Kamis, 17 Mei 2012 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
Daftar LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet

RSS Feeder





Login Intranet



Online Support

 
 
 
 



FOKUS BADILAG

BUKU ELEKTRONIK : Sebuah Penilaian atas Website Pengadilan tahun 2011 (e-book version) | (14/05)
PENGUMUMAN : SE Pembinaan Hisab Rukyat April 2012 | (10/5)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Pelatihan Hukum Ekonomi Syari'ah ke Arab Saudi | (10/5)
PENGUMUMAN : Daftar 40 Nama Calon Peserta Diklat Ekosyar, Saudi Arabia, Angk. Ke-2 | (04/05)
PENGUMUMAN : Rumusan Bimtek Kompetensi Hakim PA Angkatan II dan III Tahun 2012 | (24/04)
PENGUMUMAN : Publikasi Informasi Perkara | (23/04)
PENGUMUMAN : Hasil Diskusi Forum Bahasa Arab (MLA Episode III) | (20/4)
PENGUMUMAN : Surat Pengembalian Peserta dan Rumusan Bimtek angkata I | (4/4)
PENGUMUMAN : Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I Tahun Anggaran 2012 | (3/4)




Rame-rame Bawa Laptop ke Jakarta | (12/01/2012) PDF Cetak E-mail
Kamis, 12 Januari 2012 14:28

 

Rakernas Berbasis TI & Perubahan Sikap,

Rame-rame Bawa Laptop ke Jakarta

*

Semula saya kaget, mengapa saya ditunjuk sebagai Ketua Panitia Penyelenggara Rakernas Akbar tahun 2011. Oh, pikir saya, mungkin karena Pak Rum Nessa yang selama ini selalu menjadi Ketua Panitia Rakernas sudah selesai jabatannya sebagai Sekretaris MA karena sudah berumur 60 tahun. Tapi kan, masih ada Kepala BUA, Kabawas atau Dirjen Badilum, yang nota bene merupakan suadara tua Dirjen Badilag?

Rasa kaget itu tidak berlangsung lama dan tidak terus menjadi  pikiran saya. Yang jelas, penunjukan itu merupakan suatu kehormatan bagi saya yang harus saya laksanakan dengan sebaik-baiknya. Dalam hati, saya betekad, Rakernas ini harus sukses, berkesan dan lain dari yang lain.

Ada beberapa hal yang membuat saya bertekad Rakernas harus seperti itu. Pertama, mungkin Rakernas ini merupakan rakernas terakhir yang saya ikuti, sebab tahun 2012 saya harus pensiun, atau setidaknya berhenti sebagai Dirjen.

Kedua, Rakernas ini disebut sebagai Rakernas Akbar yang diikuti oleh Ketua dan Pansek dari semua pengadilan. Tidak setiap Rakernas selalu Akbar. Rakernas tahun 2008 pernah juga Akbar, namun Rakernas tahun-tahun lainnya “hanya”lah dihadiri oleh pimpinan pengadilan tingkat banding dan tingkat pertama kelas I.

Yang ketiga, dan ini yang paling membuat saya lebih bersemangat, adalah karena pertama kalinya Ketua Panitia dipegang oleh selain Sekretaris Mahkamah Agung, dan yang ditunjuk adalah saya sebagai Dirjen Badilag.

Setiap Dirjen dilihat orang sebagai representasi dari lingkungan peradilan masing-masing. Jadi, kalau Rakernas 2011 tidak sukses maka bukan saja reputasi saya yang rusak, tapi lingkungan peradilan agama juga akan terkena getahnya.

Tapi, terlepas dari itu semua, saya harus bekerja keras agar rakernas ini sukses, sesuai harapan pimpinan Mahkamah Agung dan seluruh warga peradilan se Indonesia.

**

Sejak saya menerima SK Ketua Mahkamah Agung yang menunjuk saya sebagai Ketua Panitia Penyelenggara, saya berpikir terus, mempelajari berbagai alternatif penyelenggaraan dan melihat peta keadaan. Dan akhirnya saya mantap, Rakernas harus diselenggarakan dengan sistem “paperless”, tanpa kertas.

Dalam Rakernas yang “paperless”, peran Teknologi Infornasi sangatlah menentukan. Semua informasi tidak lagi disampaikan melalui surat dengan menggunakan kertas. Demikian pula, makalah-makalah dan hasil Rakernas tidak lagi diberikan dalam bentuk print out. Jadi, semuanya harus serba “soft copy” dan serba “Teknologi Informasi”.  Print out hanya diperlukan untuk pendokumentasian, yang jumlahnya tidak banyak.

Dalam Rakernas yang “paperless”,  semua peserta harus “dipaksa” untuk mampu mengakses semua informasi dan bahan Rakernas melalui perangkat TI, seperti website dan email. Oleh karena itu, semua peserta wajib membawa laptop atau sejenisnya dan harus mampu menggunakannya.

Ada beberapa keuntungan dari penyelenggaraan Rakernas yang “paperless” ini.  Dengan memanfaatkan TI, Rakernas akan terselenggara lebih murah dan mudah. Panitia tidak harus lagi menggandakan bahan-bahan Rakernas yang sangat banyak, menyita waktu, tenaga dan biaya.

Pesertapun akan lebih diuntungkan. Mereka akan dapat memperoleh bahan Rakernas, jauh sebelum penyelenggaraan Rakernas, melalui internet yang dapat diakses dari tempat kerja masing-masing. Pesertapun tidak lagi direpotkan dengan harus membawa bahan Rakernas yang sangat banyak, yang sering kali “overload”, sehingga harus membayar kelebihan berat bagasi di pesawat.

Sering kali terjadi, dari ceritera pengalaman para peserta Rakernas selama ini, bahwa agar tidak repot dan tidak menimbulkan kelebihan berat bagasi, maka tidak semua bahan Rakernas yang diterima saat Rakernas dibawa pulang.

