|
Pojok Pak Dirjen: Sidak, Bukan Mencari Kesalahan (19/2) |
|
|
|
|
Oleh Hermansyah
|
|
Minggu, 19 Februari 2012 10:04 |
Sidak, Bukan Mencari Kesalahan
Informasi itu digali dari para pihak yang hadir di pengadilan, atau bahkan dari masyarakat lainnya, seperti dari amil, pengacara, tukang parkir, penjual makanan, pemilik atau pelayan warung yang ada di sekitar pengadilan.
Saya juga sering, dalam berbagai kesempatan pertemuan dengan dunia perguruan tinggi, meminta mereka untuk ikut memantau jalannya pelayanan dan proses pengadilan.
Selengkapnya, silakan baca DI SINI.
| Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 2213 | 28 | | Kam. 17 | 1 | 0 | | Rab. 16 | 4 | 0 | | Sel. 15 | 4 | 0 | | Sen. 14 | 8 | 0 | | Ming. 13 | 4 | 0 | | Sab. 12 | 3 | 0 |
|
Comments
Namun demikian, yang terpenting upaya pembenahan dan perbaikan sistem maupun kinerja di lingkungan Peradilan Agama harus lah selalu ditingkatkan, meskipun tanpa ada sidak dari atasan.
Di sinilah, kuncinya: harus ada "kesadaran" untuk maju.
(Cleanliness/Kebersihan restoran, Hospitality/Keramahan pegawai, Accuracy/ketepatan pelayanan, Maintanance/Keterawatan restoran, Products/Kualitas Produk2 dan
Speed/Kecepatan pelayanan) secara diam-diam. Jatah penilaian tiap cabang adalah 1 bulan sekali. Dan di bulan berikutnya Manajer Cabang akan mendapatkan pemberitahuan tentang nilai CHAMPS via surat. Cabang/Store/Restoran KFC dengan nilai 100, pegawai2nya mendapatkan bonus berupa uang tunai. Namun, Cabang/Store/Restoran KFC dengan nilai kurang dari 100, pegawainya tidak mendapatkan bonus, bahkan mendapatkan hukuman (mulai dari surat peringatan sampai dengan pemecatan) terutama manajer on duty saat itu.
Tapi manajer saya waktu itu selalu mengingatkan bahwa Setiap Pelanggan adalah MS, MS datang setiap hari dan setiap jam sehingga sudah sepatutnya melakukan yang terbaik untuk pelanggan setiap saat setiap waktu. Dan dari kebiasaan tersebut timbul kesadaran untuk selalu melakukan yang terbaik untuk pelanggan kami.
Semoga langkah Pak Dirjen dalam melakukan sidak, bisa meningkatkan pelayanan prima kita.
Sebagai Informasi awal untuk ke MS-Sinabang melalui transportasi laut Kapal Fery via Labuhan Haji 1 x Seminggu dapat ditempuh dalam 10 Jam perjalanan (apabila cuaca di laut bersahabat), transportasi udara via Medan juga 1 x Seminggu dapat ditempuh dalam 2,5 jam penerbangan, Pesawatnya SMAC (Siap Mati Atau Cacat (maaf Pak bercanda) atau SUSI (Susah Anak Susah Istri (canda lagi), ada juga NOMED, semuanya Pesawat kecil. tapi Insya Allah kita selamat pergi dan pulang dari Simeulue-Sinabang, dan sebaiknya kalau Pak Dirjen ke Sinabang menurut protap saja ya Pak. Wassalam
Program yang dicanangkan alhamdulilah 90 % bisa berjalan dengan lancar, hasilnyapun kita bisa melihat sendiri. begitulah kalau sidak dilandasi dengan panggilan jiwa, sebagai bukti dari rasa cinta dan mengharapkan Badilag dihormati dan dicintai oleh semua pihak.
Kalau sidaknya dengan niat mencari kesalahan, insya alllah semakin hari hati kita akan tambah jauh dengan Pak Dirjen. jauh di hati dan jauh dimata. kalau sekarang jauh dimata, dekat dan melekat di hati, semoga Pak Dirjen tetap istiqomah dan khusnul Khotimah. semangat terus Pak.
Atau kalau mungkin takut hanya para pimpinannya.
Berbicara sidaknya Pak Dirjen di PA,saya teringat ketika beliau bersama isteri secara diam-diam, pagi sekali di bln Nopember tahun lalu, sudah berada di kantor dan kami-keluarga besar PA Kab Kediri-tidak bisa menghormat beliau sebagaimana layaknya menerima tamu terhormat, karena beliau cepat2 meninggalkan kanor untuk meneruskan perjalanan ke PA Tulungagung. Untuk itu dalam kesempatan ini,walaupun sangat terlambat, saya ingin menyampaikan permintaan maaf se-besar2nya kpd Pak Dirjen & istri atas penyambutan kami yang tidak memuaskan, sekali lagi mohon maaf dari kami, dan semoga tidak membuat Bpk kapok utk sidak lagi, mumpung masih tersisa waktu bagi Bpk untuk menularkan ilmu dan ide kreatifnya demi kemajuan dunia peradilan, khususnya utk peradilan agama yang sama2 kita cintai.
Wassalam.-