Mendadak Dirjen Badilag Kunjungi PA Jakarta Utara
Berkunjung secara diam-diam ke Pengadilan Agama kerap dilakukan Dirjen Badilag. Bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan untuk melihat kondisi yang sebenarnya.
“Yuk kita jalan-jalan ke mall,” ucap Dirjen Badilag Wahyu Widiana, kepada sopirnya, Selasa (14/2/2012) sekitar pukul 9 pagi. Haji Cile—sapaan akrab sopir Pak Dirjen—agak bingung mendengarnya. Ia yakin Pak Dirjen sedang bercanda.
“Kita akan ke mana, Pak?” tanya Haji Cile, berusaha meyakinkan diri.
“Kita ke PA Jakarta Utara,” sahut Pak Dirjen.
Tanpa bertanya lebih lanjut, Haji Cile lekas-lekas mengambil mobil dan menyetirnya. Dari Gedung Sekretariat MA di Jalan Ahmad Yani ke Gedung PA Jakarta Utara di Jalan Raya Plumpang Semper butuh waktu sekitar 30 menit.

Sesampai di tujuan, Dirjen Badilag bergegas melangkah ke samping gedung PA Jakarta Utara. Beberapa satpam sempat memperhatikannya, namun Pak Dirjen terus melangkah. Melewati pintu belakang, tak sampai semenit kemudian Pak Dirjen sudah berada di kursi tunggu, berbaur dengan puluhan orang yang akan mendaftarkan perkara atau menunggu sidang.
“Ibu sedang menunggu sidang?” tanya Pak Dirjen kepada seorang wanita berusia sekitar 40-an. Selama sekitar 10 menit, Dirjen berdialog dengan wanita berjilbab itu.

Dirjen menanyakan berbagai hal, mulai jenis perkara, panjar biaya perkara yang dibayarkan, tahap-tahap persidangan hingga jadwal sidang.
Ketika asyik berbincang dengan ibu itu, Ketua PA Jakarta Utara Drs. H. Zulkifli Yus, SH, MH berusaha menghampiri dan menyapa Pak Dirjen. Rupanya kehadiran orang nomor satu di Ditjen Badilag itu sudah diketahui para hakim dan pegawai.
“Saya hanya ingin ngobrol-ngobrol,” kata Pak Dirjen. KetuaPA Jakarta Utara pun mengerti apa maksud Pak Dirjen.
Usai berbincang dengan pencari keadilan, Dirjen beranjak ke Posbakum. Dua orang sedang bertugas di sana. Satu orang sibuk melayani calon pendaftar, dan seorang lagi sedang mengetik. Di situ Pak Dirjen menyaru sebagai orang yang ingin berkonsultasi.

“Anda dari LBH apa?” tanya Pak Dirjen.
“Kami dari LBH Advokasi syariah, Pak,” jawab seorang petugas Posbakum.
Kepada petugas Posbakum itu, Pak Dirjen bertanya perihal layanan apa saja yang diberikan serta bagaimana mekanismenya. Pak Dirjen juga hendak memastikan apakah layanan Posbakum diberikan secara cuma-cuma atau berbayar.
Selepas dari Posbakum, Pak Dirjen mengecek berbagai papan informasi, termasuk informasi tentang panjar biaya perkara. Pak Dirjen lantas menuju ke loket kasir. Sambil membaca jurnal keuangan perkara, Dirjen kemudian berdialog dengan petugas kasir.
“Di sini sisa panjar dikembalikan, kan?” tanya Pak Dirjen.
“Iya, Pak. Ini ada catatannya,” kata petugas kasir.
Pak Dirjen kemudian bertanya secara detail mekanisme pengembalian sisa panjar. Pak Dirjen juga meminta penjelasan mengenai sisa panjar yang tidak diambil.
Tempat berikutnya yang dituju Pak Dirjen adalah meja informasi yang letaknya agak tersembunyi. Meja resepsionis yang mengatur antrian sidang juga disambangi Pak Dirjen. Selain itu, Pak Dirjen juga mengecek fasilitas touch screen yang menyediakan aneka informasi.