Makalah atau bahan Rakernas itu dipilih mana yang dianggap penting dan relevan bagi tugas yang bersangkutan. Sisanya ditinggalkan di hotel, alias dibuang. Maka terjadilah inefisiensi, pemborosan atau kesia-siaan.

Keuntungan lain dari Rakernas “paperless”, dan mungkin ini tidak diperoleh dari Rakernas-rakernas sebelumnya, adalah bahwa semua bahan, makalah dan pembahasan dalam Rakernas dapat diikuti oleh semua aparat peradilan dan masyarakat luas, sebab semuanya itu ditampilkan secara update pada internet.

Lebih jauh dari itu, merekapun dapat memberi komentar atau masukan melalui kolom “comment” yang disediakan pada setiap akhir tulisan pemberitaan.

Masya Allah, sungguh bermanfaat sekali peran TI untuk kepentingan penyelenggaraan Rakernas ini.

Namun demikian, kalau Rakernas “paperless” ini tidak diikuti oleh kerja keras dan kordinasi yang baik di antara panitia, pimpinan dan unit-unit kerja terkait, maka keuntungan-keuntungan itu tidak akan tercapai secara optimal, bahkan malah bisa sebaliknya, kekacauan yang didapat. Na’udzubillah.

Saya juga sempat memikirkan.  Rakernas “paperless” sangat riskan. Timbul dalam pikiran saya, bagaimana kalau informasi Rakernas ini tidak sampai kepada satker-satker di daerah, lalu banyak di antara pimpinan satker itu yang tidak hadir pada Rakernas, karena tidak tahu?

Bagaimana kalau bahan-bahan Rakernas ini tidak diakses oleh para peserta, lalu pembahasan-pembahasan pada Rakernas menjadi kacau? Bagaimana kalau peserta Rakernas tidak mampu menggunakan laptop atau sejenisnya, sehingga mereka tidak bisa aktif dalam Rakernas, atau bahkan mereka memprotes sistem “paperless” Rakernas, dengan dalih belum waktunya? Dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang memungkinkan Rakernas “paperless” ini tidak sukses.

Tapi, saya tetap bertekad dan mantap, “the show must go on”.  Sekarang sudah waktunya kita memperlihatkan kepada publik, bahwa Mahkamah Agung dan seluruh jajaran pengadilannya sudah “IT Oriented”, tidak “gaptek” dan sudah mampu melaksanakan “Quick Wins” sebagai salah satu langkah dalam mencapai keberhasilan Reformasi Birokrasi.

***

Oleh karena itu, berbagai persiapan dilakukan. Pertama, saya konsultasikan kepada Penanggung Jawab Rakernas, Tuada Pembinaan, Pak Widayatno  Sastro Hardjono, SH, MSc.   Pak Wid menyetujui dan sangat mendukungnya.

Bahkan beliaupun punya pikiran sama seperti saya. Pak Wid minta saya untuk mempresentasikan rencana pemanfaatan TI dalam Rakernas, pada Rapat Pleno MA-RI yang dihadiri unsur Pimpinan, seluruh Hakim Agung, para pejabat eselon I, II dan pejabat di lingkungan kepaniteraan.

Sayapun mempresentasikan rencana penyelenggaraan Rakernas yang berorientasikan pada pemanfaatan Teknologi Informasi, di depan Sidang Pleno Mahkamah Agung. Alhamdulillah, setelah ada sedikit dialog dan komentar,  Pimpinan Mahkamah Agungpun menyetujuinya.

Saya juga banyak kordinasi dengan Panitia Pengarah yang dipimpin Hakim Agung Dr. Supandi. Beliau sangat sehati dengan saya dalam hal ini. Lalu saya kordinasikan pula dengan para Dirjen dan seluruh satker di MA.  Pokoknya semua mendukung. Alhamdulillah, pikir saya.

Untuk pelaksanaan secara tehnis, saya bicarakan dengan Pak Nurhadi, Kepala Biro Hukum dan Humas, yang bertanggungjawab masalah TI di MA. Juga dengan staf-staf TInya, seperti Mas Joko Upoyo dllnya. Tim TI MA sangat mendukung gagasan ini dan membantu penuh dalam pelaksanaannya.

Pak Asep Nursobah, Helmi dan kawan-kawan membuat Portal Khusus Rakernas. Lalu di Panitia, di samping dibentuk bidang-bidang rutin sebagaimana biasanya, juga dibentuk bidang TI yang mengelola Portal dan perangkat TI lainnya, termasuk Tim Khusus yang meliput seluruh kegiatan Rakernas dan mempublikasikannya kepada publik melalui portal.

Tim TI MA, yang dikomandani Pak Nurhadi, dengan sigap dan penuh semangat menyediakan berbagai fasilitas yang menunjang pelaksanaan Rakernas “paperless” yang berbasis TI ini.

Sejumlah perangkat komputer yang konek dengan jaringan internet ber”bandwich” superjumbo, disiapkan di dekat ruang sidang utama.

Sambungan jaringan tanpa kabelpun disediakan pula sangat memadai. Layar lebar besar dua buah di depan ruang sidang utama dipasang untuk dinikmati oleh para peserta. Demikian pula di tempat-tempat strategis lainnya, layar monitor itu dipasang pula.

Untuk pimpinanpun disiapkan monitor khusus  yang dapat dilihat jelas dari kursi-kursi di atas panggung.

Sementara itu, pameran perjalanan sejarah  Mahkamah Agungpun digelar di tempat khusus, berdekatan dengan arena makan dan ruang sidang utama, juga  berbasis TI.

Pendek kata, semua mendukung, semua sigap, semua terlibat dalam helat akbar pelaku kekuasaan kehakiman paling tinggi di negeri ini. Subhanalloh, betapa indah dan nikmatnya kebersamaan itu.

Dan hasilnya? Alhamdulillah, kata orang, sukses. Pak Ketua Mahkamah Agung, di awal sambutan penutupan Rakernas, bukan basa-basi, menyatakan apresiasinya secara khusus atas keberhasilan Rakernas yang “paperless” berbasis Teknologi Informasi ini.

