Yang Menarik dari Evaluasi Laporan Tahunan PTA Surabaya
Jakarta l Badilag.net
Pengadilan Tinggi Agama Surabaya selangkah lebih maju dalam mengevaluasi penyusunan laporan tahunan 2011. Selain mewajibkan 37 satker di bawahnya membuat laporan tentang kondisi perkara dan anggaran, PTA Surabaya juga mewajibkan satker-satker itu membuat laporan tentang pelayanan meja informasi dan pengaduan.
Hal ini dilakukan PTA Surabaya dengan mengacu pada SK Sekretaris MA Nomor 508/SEK/OT.01.2/XI/2011 tentang Laporan Tahunan 2011 dan SK Dirjen Badilag Nomor 0017/Dj.A/SK/VII/2011 tentang Pedoman Pelayanan Meja Informasi di Lingkungan Peradilan Agama.
“Untuk itu Saudara diharap untuk mengevaluasi laporan tersebut, sehingga laporan tersebut tidak keluar dari acuan yang telah ditentukan,” kata Panitera/Sekretaris PTA Surabaya, Rachmadi Suhamka, dalam surat yang ditujukan kepada Ketua PA se-Jawa Timur, 2 Februari lalu.
Dari surat itu dapat diketahui, PTA Surabaya telah melakukan evaluasi terhadap laporan tahunan 37 PA di Jawa Timur. Hasilnya, sebagian kecil PA telah menyertakan laporan tentang pelayanan meja informasi dan pengaduan, namun sebagian besar lainnya belum.
Di samping itu, PTA Surabaya juga mencermati outline laporan tahunan PA. Hasilnya, hanya satu PA yang laporan tahunannya tidak sesuai dengan outline.
PTA Surabaya juga mengevaluasi lampiran-lampiran yang disertakan dalam laporan tahunan. Empat jenis lampiran yang harus disertakan adalah rekapitulasi perkara diputus, rekapitulasi perkara diminutasi, rekapitulasi belanja pegawai, rekapitulasi belanja barang, rekapitulasi belanja modal.
Lebih dari itu, PTA Surabaya juga membuat rincian mengenai plus-minus laporan tahunan tiap-tiap PA. Sebagai contoh, disebutkan di situ bahwa PA Blitar telah membuat laporan pengaduan menggunakan email, SMS, faksimil, telepon dan lisan. Sementara itu, di laporan tahunan PA Sidoarjo data pencari informasi tidak ada.
Setelah melakukan evaluasi, PTA Surabaya meminta agar masing-masing PA memperbaiki laporan tahunannya.
“Hasil perbaikan laporan tersebut tidak perlu dikirim ke PTA Surabaya. “Akan tetapi disimpan di perpustakaan PA masing-masing dan untuk acuan tahun berikutnya,” kata Rachmadi Suhamka.
Pegang rekor
Sekadar mengingatkan, PTA Surabaya merupakan pengadilan tingkat banding di lingkungan peradilan agama yang memiliki satker paling banyak.
Selama bertahun-tahun, PA-PA di wilayah PTA Surabaya juga selalu menerima perkara paling banyak. Terakhir, pada tahun 2011, 37 PA di Jawa Timur menerima 93.532 perkara atau lebih 25 persen dari total perkara yang diterima PA/MSy seluruh Indonesia yang berjumlah 363.041 perkara.
Meski sibuk menangani perkara, satker-satker di sana masih memperhatikan program-program prioritas pembaruan yang dicanangkan Badilag, seperti pelayanan publik, meja informasi, pengaduan, website, SIADPA, dan publikasi putusan.
(hermansyah)
Berita terkait:
Apa sih Keunggulan Situs PTA Surabaya?
Publikasi Putusan, PTA Surabaya Jagonya
PA Tulungagung, Lain daripada yang Lain
| Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 2664 | 40 | | Kam. 17 | 1 | 0 | | Rab. 16 | 3 | 0 | | Sel. 15 | 3 | 0 | | Sen. 14 | 6 | 0 | | Ming. 13 | 6 | 0 | | Sab. 12 | 9 | 0 |
|
Comments
Semoga Sosialisasi Meja Informasi dan Pelayanan publik di masing-masing PTA se-Indonesia segera selesai dilaksanakan oleh masing-masing Trainer MI.
Salam saya buat pak ALWIE, SH di PA Tulungagung.
meja inpormasi dan pelayanan Pablik semakin maju dan dapat dicontoh oleh PTA dan PA yang lain demi terujutnya Peradilan yang Agung.
Namun ada juga Pansek PTA sekarang ini yang malah tidak tau kerja... dan bahkan acuh tak acuh dengan pekerjaan. Salah satu contoh, menyusun PKT saja sebagai kontrak kerjanya Pansek terhadap Ketua-pun tidak tau membuatnya. karenanya Promosi pansek kedepan harus benar2 mengacu pada kemampuan/skiil yang dimiliki bukan pada faktor lain...
Salam buat semuanya....