Setelah memantau dan menggali informasi dari banyak orang, barulah Dirjen bertandang ke ruang kerja Ketua PA Jakarta Utara yang terletak di lantai dua.
Dirjen menilai secara umum pelayanan publik di PA Jakarta Utara sudah bagus. One stop service yang diterapkan PA Jakarta Utara, menurut Dirjen, adalah salah satu kelebihan PA ini. Demikian juga berbagai poster berisi himbauan yang terpajang di ruang pelayanan.
Meski demikian, Pak Dirjen tetap memberikan beberapa catatan. “Mohon catatan-catatan tadi diperhatikan. Minggu depan saya akan mengecek langsung hasilnya,” kata Pak Dirjen kepada Ketua PA Jakarta Utara sebelum berpamitan.
(hermansyah) | Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 49543 | 107 | | Kam. 17 | 1 | 0 | | Rab. 16 | 4 | 0 | | Sel. 15 | 1 | 0 | | Sen. 14 | 3 | 0 | | Ming. 13 | 2 | 0 | | Sab. 12 | 1 | 0 |
|
Comments
kami akan selalu menunggu
Semoga senantiasa sehat dan makin amanah utk pak Ditjen
Saya bangga menjadi bagian dari keluarga besar Peradilan Agama, apalagi memiliki pimpinan seperti pak dirjen ini........
selalu senantiasa memantau bawahannya.
mudah2an inisiasi dari pak Dirjen dicontoh oleh pimpinan2 di PTA untuk melakukan hal serupa. seandainya pak Dirjen terbesit niat untuk menyambangi PA. Gunungsitoli, kami siap menanti kehadiran beliau
Bukan semata-mata karena telah mengetahui kunjungan beliau, tapi seluruh Jajaran Pimpinan dan Karyawan di Jakarta Utara memang telah berkomitmen. Ditambah lagi upaya dari Pimpinan yang membentuk soliditas dengan acara2 bersama karyawan dan keluarga sebelumnya yang berdampak positif secara psikologis bagi semangat dan kinerja kami. Insya Allah apa yang telah ada ini akan tetap menjadi "ciri khas" kami. Meski kami menyadari belum menjadi yang terbaik. Terimakasih Pak Dirjen atas evaluasinya. Wassalam.
kunjungan mendadak Pak Dirjen harus dimaknai sebagai upaya untuk menjaga aparat PA selalu siaga bekerja dalam kebenaran...
Selamat buat warga PA Jakarta Utara mendapat kehormatan dengan kunjungan mendadak Pak Dirjen sekaligus untuk pencerahan dan perbaikan PA Jakarta Utara ke depannya.
Bravo to RC of Jakarta Utara, You are always in my heart!!!!
pak Dirjen memang selalu buat kejutan, apalagi waktu beberapa tahun lalu kunjungan mendadak di Jakarta Selatan masih di Gedung Lama, beliau datang dengan tiba2 dan untungnya lagi yang ditanya tidak kenal dengan pak Dirjen, hehehe
Ada lebih dari 300 PA di Indonesia sangat tidak mungkin disidak semua oleh pak Dirjen
padahal sidak gaya pak Dirjen ini banyak membawa perubahan kepada kebaikan bagi semua PA. Alangkah menjadi ringan jika pak Dirjen memberikan penataran sidak bagi ketua atau wakil ketua atau hakim tinggi pengawas PTA se Indonesia untuk melakukan sidak gaya pak dirjen, cukup berdua dengan sopir, tidak perlu diberi amplop, tidak perlu diberi makan sebagaimana gaya pak dirjen selama ini. Insya Allah tugas pak dirjen dapat berjalan dengan sistem dan Bapak tidak terlalu capek keliling seperti selama ini dan sekaligus ini juga akan melahirkan kader pimpinan yang amanah, ikhlas, tanggungjawab dan kharismatik sehingga ketika suatu saat pak Wahyu akan pensiun akan banyak bermunculan "wahyu-wahyu" berikutnya sehingga PA tetap eksis dengan kebanggaan dan keharumannya di masyarakat. Amin
Selamat untuk bapak dirjen tapi.... saya harap jangan donk... ke PA Jakarta Utara saja Keliling Indonesia donk Bapak...... supaya Seluruh PA bisa lebih eksis dimata Masyarakat.....
Saya pribadi kalau mendengar atau membaca kata Sidak langsung terbayang seorang laki2 jangkung,rambut tipis,pakaiang sederhana (untuk ukuran pejabat negara)dan kurus tentunya (kebanyakan pejabat negeri ini pada gemuk)itulah Pak Dirjen Kita.
Terus terang saya 18 thn di Pengadilan Agama belum pernah mendengar hal yang Negatif tentang pimpinan kita yang satu ini(bukan memuji, apalagi cari muka). Kadang2 hati ini bertanya, kalau Pak Wahyu purnabakti nanti ADAKAH PENGGANTINYA...??
Saya terakhir bersua Beliau waktu peresmian pa.kab.tsm Bojong Koneng Singaparna, sempat melirik dasi yang Beliau kenakan kalau tak lepat warna biru sudah agak pudar luntur kali, tentu harga tak seberapa, sekali lagi itulah Pak Dirjen Kita.
Kembali ke SIDAK, tidak semua pimpinan berhasil melakukannya,kalau pimpinan tsb pernah apalagi sering melakukan hal2 tercela sekecil apapun tentunya, kalaupun melakukan sidak siap2lah memikul cemoohan diatas pundaknya.
Untuk pa jakarta utara, yg baru2 ini kebagian jatah Sidak dengan temuan molornya 2 jam sidang seorang ibu.Seharusnya bahkan Wajib bagi pa2 di Ibukota menjadi yg terbaik dari pa2 lain dipelosok negeri, tapi ALHAMDULILLAH langsung berbenah diri...dan teruslah berbenah diri...Rapel Gaji telah menanti apalagi 100%Remuneurasi akan segera kita kantongi.Amiiin.