****

Ada banyak pelajaran yang diperoleh dari penyelenggaraan sistem Rakernas “paperless” yang semula dikhawatirkan kesuksesannya itu. Sebetulnya, sistem itu sangat sederhana. Semua bahan dimuat di internet sejak sebelum pelaksanaan. Para peserta memdownloadnya dan mempelajarinya, bahkan mendiskusikannya dengan para stafnya, di tempat tugas masing-masing, lalu membahasnya di tempat Rakernas. Itu saja.

Karena sistem “paperless” adalah sesuatu yang baru, maka yang paling menentukan keberhasilannya adalah komitmen dan sikap dari semua pihak. Komitmen dan sikap dari pimpinan, panitia dan seluruh peserta.

Hambatan utama juga adalah  sikap. Sikap merasa takut karena tidak bisa menggunakan laptop. Sikap yang apriori terhadap TI dan merasa sulit mempraktekannya karena sudah terlanjur “gaptek”.

Sikap yang merasa bahwa menggunakan laptop itu bukan pekerjaan Bos, tapi pekerjaan para operator atau staf. Sikap yang merasa bahwa Bos itu harus selalu dilayani, tidak boleh melayani sendiri, termasuk dalam mencari informasi melalui TI. Semua itu merupakan kendala suksesnya rakernas ini.

Oleh karena itu, saya tidak merasa kaget, hanya senyum saja, ketika panitia bagian akomodasi melaporkan banyak peserta Rakernas yang pesan kamar tambahan dan akan bayar sendiri, untuk ditempati operator komputernya. Saya katakan “tidak”. Peserta tidak dibenarkan membawa asisten, staf atau operator komputernya.

Ada juga yang menilpon saya, malah dari salah satu KPTA, yang mohon izin bahwa salah satu KPAnya tidak bisa mengikuti Rakernas, karena tidak bisa menggunakan komputer. WKPAnya yang ahli komputer akan menggantikannya. “Masya Alloh”, saya sedikit geleng kepala.

“Kenapa, hanya untuk membuka laptop saja, untuk mengakses internet, tidak mau belajar, padahal masih ada waktu setengah bulan?”, pertanyaan saya dalam hati. Sudah barang tentu saya dengan tegas tidak mengizinkannya dan minta kepada KPTA untuk menyampaikan kepada sang KPA agar belajar dan tetap mengikuti Rakernas. Namun, sampai saat inipun saya tidak sempat ngechek atau diinfo lagi, apakah yang bersangkutan ikut Rakernas atau tidak.

Banyak lagi cerita-cerita kecil yang menggelitik, tentang “heboh”nya para peserta Rakernas yang “dipaksa” harus bisa memanfaatkan TI dan membawa laptop ke arena Rakernas.

Pak Wid, Tuadabin, yang kemana-mana selalu membawa i-padnya itu, terlihat senang dan sekali sekali tersenyum melihat para peserta dalam kesempatan ramah tamah di awal Rakernas, demikian heboh dan ceria penuh canda, saling menceriterakan pengalamannya masing-masing dalam mempelajari laptop atau i-padnya yang baru dibelinya itu.

Saya senang sekali, berarti “efek samping” dari penyelenggaraan Rakernas yaitu pembudayaan pemanfaatan TI, pada tahap awal cukup berhasil. Dan ini salah satu yang menjadi tujuan saya sejak awal.

Aria Sujudi, tokoh muda, anggota Tim Asistensi Pembaruan MA, ketika menjadi narasumber pada acara Sosialisasi Masterplan Sistem Informasi MA-RI di Cisarua, 15 Desember 2011, menyatakan pengaruh penyelenggaraan Rakernas 2011 sangat luar biasa dalam pembudayaan pemanfaatan TI di lingkungan peradilan se Indonesia.

Iya, betul juga. Kita harus senang dengan keadaan seperti ini. Namun, itu baru tahap awal. Belum cukup. Pembudayaan adalah suatu proses panjang yang harus selalu dipelihara kelangsungannya.

Oleh karena itu, muncul suatu pertanyaan, apakah kita sebagai para pimpinan di lingkungan Mahkamah Agung dan pengadilan dari keempat lingkungan se Indonesia bisakah untuk menjaga proses pembudayaan itu, sehingga kita semua mampu memanfaatkan TI untuk kepentingan tugas pokok kita?

Saya yakin, kita bisa. “Wong Presiden saja sebagai pejabat tertinggi di negeri ini mau dan bisa memanfaatkan TI, apalagi kita yang jabatannya jauh di bawah Presiden. Kita harus mau dan bisa”, kata seorang peserta Sosialisasi, setelah Pak Aria Sujudi menampilkan gambar pidato Presiden dengan laptop di depannya. Ya, kita juga pasti bisa. (WW).

 

TanggalViewsComments
Total100359
Kam. 1710
Sen. 1420
Ming. 1330
Jum. 1120
Kam. 1030
Sen. 0720
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Muh. Irfan Husaeni-PA Painan 2012-01-12 15:33
Semoga Rakernas yang akan datang juga berbasis TI biar lebih efektif dan efisien...dan setelah narasumber mempresentasikan makalahnya tidak terlihat lagi "asrot" dikerumuni peserta seperti sebelum-sebelumnya, Rakernas 2011 telah membuktikannya, Selamat buat Mahkamah Agung semoga Allah membalas prestasi semua panitia yang turut mensukseskannya, amin.
Reply
 
 
# Masrinedi-PA. Painan 2012-01-12 17:06
Semoga Rakernas berikutnya juga berbasis TI dengan segala perkembangan kemajuan TI membuat semua urusan lebih mudah, efisien dan efektif.
Selamat buat bapak Dirjen atas keberhasilannya di dalam OC Panpel Rakernas MA.RI 2011, keberhasilan Badilag juga tentunya.
Reply
 
