang optimal. Tekad atau komitmen semua aparat, terutama para pimpinannya, adalah faktor yang sangat menentukan dalam mencapai suatu tujuan.
Kalau wilayah paling timur Indonesia saja bisa, walaupun menghadapi berbagai keterbatasan, apalagi wilayah lainnya yang kondisinya relatif lebih baik. Mengapa tidak? Sekali lagi, tekad dan komitmen para pimpinan sangatlah menentukan.
Selamat untuk PTA Jayapura dan PA-PA di wilayahnya yang telah sukses melaksanakan rakerda berbasis TI, dan juga Selamat untuk MSA dan PTA lainnya yang akan melaksanakan rakerda di tahun 2012 ini, dan pasti … juga berbasis TI. Kalau tidak? … wallohu a’lam. (WW).
| Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 1126 | 98 | | Kam. 17 | 1 | 0 | | Rab. 16 | 1 | 0 | | Sen. 14 | 2 | 0 | | Ming. 13 | 2 | 0 | | Sab. 12 | 1 | 0 | | Rab. 09 | 6 | 0 |
|
Comments
Maju terus....
Suksess...
SELAMAT BAGI KAWAN-KAWAN DI PA-SEWILAYAH PTA PAPUA DAN PAPUA BARAT ATAS KEBERHASILAN MELAKSANAKAN RAKERDA MESKIPUN JARINGAN LEMOT DAN LISTRIK BYARPET.
Salut buat teman-teman di PAPUA, semoga kita dapat mengikuti semangat mereka.
agar PTA lainnya juga menerapakannya , bahkan mungkin dapat ditingkatkan, sesuai dengan kondisi dan kreativitas wilayah masing-masing. "There's a will, there's a way" asalkan kita "Izakod Bekai, Izakod Kai" (Bhs. Merauke), yang berarti 'satu hati satu tujuan'.
Reply Apa yang telah dilakukan menjadi Dengan bermodal semangat untuk komitmennya melaksanakan Rakerda berbasis IT, mudah-mudahan akan terus bernafas dng IT meski sering mati listrik n tidak dapat sinyal, karena keberhasilan ini juga menjadi motifasi buat PTA lain di wilayah timur yang juga sering gak punya sinyal dan mati listrik.
Semoga pak Dirjen tetap sehat dan fit terus sehingga dapat mengunjungi PTA dan PA untuk memberikan nasehat dan semangat perubahan kepada lebih baik.
sebenarnya satu sisi pak dirjen uda gerah dgn watak pimpinan seperti di atas, namun di satu sisi msh dipertahankan, bahkan dipromosi...dimana letak kendalax?...hanya badilag yg mgetahuix dan bgmana solusinya...?
MAJU TERUS SAUDARA Q DI PAPUA
Selamat untuk PTA Jayapura dan PA-PA di wilayahnya...
cerita Pak Dierjen meningatkan saya 15 tahun yang lalu ketika masih di PA Serui, dan ikut mengawal MTQ di Merauke. saya mampir ke PA Merauke, gedungnya kecil (namanya balai sidang) tetapi punya lapangan tennis. waktu itu belum ada internet di sana..
Tapi saya salut, semangat teman PA yang dulu masih tetap tinggi. buktinya mereka menyelenggarakan rakerda paling cepat,(meski diiringi duka meningalnya isteri KPA Sorong Pak Tatang), Sebab di Jawa Barat saya belum mendengar ada raker...
Terima kasih Merauke, yg lebih dikenal "Bumi tanpa Batu", saya akhirnya bisa menghirup udara di ujung timur perbatasan wilayah Indonesia.
go green
paperless
ass.wr.wb. Bpk Dirjen Yth.Terima kasih atas kunjungannya Tempo hari, kami msh hrs banyak belajar utk kemajuan tim IT ...semoga dg suport dr bpk ...kami bisa lbh terpacu utk menggerakkan TI di PA kami...skss utk bapak Dirjen