|
Membentuk Hakim Progresif (Kasus Hakim Peradilan Agama) | Oleh : Muhamad Isna Wahyudi | (15/2) |
|
|
|
|
Rabu, 15 Februari 2012 13:20 |
Membentuk Hakim Progresif
(Kasus Hakim Peradilan Agama)
Oleh : Muhamad Isna Wahyudi
A. Pendahuluan
Hakim dituntut untuk senantiasa menggali, memahami, dan mengikuti nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat. Hal ini karena nilai-nilai hukum dan rasa keadilan senantiasa berubah seiring dengan perkembangan sosial budaya masyarakat. Sementara teks undang-undang bersifat statis, dan tidak dapat dilepaskan dari faktor-faktor sosial politik yang mengiringi lahirnya sebuah undang-undang. Teks undang-undang juga tidak selamanya mampu secara berkesinambungan mencerminkan nilai-nilai hukum dan rasa keadilan dalam masyarakat yang berubah.
Selengkapnya, KLIK DI SINI
| Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 1637 | 27 | | Kam. 17 | 1 | 0 | | Rab. 16 | 2 | 0 | | Sel. 15 | 3 | 0 | | Sen. 14 | 3 | 0 | | Ming. 13 | 1 | 0 | | Sab. 12 | 2 | 0 |
|
|
LAST_UPDATED2 |
Comments
alih-alih membuka ruang "tajdid dan ijtihad" bagi masuknya " tranformasi hukum " yang terjadi malah menempatkan ketersediaan undang-undang sebagai kitab suci yang jumud.
mas isna tulisannya inspiratif,