 
# m.Tobri-PA Kuningan 2012-01-12 18:05
satu terobosan yang sangat luar biasa, hasilnyapun alhamdulilah, kita didaerahb bisa langsung tahu situasi dan kondisi rakrenas, semua menakjubkan, berkat pimpinannya mau kerja sama, tidak bekerja sendiri-sendiri, dan mau menerima masukan meskipun datangnya dari bawahannya. selamat buat Pak Dirjen yang selalu ingin berbuat sesuatu yang luar biasa. alhamdulilah semoga bisa dipertahankan, dan ditularkan kepada generasi penerusnya..
Reply
 
 
# Mazharuddin_Balige 2012-01-12 19:38
Betul sekali... pengalaman sy ketika Rakernas 2008 dgn Pak Bagir Manan di Hotel yg sama, banyak sekali Buku2/makalah2 yg tdk sy bawa dan sy tinggalkan di kamar Hotel,meskipun dmkn barang sy tetap overload...
Rakernas 2011 yg berbasis IT sangat membantu dan meringankan beban kita semua, krn kt sdh bisa memilih makalah mana yg hrs kita bawa ke Rakernas... Bravo buat Pak Dirjen Badilag yg tlh menorehkan tonggak sejarah baru dr era manual kpd era Teknologi modern....
Reply
 
 
# ayep sm PA Tasikmalaya 2012-01-12 20:35
Waduh.... Rakernas 2011 paling sukses dan paling efisien dan paling akbar, itu pula peserta bisa melihat sejak dari kantor hotelnya dimana, beserta siapa, materinya pun tidak berat di bawa, dampak ini pula yang memacu seluruh pimpinan peradilan untuk bisa TI, bahkan ada orang di luar PA berseloroh gara-gara PA, kita jadi harus bisa TI,tapi manfaat sekali, namun saya sangat sayang mendengar pak dirjen mau pensiun, mudah-mudahan meskipun pensiun bisa dikaryakan seperti pa Kadi, di tenis di baca kitab, semoga pak dirjen mau supaya PA tambah maju, dan mudah-mudahan pimpinan MA pun setuju gitu lho. Amiin
Reply
 
 
# Syaifuddin PA Stabat 2012-01-13 04:37
Rakernas dengan paperless yang Bapak gagas membawa dampak besar dalam penggunaan TI, sehingga saya berpikir bahwa ide ini dapat menjadi lompatan untuk pembiasan swalayan bidang TI bagi para pimpinan di lembaga peradilan yang pada gilirannya nanti pimpinan akan malu kalau mempergunakan staf dalam masalah TI. Terima kasih Pak Dirjen atas ide-ide cemerlang Bapak dalam menggagas berbabagai perubahan di lingkungan Peradilan, khususnya bidang TI
Reply
 
 
# yanto PTA Jogya 2012-01-13 05:22
Melakukan suatu perubahan benar-benar memerlukan perencanaan yang matang dan koordinasi serta konsultasi yang terus menerus. Prinsipnya siap menerima segala resiko. Alhamdulillah berkat kerja keras panitia penyelenggara/ OC Rakernas MA yang dikomandaani Bpk. Dirjen dapat berhasil dan sukses.Akhirnya marilah kita kembali ke lapp toppp atau i=pad
Reply
 
 
# tibyani Kotamobagu 2012-01-13 06:19
Rakernas 2011 yang berbasis "TI Oriented" menjadi simbol keberhasilan dan kemajuan serta modernisasi Mahkamah Agung, semoga tetap dibudayakan pada rakernas berikutnya, sukses untuk bpk Dirjen Badilag sbg OC Rakernas MARI 2011..
Reply
 
 
# Rusdi PTA Smd 2012-01-13 07:44
Memang luar biasa manfaatnya bagi kami yang tidak ikut RAKERNAS dan jauh di Pulau KALIMANTAN dapat mengikutinya sebelum Rakernas dimulai, karena Materi yang akan dibahas telah ditampilkan dalam Portal Rakernas. Semoga Rakernas berikutnya juga dilaksanakan dengan menggunakan TI ini,dan mungkin bisa ditingkatkan lagi.
Reply
 
 
# Rahmat Arijaya 2012-01-14 10:43
Rakernas 2011 tampaknya merupakan pelopor untuk rakernas pada tahun-tahun berikutnya. Penggunaan IT sesungguhnya dapat mempermudah PTA untuk melakukan pembinaan dan pengawasan ke daerah-daerah.
Reply
 
 
# Tatang Std PA Smrda 2012-01-13 08:02
Telah terbukti dan teruji kerja keras dan inovasi Bapak Dirjen dapat menghasilkan karya monumental yang dihargai oleh pimpinan MARI dan dapat dirasakan kebaikannya oleh semua pihak baik internal MARI maupun pihak eksternal. Selamat dan Sukses selalu buat Bapak Dirjen
Reply
 
 
# Hermanto 2012-01-13 08:19
luar biasa efek yang ditimbulkan dari perhelatan Rakernas tahun lalu khususnya "paperless", mampu menggugah seluruh peserta suka tidak suka, mau tidak mau, untuk beralih memanfaatkan teknologi informasi yang ada, ini merupakan tonggak untuk selanjutnya yang lebih dahsyat lagi peran TI bisa dimainkan di dalam kegiatan rakernas mendatang, dan kita tentunya bangga bahwa motor penggerak dan kesuksesan Rakernas paperless lalu adalah Pak Dirjen...
Reply
 
 
# endang m, pta mataram 2012-01-13 08:32
Apabila sudah dimulai, maka pada Rakernas-rakernas berikutnya akan terus dg sistem paperless dan berbasis TI. Selamat atas keberhasilan Pak Dirjen selaku Ketua Panitia Penyelenggara dlm pelaksanaan Rakernas Akbar Tahun 2011 yg lalu. Insya Allah ke depan, meskipun Pak Dirjen telah pensiun, rakernas-rakernas MARI akan lebih sukses lagi, karena ilmu yg diturunkan pak Dirjen kepada para penerusnya.....
Reply
 
