1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

HAK TANGGUNGAN SEBAGAI ASESOR AKAD MURABAHAH DAN PROBLEMA EKSEKUSINYA

Oleh : Drs. H. Abd. Salam, S.H. M.H.

Wakil Ketua Pengadilan Agama Mataram

Pendahuluan

Dalam praktek perbankan syariah, murabahah merupakan skema yang paling dominan digunakan dibandingkan dengan produk akad syariah lainnya,[1] Karena dalam produk murabahah,  bank sebagai lembaga intermediary prinsip kehati-hatian (prudential) bank bisa diterapkan dengan  efektif dan efesien sehingga resiko kerugian bank bisa diminimalisir.

Murabahah sebagai bentuk jual-beli, harga bisa dibayar secara tunai (naqdan), angsur (taqhsith) atau dalam bentuk sekaligus (mu’ajjal), akan tetapi berdasarkan kebutuhan pasar, kebanyakan nasabah menghendaki pembayaran harga secara angsur, sehingga aplikasi akad murabahah mirip dengan pemberian kredit konpensional.


[1]Dr. Mardani, Hukum Perikatan Syariah di Indonesia, Jakarta, Sinar Grafika, 2013, hal . 123;


Selengkapnya KLIK DISINI

 

Comments  

 
# Erik Sumarna 2017-05-23 08:55
tulisan yang bagus pencerahan untuk memperluas cakrawala pemahaman ekonomi syariah
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Djahidin 2017-05-24 11:07
Assalamuailum wR.wB.
Selamat buat penulis, semoga tulisan banyak sedikitnya bisa jadi acuan dlm menangani permohonan eksekusi Hak Tanggungan yang diajukan ke Pengadilan Agama. wassalam.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# MST 2017-06-09 15:26
Murabahah sebagai bentuk jual beli idealnya mu'ajjal, pembebebanan HT itu sebagai solusi jika wanprestasi
Kalau saja artikel ini juga dilengkapi sudut pandang sisi yg merugikan pihak bank, mungkin lebih membuka cakrawala
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment

Pembaruan MA

Layanan Info

BANNER SUBDIT HAKIM

hasil-tpm

Elearning

Banner majalah

tnde01

BANER WEB