 
# Nurmadi Rasyid pa bkl 2012-01-13 08:38
Memang harus begitu saat sekarang ini semua harus berbasis dan bisa diakses melaui TI, dan itu bapk sukses, semoga untuk masa yang akan datang lebih sukses dan berhasil lagi.
Reply
 
 
# Muhammad Amin/WKPA Kabanjahe 2012-01-13 08:39
Kemajuan dan perkembangan bidang TI menuntut perubahan mindset dalam pekerjaan. "Memudahkan, Efisiensi dan Efektifitas" adalah kata kunci dalam yang diinginkan dari perkembangan TI itu. Untuk itu menyikapi dengan 'paperless' dalam Rakernas adalah suatu kebijakan yang cemerlang. Acara-acara sejenis ke depan kiranya perlu mengadopsi gagasan pak Wahyu.
Reply
 
 
# Misbah-PA.Purwakarta 2012-01-13 09:00
Terlepas dari masih adanya peserta Rakernas yang baru mulai memanpaatkan TI, tapi Rakernas 2011 yang diketuai oleh Pak Dirjen Badilag sebagai penegasan pemanpaatan TI di Lingkungan Mahkamah Agung telah berjalan dengan baik.Terimakasih kepada Pak Dirjen atas Inovasinya,..semoga bisa menumbuhkan kesadaran para Pimpinan Peradilan di daerah dalam memanpaatkan TI untuk meningkatkan kinerja satkernya masing masing.
Reply
 
 
# Jasman, PA. Kabanjahe 2012-01-13 09:01
Penyelenggaraan Rakernas tahun 2011 berbasis TI, banyak memberikan dorongan kepada kepada Aparatur suluruh Lembaga Peradilan yang ada di Negara Republik Indonesia yang kita cintai ini untuk lebih meningkatkan Ilmu pengetahuan di Bidang TI, ternyata saat ini perkembangannya sangat signifikan, hampir tidak ada lagi para Pejabat maupun Staf yang tidak mampu mengoperasikan TI, semoga di Tahun 2012 ini istilah "Gatek" pupus dari lembaga Peradilan. Amin Yarabbal Alamin.
Reply
 
 
# iva PTA YK 2012-01-13 09:02
Wah salut pak dirjen,itu suatu gagasan baru dan modern.Mudah2an ide ini bisa di kembangkan terus dan di terapkan di semua lingkungan peradilan.
Reply
 
 
# Siti Salbiah PA Subang 2012-01-13 09:41
Ya, kita pasti bisa pak dirjen!! sungguh saya melihat perubahan yang luar biasa pada diri bapak Drs.H. Asep Imaduddin /KPA Purwokerto (waktu itu saya masih bertugas di PA PWT).sepulangnya dari RAKERNAS beliau begitu bersemangat memerintahkan kami para hakim untuk bersegera mempelajari TI, walhasil setiap malam Jum'at bapak Drs Jojo Suharjo/WKPA PWT mengkoordinir kami para Hakim untuk ngaji IT dengan bpk Drs. Anwar Fauzi AK (yang sudah lebih dahulu mahir TI) sebagai tutornya..., setelah pindah ke PA Subang..semangat yang sama.. juga saya lihat pada diri bpk Drs. H. Rusydi SA,SH dan bpk Drs H Samsul Bahri ,M Hum sebagai KPA/WKPA saya yakin ini karena motivasi dan Gebrakan pak Dirjen Badilag dengan menyelenggarakan RAKERNAS yang IT Oriented... imbasnya kepada diri saya.."seakan separuh jiwaku pergi" kalau ketinggalan laptop..., TI sudah menjadi kebutuhan bagi saya..dengan tulus saya berdo'a semoga gebrakan pak Dirjen menyelenggaraka Rakernas yang IT oriented /Paperless..dicatat sebagai amal soleh..dan diikuti oleh penyelelenggara Raker atau Pelatihan2x selanjutnya..karena selain dapat menghindari inefisiensi, pemborosan atau kesia-siaan sekaligus turut memelihara lingkungan hidup. Amin YRA :-)
Reply
 
 
# TB. Agus Setiawarga-PA. Painan 2012-01-13 09:45
Maju terus dan sukses selalu...
Reply
 
 
# Rahmi Hidayati PA Manna 2012-01-13 09:49
Salut dengan semangat dan komitmen pak Dirjen memanfaatkan TI dalam rakernas akbar kemarin. Demi efektifitas dan efisiensi pula maka alangkah baiknya pelaksanaan pendidikan/ pelatihan dan seminar apa pun dalam lingkup apapun bahkan diskusi ilmiah dalam tahap internal PA sekalipun harus bersifat paperless. Murah meriah eui....
Reply
 
 
# husni syam pta babel 2012-01-13 10:15
Rakernas berbasis TI yg digagas oleh Pak Dirjen sangat luar biasa manfaatnya terutama bagi kami didaerah dapat langsung mengakses kegiatan2 didalam Raker tsb dan juga dapat menghemat biaya, untuk masa selanjutnya patut dipertahankan dg paperless ini. Sukses selalu buat p.WW.
Reply
 
 
# H. Abd. Rasyid A, MH. PA-Mojokerto 2012-01-13 10:34
Penyelenggaraan Rakernas sistem “paperless” dengan memanfaatkan IT telah "memaksa" para peserta Rakernas untuk membawa laptop sekaligus harus bisa menggunakannya. Ini sangat positif, di samping penyelenggaraan Rakernas efisien dan efektif jg menuntut para peserta untuk bisa menggunakan perangkat IT. Kita tidak boleh menutup mata banyak hakim bahkan pimpinan pengadilan yg belum bisa komputer dan membuka internet apalagi memanfaatkannya. Karena itu, Rakernas berbasis IT ini telah memberikan efek ganda, yaitu penyelenggaraan Rakernas sukses dan para peserta dituntut untuk mampu memanfaatkan IT agar tidak ketinggalan zaman sekaligus akan memacu aparat peradilan lainmya untuk bisa menafaatkan IT dalam melaksabnakan tupoksinya. Sukses buat Dirjen Badilag, Bp. Drs. H. Wahyu Widiana, MA sebagai penyelenggara Rakernas 2011. Semoga Rekarenas yg akan datang lebih maju lagi...
Reply
 
 
# Saefuddin T - Arga Makmur 2012-01-13 10:54
Tepat sekali Pak Dirjen, penyelenggaraan Rakernas 2011 yang "paperless" itu dengan memanfaatkan TI. Bahkan saya yang tidak ikut rakernas merasa ikut "hadir" bersama-sama para peserta di Jakarta. Bahan-bahan yang akan di "rakernas" pun sudah saya baca sebelumnya. Semua kegiatan rekernas juga dapat saya ikuti dari pembukaan sampai penutupan, bahkan hasilnya pun sudah diketahui sebelum para peserta pulang.Ini salah satu bukti transparansi di MA. Sukses buat Pak Dirjen dan seluruh Panitia!
Reply
 
 
# ka-pa pati 2012-01-13 11:03
selamat bpk dirjen, semoga bermanfaat dan menjadi amal baik bapak, amiin
Reply
 
 
# mame sadafal-PA Sidoarjo 2012-01-13 11:19
Rakernas Akbar 2011 menjadi tonggak baru bagi Mahkamah Agung dan seluruh jajarannya dari empat lingkungan peradilan untuk meninggalkan budaya “gaptek” menuju “IT Oriented”. Kita berharap dan bertekad semoga rakernas di masa yang akan datang, seluruh peserta rakernas akan lebih enjoy dengan Teknologi Informasi dan kita semua warga Pengadilan Agama khususnya, patut mengucapkan terima kasih yang tak terhingga pada Ketua Panitia Penyelanggara Rakernas 2011, SELAMAT Pak Dirjen Badilag!!!
Reply
 
 
# # Zaenal Badilag 2012-01-13 11:37
Sungguh Ide yg sngt luar biasa,,ibarat pepatah "skali dayung 4 dan 5 pulau terlewati". Dengan ide yg luar biasa tersebut dpt melahirkan tradisi (pembudayaan)TI keseluruh warga peradilan seindonesia. perubahan akan terjadi klo kita ada kemauan,sukses terus untuk badilag dan tak lupa untuk pak dirjen yg tlh melahirkan inovasi2 baru dlm dunia peradilan, khususnya peradilan agama,,smoga kita smua dpt mencontoh serta mengamalkan apa2 yg beliau contohkan kpd kita smua,,amienzsx
Reply
 
 
# maharnis PTA Jayapura 2012-01-13 12:01
sistem paperles berbasis TI ini hendaklah menjadi acuan pula untuk diterapkan oleh PTA-PTA dalam melaksanakan rakerda-rakerdanya, SEHINGGA ap0a yang telah diprogramkan pak dirjen itu dapat merata di semua peradilan agama amin.
Reply
 
 
# itna- PA.Gng Sugih 2012-01-13 13:46
sangat tepat skali pak Dirjen mempelopori rakernas berbasis IT kmarin, krn banyak skali keuntungan yg diperoleh bagi smua kalangan terutama pimpinan peradilan yg mengikuti rakernas tsb, mau tdk mau hrs mau menggunakan n belajar ttg IT..paling tdk mengakses internet...krn memang slama ini kalangan pimpinan peradilan hanya mengandalkan staf/operatornya saja utk mendapatkan informasi....trimakasih n sukses buat pak Dirjen...
Reply
 
 
# M.Yusuf Waka PA Kendari 2012-01-13 13:48
Diakuai atau tidak bahwa berhijrah dari hard Cpy ke Soft Copy sesungguhnya suatu hal yg tidak gampang,tapi alhamdulillah pak WW berhasil melakukan itu,orang bisa kita juga bisa.This right and good pak WW
Reply
 
 
# sahbudin kesi PA Soe 2012-01-13 14:03
Tidak dapat di pungkiri kalau rakernas Akbar 2011 yangb lalu sangat memuaskan,karena lebih efektif, efisien, serba TI and biaya ringan, sesuai dengan asas : sederhana, (baca: canggih), cepat dan biaya ringan. kalau di perbolehkan oleh petinggi MA RI, saya usulkan agar Bapak Wahyu Widiana di perpanjang masa jabatannya untuk menjadi Dirjen Badilag untuk satu atau dua tahun ke depan agar beliau tetap membina PA di seluruh Indonesia. Do'aku buat Bapak Wahyu Widiana agar tetap sehat dan panjang umur, amin ya robbal 'alamin....
Reply
 
 
# Suhadak Mataram 2012-01-13 14:08
Ketika saya ikut Rakernas 2008 sempat sy melontarkan kepada beberapa KPA yg sy kenal, cara ini tidak efektif karena harus tenteng makalah dan beberapa buku yg lumayan banyak. Seandainya terwujud cukup dg pemanfaatan TI. Eeeh bener 2011 dg TI sayang sy hanya sempat monitor melalui Kantor. sy jg kaget tapi cukup bangga dan optimis sukses karena Dirjen Badilag yg jadi ketua Panitia. Hasilnya saaangat membanggakan. Alhamdulilah.
Reply
 
 
# Chrisnayeti, Badilag 2012-01-13 14:12
Wah hebat berarti para peserta dipaksa bukan hanya sekedar melek IT tapi sampe melotot ya Pak.... malah mungkin ada yang sampe tangannya kram ya Pak. Tapi yang pasti dampaknya hari esok dan esoknya lagi semua udah pada pinter serta gak lagi pada takut atau alergi sama IT.....
Reply
 
 
# Orba Susilawati PAJT 2012-01-13 14:16
the show must go on, kalimatnya sedikit angkuh namun sangat membawa arti karena kalimat tersebut membuka wawasan warga peradilan termasuk warga Peradilan Agama untuk lebih menguasai IT, bahkan sedikit memaksa, tapi hari ini semuanya sangat berarti karena keterpaksaan itu membuahkan hasil lebih mengerti lagi dengan kegunaan IT itu sendiri....makasih pak Dirjen.... :-)
Reply
 
 
# Rosmadi 2012-01-13 14:23
Bisa karena biasa, biasa karena dipaksa
Reply
 
 
# Masrinedi-PA. Painan 2012-01-13 14:55
Bisa karena biasa, biasa karena dipaksa, dipaksa karena mau berubah, mau berubah untuk menjadi lebih baik (ahsanu amala) adalah cita-cita kita bersama. Moga cita-cita bersama untuk menjadi lebih baik TERUS BERGELORA di hati dan jiwa semua Warga Badilag. AMin !
Reply
 
 
# vera_elna@yahoo.co.id 2012-01-13 15:35
# Noor Aini :
semoga setelah Pak Wahyu purnabakti akan lahir wahyu-wahyu muda yang bisa meneruskan cita-cita pak Wahyu untuk menjadikan Peradilan Agama yang jaya dan tidak ketinggakan TI
Reply
 
 
# azhari bag. renku badilag 2012-01-15 13:18
LOKOMOTIF PERUBAHAN
Cepat tidaknya terjadi perubahan budaya dan perilaku dalam orgaisasi sangat dipengaruhi oleh ada tidaknya lokomotif perubahan.
Alhamdulillah rakernas akbar MA RI tahun 2011 merupakan momentum perubahan dalam pemanfaatan IT di seluruh jajaran MA RI dalam memperlancar pelaksanaan tugas pokoknya. Selamat sukses sebagai lokomotif perubahan
Reply
 
 
# Ali Mhtrm@PA Tj. Redeb 2012-01-15 14:40
Seiring dengan terus berkembangnya teknologi informasi, maka tidak hanya yang belum bisa mengoperasikan komputer atau laptop, tetapi yang sudah bisa pun dituntut untuk terus meng Update kemampuannya.
Kalau Rakernas saat ini masih menggunakan teknologi laptop, notebook atau netbook, tapi kedepan bisa menggunakan iPad atau tablet, atau mungkin menggunakan telekonference..
Yang jelas, usaha dan belajar harus terus berkembang, karena IT pun juga berkembang.
Sukses buat Pk Dirjen atas inovasinya...
Reply
 
 
# fitri s 2012-01-15 15:25
Kata Serina "Kita bisa Ayo semua bisa
Kita bisa raih cita-cita " dan rakernas Paperless "Go Green" semoga bumi menjadi lebih hijau dan badilag semakin Hijau (warna hijau berarti Harapan) bagi semua pencari keadilan :lol:
Reply
 
 
# Nursal-PA Muara Bungo 2012-01-16 08:03
memang istilah paperless, bagi saya juga istilah baru dalam sebuah ajang pertemuan pimpinan peradilan. ini menurut saya sebuah perubahan yang luar biasa, dan lebih efektif, kami di daerah juga dapatkan bahan2 rakernas, Thank you Pak Dirjen..
Reply
 
 
# Alimuddin M. Mataram 2012-01-16 14:11
Penggalan cerita Pak Dirjen saya alami ketika ikut Rakernas Akbar 2008, banyak bahan rakernas yang saya tinggalkan di hotel (dibuang). Tapi dengan langkah brilian dari Pak Dirjen sebagai Ketua Panitia Rakernas Akbar 2011 kejadian seperti itu tidak terjadi lagi. Malahan yang tidak ikut rakernas pun lebih awal bisa mendapat bahan-bahan rakernas. Sukses dan terima kasih tuk Pak Wahyu, semoga semuanya menjadi amal jariah buat bapak, amin!
Reply
 
 
# Wawan Setiawan, SH. PA. Indramayu 2012-01-16 14:39
Kami juga merasa bangga ketika membuka internet dan membaca berita Rakernas MA di salah satu koran nasional dengan kata-kata pujian yang tulus dari Bapak Ketua MA kepada Bapak Dirjen Badilag selaku ketua penyelenggara Rakernas MA tahun 2011 yang telah dapat menyelenggarakan Rakernas MA yang berbasis IT dengan sukses. Bahkan Bapak Ketua MA dengan penuh haru memaparkan perjalanan kariernya dari bawah sampai menjadi Ketua MA dan berpesan agar para hakim tetap komitmen menjaga kemandiriannya. Kamipun di daerah berusaha merespon amanat positif dari Bapak Dirjen agar para hakim meluangkan waktunya minimal 5 menit setiap hari untuk membuka info tentang badilag dan mengomentari pojok dirjen. Sekali lagi Salut untuk Bapak Dirjen yang telah sukses menyelenggarakan Rakernas MA 2011 dengan sukses.
Reply
 
 
# H.AHRUM HOERUDIN PA INDRAMAYU 2012-01-16 15:00
YA, BELAJARLAH, KUASAILAH, PAHAMILAH, DAN KERJAKAN IT. TIADA HARI TANPA IT, TERUTAMA DALAM MEMBANTU PENCEPATAN TUGAS-TUGAS KITA. INTINYA UNTUK PELAYANAN MASYARAKAT PENCARI KEADILAN, SENANG RASANYA, BILA KITA DAPAT MELAKSANAKAN TUGAS DENGAN BAIK. UTUK MENUJU ITU, YA SAAT INI PENGUASAAN IT HARGA JADI DAN KEMESTIAN. BAHKAN KEWAJIBAN KITA UNTUK MENYEBARKANNYA KEPADA SIAPAPUN, LINGKUNGAN KERJA KITA, TERMASUK ANAK GENERASI KE DEPAN, ANAK-ANAK KITA. YA ...KETINGGALAN .... JIKA TAK MENGUASAI IT.....IT.
Reply
 
 
# Drs. Lisman,SH,MH PA. Tebing Tinggi Medan 2012-01-16 15:05
bagus ide bapak bawa leptop rame2 karena banyak Ketua yg belum pane menggunakan leptop, maka dg diwajibkan membawa leptop terpaksa lah Ketua/pansek belajar membuka dan menggunakannya, akhirnya Pande dengan terpaksa, bagus juga yaaaaaaaa paaaaakkk.....
Reply
 
 
# Boedy 2012-01-17 11:23
Salut, gak sangka ya, Badilag mampu menjadi leader & motor penggerak perubahan dibidang IT, dimana IT dalam dunia modern takkan pernah terpisahkan. Walaupun sekilas tampaknya "Dunia IT" dan lingkup tugas badilag "tak ada hubungannya",... namun kenyataannya sungguh luar biasa, ini menunjukan bahwa Peradilan Agama adalah Peradilan yang modern. Sukses untuk Badilag
Reply
 
 
# AFIF 2012-01-17 12:47
Sesuatu yang baik wajib hukumnya untuk dicoba...

Peradilan Agama harus terus maju...
Reply
 
 
# Muslim Latief - PTA Pekanbaru 2012-01-17 13:48
IT adalah alat dan setiap alat hukum asalnya adalah netral. Pesan orang bijak gunakanlah ia untuk hal yang positif. Jika ada yang menyalahgunakan kemampuan IT nya sebagai efek samping dari Rakernas paperless, Insya Allah Pak Dirjen lepas tanggung jawab dunia akhirat. Bravo Pak Dirjen..... :lol:
Reply
 
 
# Ali Fikri-PA.Taikmalaya 2012-01-17 14:06
Pelaksanaan Rakernas Akbar tahun 2011, merupakan pencerahan sekaligus merupakan bekal bagi penerus Aparat Peradilan Agama agar lebih giat serta mnguasai Teknologi sesuai perkembangan masa kini. dulu ketika saya bekerja di PTA yang bertugas untuk mengevaluasi Pelaporan-pelaporan keadaan Perkara maupun keuangan, saat itu saya membayangkan bahwa nanti akan ada sistem Pelaporan dengan TI untuk mempercepat Pelaporan dan Alhamdulillah Pak Dirjen Mewujudkannya...Maju terus..
Reply
 
 
# h.masruri, plk 2012-01-17 19:22
Melakukan suatu perubahan benar-benar memerlukan perencanaan yang matang dan koordinasi serta konsultasi yang terus-menerus. Prinsipnya siap menerima segala resiko, demikian juga Pembudayaan adalah suatu proses panjang yang harus selalu dipelihara kelangsungannya. Ini semua telah dilakukan dan dikerjakan Bapak Dirjen sebagai tauladan dan bimbingan terhadap kita sekalian, tinggal tugas kita mengikuti dan meneladaninya.
Reply
 
 
# Ali Mhtrm@PA-Tj. Redeb 2012-01-18 07:17
Mantaaaap... :roll:
Reply
 
 
# niray.pa.cbn 2012-01-18 08:19
Bukan sekedar mempermudah para panitia tapi yang lebih penting yaitu yang tidak ikut rakernas dapat mengakses langsung via Portal sehingga materi rakernas hari itu juga dapat terbaca oleh warga Peradilan. Salut, haru, kagum, dan berikan kesempatan agar kami lebih lama lagi bersama Pak Dirjen..
Reply
 
 
# Yunarto, PA Semarang 2012-01-18 14:47
Pak Dirjen dan panitia rakernas berhasil "memaksa" para peserta untuk "melek TI". Sukses besar dan sangat berkesan. Alhamdulillah, saya diizinkan Allah hadir di acara tsb.
Reply
 
 
# Dimyati PA Ciamis 2012-01-18 18:01
Selamet buat pa Dirjen.., atas suksesnya rakernas yang pantastis, semoga sepeninggalnya pa Dirjen di tahun 2012 ini melahirkan pemikir dan pekerja yang handal.., Insya Allah kami harus siap dengan ide dan kerja cemerlang di masa mendatang..., sukses selalu buat kita semua, amin
Reply
 
 
# Bohim Lee Bond, Badilag 2012-01-19 11:09
Ternyata Pak Dirjen Tidak hanya jago kandang untuk menguprak-uprak masalah TI di Badilag dan turunannya, tetapi diluarpun lebih jago untuk menguprak-uprak masalah TI, contohnya di Rakernas bisa sukses yang sangat luar biasa !!!! Teruskan Juragan Bos, n Bravo Euy .....
Reply
 
 
# dewi oke. pa.kla 2012-01-19 16:00
semoga dengan adanya sistem TI membuat kita menjadi salah satu Institusi yang memang patut dibanggakan...
Sukses buat pak Wahyu.....
Reply
 
 
# Andi Nany Hasyim 2012-01-23 08:05
Ramae-rama bawa lap top bukan hanya itu, wah dengan paperless dan dibublikasikan di portal Rakernas serta di link masing-masing satker dapat dinikmati bukan saja peserta raker tetapi publik, salut pak dirjen selaku ketua panitia, prestasi luar biasa.
Reply
 
 
# Mangudin PA Krui 2012-01-26 05:56
Rakernas 2011 berbasis IT berdampak yg luar biasa bagi lingkungan peradilan khususnya dan bagi masyarakat pada umimnya. Thanks Pak Dirjen Ide Cemerlangnya smg jadi amal sholeh Amin
Reply
 
 
# kunti nuraini, pa donggala 2012-02-02 19:22
Dg Rakernas 2011 yg berbasis IT smg membawa dampak Aparat Peradilan Agama tidak gaptek lagi dan lebih giat serta menguasai Teknologi sesuai perkembangan masa.....
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 















Pembaruan MA















Pencarian
Polling
Setujukah apabila setiap putusan pengadilan ditampilkan di website
 
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS